Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Anggota DPRD Sumbar Irwan Zuldani Fokus Perkuat Pondasi UMKM Padang dari Pelayanan hingga Produk Berdaya Saing

×

Anggota DPRD Sumbar Irwan Zuldani Fokus Perkuat Pondasi UMKM Padang dari Pelayanan hingga Produk Berdaya Saing

Sebarkan artikel ini
Anggota komisi 3 DPRD Sumatera Barat, Irwan Zuldani memberikan motivasi kepada peserta pelatihan UMUM. IST

Padang, Khazminang.id — Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu perhatian Anggota Komisi 3 DPRD Sumatera Barat, Irwan Zuldani. Di tengah jumlah UMKM Kota Padang yang mencapai 160.000 pelaku usaha, dia menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting agar UMKM mampu tumbuh dan semakin berdaya saing.

“Perhatian terhadap UMKM tidak cukup hanya diarahkan pada bantuan permodalan. Pelaku usaha juga perlu dibekali pengetahuan dasar yang berkaitan langsung dengan aktivitas mereka sehari-hari,” jelas politisi Partai Nasdem ini.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Karena itu, melalui dana pokok-pokok pikiran (Pokir), pensiunan Bank Nagari ini secara konsisten mengalokasikan anggaran untuk program pelatihan bagi pelaku UMKM di daerah pemilihannya, Kota Padang.

Pada 2025, sebanyak 400 pelaku UMKM mendapatkan pelatihan dasar. Program serupa kembali diperkuat pada 2026, dengan pelatihan dasar untuk 420 pelaku UMKM serta pelatihan digital marketing bagi 100 pelaku usaha.

Irwan menilai pelatihan dasar menjadi penting karena masih banyak aspek sederhana dalam menjalankan usaha yang justru menentukan apakah konsumen akan kembali membeli atau tidak.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis Tegaskan untuk Sukseskan Pelaksanaan Porprov XVI Sumatera Barat

“UMKM harus kita perkuat dari dasarnya. Bagaimana melayani konsumen, bagaimana berkomunikasi dengan pembeli, menjaga kebersihan diri dan tempat usaha, sampai bagaimana menciptakan produk yang memiliki daya saing. Hal-hal seperti ini kelihatannya sederhana, tetapi sangat menentukan perkembangan sebuah usaha,” ujar Irwan.

Menurutnya, kemampuan melayani konsumen merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan. Pelaku UMKM tidak hanya dituntut mampu menghasilkan barang atau jasa, tetapi juga harus mampu memberikan pengalaman yang baik kepada pelanggan.

Cara berkomunikasi dengan pembeli, merespons pertanyaan dan keluhan, menjaga sikap serta memberikan pelayanan yang ramah menjadi bagian dari kualitas usaha yang tidak bisa diabaikan.

Anggota komisi 3 DPRD Sumatera Barat, Irwan Zuldani saat dikusi dengan peserta pelatihan UMKM.

Demikian pula dengan kebersihan diri dan tempat usaha. Bagi UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman, misalnya, kebersihan bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kepercayaan dan keamanan konsumen.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah kemampuan pelaku UMKM menciptakan produk yang berdaya saing. Produk yang dijual harus terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas, kemasan, inovasi maupun kesesuaian dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga:  Pertemuan Bulanan DWP Bukittinggi Tampilkan Praktisi Media Membuat Konten Menarik dan Produktif

“Jangan sampai kita hanya memiliki banyak UMKM, tetapi kualitas dan daya saingnya tidak meningkat. Kita ingin UMKM kita berkembang, produknya semakin baik dan mampu bersaing, bukan hanya di pasar lokal tetapi juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Perhatian tersebut dinilai relevan dengan kondisi Kota Padang yang memiliki sekitar 160.000 UMKM. Jumlah yang besar itu menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat sekaligus penggerak aktivitas ekonomi kota.

Jika kualitas dan kapasitas pelaku UMKM terus ditingkatkan, dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha. Pertumbuhan UMKM juga berpotensi membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat.

Setelah fondasi dasar diperkuat, Irwan juga mendorong pelaku UMKM mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena itu, pada 2026 dialokasikan pula pelatihan digital marketing bagi 100 pelaku UMKM.

Digitalisasi menjadi penting karena pola konsumen telah berubah. Masyarakat semakin terbiasa mencari informasi produk melalui media sosial dan melakukan transaksi secara digital. Kondisi ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar, namun sekaligus menuntut kemampuan baru dari pelaku usaha.

Baca Juga:  DPRD dan Pemko Bukittinggi Perkuat Sinergi Melalui Rapat Gabungan Komisi

Melalui pelatihan digital marketing, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan produk, membangun merek serta menjangkau konsumen di luar wilayah Kota Padang.

Irwan berharap program pelatihan tersebut dapat menjadi proses berkelanjutan. Pelaku UMKM tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi benar-benar menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam menjalankan usahanya.

“Dengan memperkuat kemampuan dasar, meningkatkan kualitas produk dan mulai menguasai pemasaran digital, UMKM Kota Padang diharapkan semakin siap menghadapi persaingan,” katanya.

Bagi Irwan Zuldani, membangun UMKM bukan sekadar memperbanyak jumlah pelaku usaha, tetapi memastikan mereka memiliki kemampuan untuk bertahan, berkembang dan naik kelas. Dari pelayanan yang baik, komunikasi dengan konsumen, kebersihan tempat usaha, produk yang berkualitas hingga kemampuan memanfaatkan teknologi, semuanya menjadi bagian dari ekosistem UMKM yang kuat dan berdaya saing. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.