Oleh : Devi Diany
Tak pernah lelah dan tak pernah menyerah. Begitu prinsip Fahru Gunnardi dalam menjalani kehidupannya. Lelaki yang akrab disapa Gun ini, tak pernah pilih-pilih pekerjaan. Berbagai
jenis pekerjaan telah dilakoninya. Gun pernah menjadi pegawai honorer di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) atau dulu dikenal dengan Baristand di Padang. Lalu saat merantau ke Bogor, Jawa Barat, alumni jurusan Sistem Informasi Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang ini pernah pula melakoni profesi sebagai guru.
Tetapi hobinya pada beragam produk dari kulit asli justru mengantarkannya pada puncak pencarian jati dirinya. Kecintaannya pada produk kulit, khususnya dompet kulit membawanya menjadi salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat yang berjaya di dunia digitalisasi UMKM.
Bersama produk andalannya, Gun bisa ditemui di media sosial Tik Tok dengan akun: @lokak_leather_craft, Instagram (IG): @lokak_leather_craft, Facebook: lokak_padang maupun di website: lokakstore.my.id atau lynk.id: lynk.id/lokak. Gun juga hadir di masketplace Shopee dengan akun: lokak.official.
Suami dari Mega Tri Indah Permata Sari ini, seakan menemukan sesuatu yang dicarinya selama ini. Rumahnya di Komplek Unand Blok B3/05 No.11, Ulu Gadut Kota Padang, dijadikan workshop smata pencahariannya untuk menghidupi keluarga kecilnya.
“Dulu, ketika awal terjun ke digitalisasi marketing, jadwal live streaming saya itu 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan malam mulai pukul 22.00 WIB bahkan live sampai pagi,” ujar Gun berkisah.
Terobsesi Produk Kulit
Mega Tri Indah Permata Sari sangat memahami impian sang suami. Di mata sang istri, Gun adalah laki-laki terbaik yang dipilihkan Tuhan untuknya. Lelaki penyayang keluarga itu, memiliki semangat juang yang sangat luar biasa, karena dia bertekad tidak pernah mau menjadi yang biasa-biasa saja. Gun selalu memiliki ide-ide cermerlang yang melesat jauh dari jangkauan berpikir sewajarnya. Sang istri tentu saja selalu memberikan dukungan penuh pada suami tercinta.
“Dia sangat terobsesi dengan produk dari kulit. Untuk hal itu, dia belajar sendiri dengan melihat proses pembuatannya dari video Youtube. Selanjutnya dia cari info tentang komunitas UMKM produk dari kulit dan mencoba membuatnya,” jelas sang istri, Mega.
Berkat yakin belajar sendiri, Gun berhasil menuntaskan pembuatan produk perdananya sebuah dompet dan gantungan kunci. Kala itu tahun 2019, rekan-rekannya memberikan apresiasi atas produknya yang mengusung brand “Lokak Leather Craft”. Dia pun mulai memproduksi dompet dan gantungan kunci sesuai permintaan temannya.
Setahun kemudian, seorang kawan yang merupakan pendamping UMKM pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, membantunya dan Gun mendapat kesempatan mengikuti pelatihan digital marketing.
“Saya mulai promosi produk dengan memanfaatkan media sosial Facebook, Instagram maupun Whatsapp. Ketika itu, banyak konsumen yang bertanya-tanya tentang dompet kulit yang saya buat,” jelas Gun.
Sejumlah iven yang digelar di Kota Padang, juga mengundangnya untuk promosi. Gun memanfatakan kesempatan itu. Salah satunya ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2022. Kota Padang menjadi ruan rumah. Semua produknya yang terdiri dari dompet, ikat pinggang, tas tangan, aksesoris seperti gelang dan gantungan kunci, laris manis terjual.
Gun semakin bersemangat. Produknya mulai dikenal dari promosi di media sosial hingga mengikuti berbagai iven. Namun, pria kelahiran 4 Desember 1989 ini menyadari ada persoalan lain yang harus dihadapi. Usahanya memang bergerak, tetapi perkembangannya terasa lambat. Jujur saja, Gun tidak puas dengan hasil yang dicapainya saat itu.
