Jambi, Khazanah — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meminta pemerintah daerah mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi perubahan dan pergeseran struktur pasar kerja. Salah satu bidang yang dinilai perlu mendapat perhatian serius ialah green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan yang diperkirakan terus berkembang seiring transformasi dunia usaha, perkembangan teknologi, dan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Afriansyah mengatakan perubahan aktivitas ekonomi telah melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru dengan kebutuhan kompetensi yang berbeda dari sebelumnya. Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan terhadap potensi ekonomi dan usaha di wilayah masing-masing agar program pendidikan dan pelatihan tenaga kerja benar-benar diarahkan pada sektor yang memiliki prospek dan peluang penyerapan tenaga kerja.
“Zaman sekarang sudah berbeda. Saya meminta daerah-daerah untuk fokus pada pekerjaan baru, yaitu green jobs,” ujar Afriansyah saat berkunjung ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, pekan ini.
Menurutnya, kesiapan menghadapi dinamika pasar kerja tidak hanya ditujukan kepada lulusan baru. Pekerja yang sudah berada di dunia profesional juga harus memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan (upskilling) maupun mempelajari kompetensi baru (reskilling) agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Afriansyah mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap mendukung pemerintah daerah melalui satuan pelayanan pelatihan kerja yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun program pelatihan yang disesuaikan dengan karakteristik ekonomi lokal serta kebutuhan tenaga kerja di daerah.
Ia menekankan, penyusunan materi pelatihan juga perlu melibatkan dunia usaha. Hal itu penting untuk mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan lembaga pendidikan dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan atau mismatch ketenagakerjaan.
“Harapan kami seluruh perusahaan di daerah betul-betul bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga program link and match dengan SMA dan SMK sederajat dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Afriansyah menjelaskan keterlibatan perusahaan dibutuhkan agar peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami standar pekerjaan, budaya profesional, serta keterampilan praktis yang dibutuhkan di lingkungan kerja.
Karena itu, pemerintah daerah didorong mempertemukan dunia usaha dengan lembaga pendidikan melalui skema link and match. Pola tersebut dapat diterapkan bersama SMA, SMK, dan satuan pendidikan sederajat sehingga proses pembelajaran memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan kebutuhan dunia profesional.
Green Jobs dan Perubahan Dunia Kerja
Menurut Afriansyah, pengembangan green jobs merupakan bagian dari respons terhadap perubahan struktur ekonomi dan industri. Pekerjaan ramah lingkungan tidak terbatas pada sektor yang secara langsung berkaitan dengan lingkungan, tetapi dapat berkembang di berbagai bidang yang menerapkan prinsip efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, serta keberlanjutan.
Dikutip dari situs inovasimuda.org disebutkan bahwa secara umum, green jobs merupakan pekerjaan yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, pengurangan dampak perubahan iklim, efisiensi penggunaan sumber daya, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Konsep tersebut juga berkaitan dengan upaya menciptakan pekerjaan yang layak sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
Sejumlah bidang yang berpotensi menghasilkan green jobs antara lain energi terbarukan, pengelolaan limbah dan daur ulang, pertanian berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, serta pembangunan dan pengelolaan gedung yang hemat energi.
Pada sektor energi terbarukan, misalnya, kebutuhan tenaga kerja dapat muncul untuk teknisi panel surya, pengembangan bioenergi, hingga berbagai pekerjaan pendukung teknologi energi bersih. Sementara di sektor pengelolaan limbah, peluang dapat berkembang pada pengelolaan bank sampah, daur ulang, serta teknologi pengolahan limbah.
Di bidang pertanian, penerapan praktik berkelanjutan membuka peluang bagi tenaga ahli dan konsultan yang memahami pertanian organik serta efisiensi penggunaan sumber daya. Adapun pada sektor transportasi, perkembangan kendaraan listrik dan sistem transportasi publik yang lebih efisien turut menciptakan kebutuhan kompetensi baru.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing tenaga kerja.
Pemetaan Potensi Ekonomi Daerah
Afriansyah menilai pemetaan sektor ekonomi harus dilakukan sejak awal agar pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menentukan jenis pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan masyarakat.
Pemetaan tersebut penting untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja yang muncul akibat otomatisasi, digitalisasi, perkembangan teknologi, perubahan industri, serta penerapan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan.
“Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan struktur pasar kerja. Selain pekerjaan konvensional, daerah perlu mulai mempersiapkan tenaga kerja untuk jenis pekerjaan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan industri,” tuturnya.
Upaya menyiapkan SDM juga memiliki kaitan erat dengan investasi. Kehadiran investor dapat membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru, tetapi manfaat investasi akan lebih optimal apabila daerah memiliki tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor usaha yang berkembang.
Dengan demikian, pemerintah daerah tidak cukup hanya menarik investasi, tetapi juga perlu memastikan kesiapan tenaga kerja lokal agar masyarakat setempat dapat mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang muncul.
Penguatan green jobs pada akhirnya diharapkan tidak hanya menjadi respons terhadap perubahan lingkungan dan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan ketenagakerjaan. Bagi generasi muda, perkembangan pekerjaan ramah lingkungan dapat menjadi peluang untuk membangun karier sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan lembaga pelatihan pun dituntut membangun kolaborasi yang lebih erat agar perubahan pasar kerja dapat diantisipasi sejak dini dan tidak menimbulkan kesenjangan kompetensi di masa mendatang. (eko/im.org)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





