Padang-Persiapan mewah yang dilakukan Semen Padang FC jelang turun di Liga 2 musim 2026/2027 dikejutkan dengan status beberapa mantan pemain tim berjuluk Kabau Sirah ini di media sosial. Beberapa pemain yang memperkuat Kabau Sirah musim lalu serentak menagih tunggakan gaji yang belum dibayarkan manajemen.
Beberapa pemain yang meminta sisa gajinya, di antaranya Irsad Maulana, Dimas Roni, Ronaldo Kwateh, Ricki Ariansyah, dan M Ridwan.
Di status mereka menyebut pengelola klub belum menyelesaikan kewajiban pembayaran gaji pemain, meski kontraknya sudah berakhir sejak 1 Juni 2026 lalu. Namun, masih ada pembayaran gaji musim lalu yang belum dipenuhi manajemen.
“Per tanggal 1 Juni 2026, kontrak kami sebagai pemain Semen Padang FC musim 2025/2026 telah berakhir,” ujarnya.
Mereka semua sudah menjalankan kewajiban sebagai pemain profesional hingga kompetisi selesai.
“Namun hingga hari ini, masih terdapat kurang lebih 2 bulan gaji yang menjadi hak kami dan belum dibayarkan,” ujarnya di Insta Story Instagram pribadinya masing-masing.
Mereka membuah unggahan di story sebagai harapan agar pihak klub segera memenuhi kewajibannya.
“Kami hanya menuntut hak yang kami telah peroleh dengan kerja keras, dedikasi dan profesionalisme sebagai tim,” ujarnya.
“Hak pemain, adalah hak yang harus dipenuhi,” lanjutnya.
Manajemen Semen Padang FC langsung angkat bicara terkait pembayaran gaji yang macet tersebut.
Presiden Semen Padang FC, Andre Rosiade mengatakan, berdasarkan hasil RUPS bahwa kewajiban kepda pemain akan diselesaikan manajemen lama paling lambat 1 Agustus 2026. “Oleh karena itu, bagi pihak yang berkepentingan, silakan berkomunikasi dengan manajemen lama,” kata Andre dalam unggahannya di akun Instagam @semenpadangfcid.
Namun, pelimpahan tunggakan gaji pemain ke manajemen lama menjadi pertanyaan besar bagi pencinta sepakbola di Sumbar. Pemain-pemain yang gajinya belum dilunasi ini, bermain untuk Semen Padang FC. Jadi hak mereka tentu harus di bayar Semen Padang FC.
“Bagi pemain tentu tidak tahu manajemen baru dan manajemen lama. Mereka hanya tahu gaji mereka belum tuntas saat membela klub,” terang mantan pemain profesional asal Sumbar, Andre Syarifudin Kesak.
Kata Kesak, gaji pemain ini adalah hak mereka yang sudah dibunyikan dalam kontrak. Jadi siapa pun manajemennya wajib memberikan hak mereka. Pemain tidak akan peduli, siapa pengurusnya. Mereka meminta ke klub yang pernah mereka bela.
“Mau siapa pengurusnya, harusnya hak pemain jangan sampai dihapuskan. Apalagi di bebankan ke manajemen lama. Itu semua adalah kewajiban klub,” tegasnya. (Sal)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