Dia pun mulai berpikir untuk melakukan promosi yang lebih gencar dan lebih luas lagi jangkauannya. Bahkan ayah dua orang anak ini ingin melebarkan sayap promosi hingga ke mancanegara. Dia ingin berkembang melintas batas ruang dan waktu.
“Kendati produk saya mulai dikenal luas lewat promosi digital dan mengikuti berbagai iven, tetapi perkembangannya terasa lambat. Saya ingin lebih dari itu,” ujar Gun mantap.

Cara Baru Perluas Pasar
Gun kemudian menyadari, kualitas produk yang mumpuni saja tidak cukup. Dibutuhkan cara baru untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas.
Titik perubahan itu terjadi pada 2023, ketika Gun bergabung dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Sumatera Barat. Di sini, Gun mendapatkan pendampingan dari konsultan UMKM, bukan hanya soal bagaimana menjual produk, tetapi juga bagaimana membangun usaha secara lebih terstruktur. Gun mulai diajarkan membuat pencatatan dan pengelolaan keuangan, membangun channel distribusi, hingga membuat konten untuk pemasaran digital.
“PLUT KUMKM Sumatera Barat adalah tempat belajar yang cocok bagi saya. Saya merasa dahaga saya terlepaskan, semua ilmu yang saya butuhkan ada di sini. Instrukturnya juga selalu menghargai pendapat saya. Mereka memahami keinginan saya dan memfasilitasi saya untuk maju,” terangnya.
Gun kembali mencoba memanfaatkan Facebook dan Instagram. Kedua platform tersebut memang membantu memperkenalkan produk, tetapi jangkauannya belum seperti yang diharapkan. Tetapi Gun tetap dengan penuh semangat kembali mencoba.
Pada 2024, konsultan PLUT KUMKM Sumbar menyarankan Gun untuk mencoba TikTok. Bukan sekadar mengunggah foto atau video produk, tetapi memanfaatkan fitur live streaming untuk berinteraksi langsung dengan calon pembeli. Bagi Gun, ini merupakan pengalaman baru. Konsultan PLUT KUMKM Sumbar mendampinginya membuat toko di TikTok sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk melakukan live streaming. Mulai dari menyiapkan produk, cara menampilkan barang, membuat konten, hingga bagaimana berkomunikasi dengan calon konsumen selama siaran langsung.
Setelah semuanya siap, tibalah momen yang kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan usahanya. Pada 5 Januari 2025, Gun melakukan live streaming TikTok untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, Gun rutin melakukan live streaming dan menjadikannya sebagai rutinitas. Setiap hari, Gun melakukan siaran langsung sebanyak tiga kali, yakni pagi mulai pukul 10.00-12.00 WIB, siang mulai pukul 15.00-17.00 WIB dan malam mulai pukul 20.00 WIB bahkan bisa sampai pagi.
“Siaran langsung pertama kali itu sungguh suatu pengalaman yang luar biasa. Saat itu saya belum berani menampilkan wajah, jadi saya hanya bercerita sambil memperagakan proses pembuatan kerajinan dari kulit, cara menjahitnya hingga jadi sebuah dompet. Tetapi respon penonton luar biasa, mereka antusias bertanya ini dan itu,” jelas Gun sambil tertawa mengenang kejadian itu.
Menyadari penonton yang antusias, Gun juga tak mau mengecewakan. Gun membangun komunikasi yang interaktif dengan penonton. Pemaparannya tentang proses membuat kerajinan kulit yang semula sedikit canggung, akhirnya berjalan lancar. Live streaming pun berlanjut ke hari-hati berikutnya.
“Sepekan kemudian, ada pesanan dari salah satu penonton yang berasal dari luar Sumatera Barat. Bahagia sekali rasanya. Ini pesanan perdana,” ucap Gun.
