Bukittinggi, khazminang.id- Tim Communication in Rescue and Emergency (CORE) Orari lokal (Orlok) Bukittinggi Agam-YH5AK group A sebanyak 40 orang telah mengikuti pelatihan tahap I dan tahap II, maka pada tahap pelatihan tahap III akan mengikuti simulasi kebencanaan dan sekaligus pengukuhan yang akan diadakan tanggal 4 hingga 6 September 2026 di Tapian Ratu, Ngarai Sianok.
Pengurus Orari lokal (Orlok) Bukittinggi Agam-YH5AK dan panitia pelaksanaan mengadakan rapat pematangan acara kegiatan, Senin (24/8/2026) di sekretariat Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK dihadiri peserta pelatihan CORE, rapat ini dipimpin Ketua panitia Muhammad Haris-YC5AOI didampingi Ichwan Pratama Danda-YCAXC dan sebagai Moderator Tegar Adrian-YD5ATI.
Pada rapat tersebut, dibahas pembentukan panitia pelaksana, bahan materi dan juga membahas berbagai keperluan perlengkapan untuk sarana dan prasarana yang akan diperlukan pada acara simulasi dan pengukuhan anggota Tim CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK group A.

Dalam kesempatan tersebut Ketua panitia Muhammad Haris-YC5AOI mengatakan, acara pelatihan tahap III dan pengukuhan Tim CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK group A direncanakan akan dibuka oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.TP dan dihadiri pengurus Orari Daerah (Orda) Provinsi Sumatera Barat, Instansi Pemerintah terkait, dan penutupan oleh Wakil Bupati Kabupaten Agam H. Muhammad Iqbal, S.E., M.Com.
Adapun sebagai pemateri pada pelatihan tahap III ini, yaitu, Ichwan Pratama Danda-YCAXC akan memaparkan tentang persiapan pendirian posko dan manajemen posko, Akmal Musyarif-YD5AAE memaparkan tentang penanganan pertolongan pertama dan tentang simulasi teknik gelombang radio amatir serta komunikasi kebencanaan akan diperagakan oleh Kepala bidang operasi teknik Orari lokal Bukittinggi Agam-YH5AK, Suhardedi-YB5DDE dan pengurus dari Orda Provinsi Sumatera Barat.
Alhamdulillah seluruh pengurus dan panitia pelaksana bahu membahu mulai dari penyediaan perlengkapan untuk dipergunakan nantinya, persiapan tempat acara, memasang tenda untuk tamu undangan dan peserta Tim CORE serta perlengkapan lainnya, ucap Muhammad Haris-YC5AOI.
Sementara itu Kepala bidang operasi teknik Orari lokal Bukittinggi Agam-YH5AK, Suhardedi-YB5DDE, menjelaskan, tim CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK group A telah mengikuti pelatihan tahap I dan tahap II. Selanjutnya seluruh peserta pelatihan CORE mengikuti tahap III sekaligus simulasi dan diakhiri pengukuhan Tim CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK group A.
Kata Suhardedi-YB5DDE yang akrab disapa om Ded, kita usahakan semua perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan untuk lancarnya acara kegiatan ini. Om Ded menjelaskan, Tim CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK dalam terjadinya kedaruratan kebencanaan harus dapat berkomunikasi dengan baik dan benar untuk menyampaikan keadaan dan kondisi korban bencana, sehingga dapat menyelamatkan jiwa manusia.
Pada era kemajuan teknologi informasi saat ini, melalui pengembangan luas informasi yang dikemas dengan baik, tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini Orari lokal Bukittinggi Agam-YH5AK telah berperan aktif untuk memberikan dukungan komunikasi (dukom) dalam penanggulangan berbagai bencana alam khususnya di Kota Bukittinggi-Kabupaten Agam dan pada umumnya di Provinsi Sumatera Barat maupun di luar Provinsi Sumatera Barat.
Dengan adanya dukungan komunikasi Orari, maka upaya memberikan informasi tentang potensi kebencanaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif, dalam memberikan informasi yang cepat dan akurat melalui alat komunikasi gelombang radio amatir, maka masyarakat dapat dengan segera menyiapkan diri mengantisipasi ancaman bencana yang ada.
Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) sebagai cadangan Nasional di bidang komunikasi radio dengan memberikan Dukungan komunikasi (Dukom) dalam keadaan bencana alam maupun bukannya bencana alam, Orari secara otomatis melekat pada beberapa instansi Pemerintah yang menangani Penanggulangan Bencana diantaranya BNPB, Basarnas, Satkorlak PB atau BPBD di setiap Provinsi, PMI, BMKG dan LAPAN. Dan juga Orari membantu upaya Penanganan Bencana dan memerlukan dukungan komunikasi darurat (emergency communication), ungkap Om Ded.
Di tempat terpisah Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Syahrul Junaidi, SH-YB5AJO, mengatakan, kegiatan pelatihan ini adalah momen yang baik sebagai bentuk pengabdian kita di tengah masyarakat disaat kondisi kebencanaan sangat memperhatikan.
Pelatihan CORE ini merupakan langkah awal dalam membangun sumber daya manusia Orari yang siap mendukung tugas-tugas kemanusiaan. Dan pelatihan sangat penting agar anggota Orari memiliki kesiapan dalam komunikasi rescue dan penanganan bencana. Dalam pelatihan CORE sesuai petunjuk Ketua Umum Orari Pusat ada 3 tingkatan yang kita akan lalui prosesnya, yaitu CORE Basic, CORE Intermediate, CORE Advanced.
Alhamdulillah pada pelatihan CORE group A kita dapat bantuan dana aspirasi Pokok-pokok pikiran (Pokir) Wakil Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Dedi Fatria, SH,MH-YC5AWC. Setelah mengikuti pelatihan CORE tersebut, semua peserta pelatihan CORE group A ini akan memakai baju seragam CORE, kita perlihatkan kemampuan dan kepedulian kemanusiaan di lapangan dalam penanganan kebencanaan alam.
Syahrul Junaidi-YB5AJO berharap, melalui pelatihan berjenjang tersebut, Orari lokal Bukittinggi Agam-YH5AK semakin siap menjadi mitra strategis Pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana, pungkas Syahrul Junaidi-YB5AJO. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