Pesanan pertama itu menjadi semacam pembuktian baginya bahwa strategi baru yang dijalankannya mulai membuahkan hasil. Sejak saat itu, Gun semakin serius menggarap pemasaran melalui TikTok. Konsistensi melakukan live streaming membuat produknya semakin dikenal. Interaksi langsung dengan calon pembeli juga memberikan pengalaman baru bagi Gun untuk memahami keinginan konsumen. Dompet kulit asli berbahan premium kini dapat menjangkau konsumen melalui layar ponsel.

Butuh Kemauan dan Keberanian
Perjalanan Gun menunjukkan bahwa transformasi digital bagi UMKM bukan sekadar memindahkan aktivitas jual beli ke media sosial. Lebih dari itu, digitalisasi menuntut pelaku usaha untuk belajar, beradaptasi, konsisten membuat konten, membangun komunikasi dengan konsumen, serta berani mencoba platform baru.
Setelah itu pesanan mengalir bagaikan air. Pesanan datang dari Batam, Belitung, Aceh dan daerah lainnya di tanah air. Sampai akhirnya Gun kewalahan memenuhi pesanan konsumen. Sebab saat itu, Gun masih mengerjakan semua pesanan sendiri, belum ada karyawan yang membantunya. Dengan banyaknya pesanan, Gun butuh orang untuk proses menjahit kulit. Sebab proses yang paling membutuhkan waktu lama itu adalah menjahit karena dilakukan secara manual.
“Proses menjahit dilakukan secara manual dengan tangan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama,” katanya.
Saat itu, Gun memberdayakan sang istri untuk membantunya menjahit. Mega pun sangat antusias belajar menjahit hingga akhirnya sang istri mahir menjahit dompet kulit. Oh ya, saat ini Gun hanya memproduksi dompet kulit saja. Harganya bervariasi mulai dari Rp 150.000,- hingga Rp 500.000,- tergantung model. Selanjutnya, Gun juga butuh host live streaming, sebab dia tak sempat lagi untuk siaran langsung. Waktunya lebih banyak tersita untuk membuat dompet.
“Siaran langsung itu mestinya rutin kita lakukan. Sebab ketika kita membuka akun Tik Tok, yang muncul langsung orang jualan. Jadi sebaiknya waktu untuk siaran langsung itu diperbanyak,” jelas Gun.
Kini, produk dompet kulit buatannya semakin dikenal dan memiliki pasar yang jauh lebih luas dibandingkan ketika mengandalkan pemasaran konvensional. Pada posisi Gun saat ini yang sudah mencapai kestabilan omset, maka pola promosinya kini dilengkapi dengan menayangkan iklan untuk terus menambah konsumen.
“Ke depan, proyeksi saya adalah mencari host live streaming dan bikin iklan untuk mengimbangi gencarnya persaingan usaha,” katanya.
Kisah sukses Gun di dunia digitalisasi memberikan gambaran bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari modal besar. Terkadang, perubahan dimulai dari kemauan untuk belajar dan keberanian mencoba cara baru. Bagi Gun, perjalanan dari tahun 2019 hingga rutin melakukan live streaming TikTok menjadi bukti bahwa dunia pemasaran telah berubah. Dan di tengah perubahan itu, Gun memilih untuk ikut bergerak. Bukan hanya menjual dompet kulit, tetapi juga membangun cerita baru tentang bagaimana UMKM Sumatera Barat bisa tumbuh dengan memanfaatkan kekuatan digital.

Fasilitasi Pemasaran Digital UMKM
Kepala UPT PLUT KUMKM Sumatera Barat, Nico Primadona yang ditemui terpisah menjelaskan, berbagai program pelatihan dan bimbingan untuk UMKM naik kelas telah disusun. Sampai Agustus 2026, sebanyak 1.664 pelaku UMKM sudah mengikuti bimbingan teknis digitalisasi pemasaran, kewirausahaan (peningkatan kualitas SDM), fasilitasi legalitas serta pengembangan usaha yang diselenggarakan UPT PLUT KUMKM Sumbar.
Digitalisasi memberikan peluang bagi UMKM untuk memasarkan produk tanpa harus bergantung sepenuhnya pada toko atau pasar konvensional. Dengan memanfaatkan media sosial, marketplace, aplikasi pesan dan berbagai platform digital lainnya, produk UMKM dapat diperkenalkan kepada konsumen dalam jangkauan yang jauh lebih luas.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi UMKM. Konsumen saat ini semakin terbiasa mencari informasi, membandingkan produk dan melakukan transaksi melalui platform digital,” ujar Nico.
UMKM kerajinan kulit dengan brand “Lokak Leather Craft” adalah salah satu binaan PLUT KUMKM Sumbar yang terbilang sukses di dunia digitalisasi. Semangat dan kemampuan Gun, perajin kulit patut diacungi jempol. Latar belakang pendidikannya sebagai seorang sarjana di bidang teknologi informasi turut memberi andil kesuksesan yang diraihnya.
Namun pada dasarnya, untuk terjun ke pemasaran digital tidak sulit. Untuk membuat konten promosi suatu produk, tak harus dengan ponsel yang mahal. Prinsip utamanya bisa untuk memotret dengan sudut gambar yang dibutuhkan. Setelahnya, dengan menggunakan kemampuan Artificial Intelligence (AI) dapat dilakukan editing sesuai kebutuhan.
“Di sini, pelaku UMKM kita ajarkan semuanya, mulai dari memotret produk yang akan dipromosikan, pengambilan video, membuat kemasan yang menarik, public speaking hingga business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra,” terang Nico.
Pihaknya juga menyediakan studio mini bagi pelaku UMKM yang ingin melakukan live shopping di media sosialnya, seperti Tik Tok. Memang tak semua berjalan mulus. Tetapi petugas PLUT KUMKM siap membantu UMKM untuk mempromosikan produknya secara digital. Pelatihan public speaking yang diberikan, diharapkan dapat membantu UMKM sebagai host saat melakukan live shopping.
“Bagi UMKM yang ingin live shopping, dapat menggunakan studio mini kita. Tak perlu khawatir, ada petugas yang membantu untuk kelancaran promosi,” katanya.

Digitalisasi Dorong Produktivitas UMKM
Anggota DPRD Sumbar, Irwan Zuldani merupakan satu di antara wakil rakyat yang sangat peduli dengan kemajuan UMKM. Setiap tahun secara rutin, anggota dewan dari Fraksi Nasdem ini selalu mengalokasikan dana pokok-pokok pikiran (Pokir) untuk pelatihan dan bimbingan teknis para pelaku UMKM di daerah pemilihannya Kota Padang.
Pensiunan Bank Nagari ini sangat memahami bahwa UMKM adalah salah satu pilar penopang ekonomi masyarakat. Geliat ekonomi Kota Padang bersumber dari aktivitas para UMKM yang jumlahnya mencapai 165.000 unit.
“Mulai tahun 2025, saya sudah alokasikan pokir untuk pelatihan dasar bagi 400 UMKM. Tahun 2026 ini, kita alokasikan lagi pelatihan dasar untuk 420 UMKM dan pelatihan UMKM naik kelas sebanyak 100 pelaku UMKM,” terang Irwan Zuldani.
Peserta pelatihan UMKM naik kelas ini sebagian berasal dari pelaku UMKM yang telah mengikuti pelatihan dasar pada 2025 lalu. Dari evaluasi yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, pelatihan yang diberikan ternyata berdampak signifikan bagi perkembangan UMKM sehingga bisa naik kelas.
Pihaknya sangat mengapresiasi para UMKM naik kelas yang sudah menerapkan digitalisasi. Oleh sebab itu, pelatihan digitalisasi dinilai penting untuk memberikan bekal praktis kepada pelaku UMKM agar tidak hanya mengenal teknologi, tetapi mampu menggunakannya secara produktif untuk mengembangkan usaha.
“Kita harapkan, ketika mereka sudah baik kelas dapat bertransformasi dari usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi lebih maju, profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Perubahan ini ditandai dengan peningkatan omzet, perluasan pangsa pasar, perbaikan kualitas produk, serta menerapkan digitalisasi pemasaran,” katanya. (*)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






