Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Gagasan Brilian Dr.Devitra Romiza, S.H, M.H, Program Jaksa Mengajar dan Kawadaun Efektif Cegah Tindak Pidana

×

Gagasan Brilian Dr.Devitra Romiza, S.H, M.H, Program Jaksa Mengajar dan Kawadaun Efektif Cegah Tindak Pidana

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Dr. Devitra Romiza, S.H., M.H., jaksa berprestasi asal Sumatra Barat, merupakan inisiator program inovatif "Jaksa Mengajar" untuk tingkat SMA dan program pencegahan korupsi dana desa bernama "Kawal Dana Nagari" (Kawadaun).
  • Selain bertugas sebagai penegak hukum, Dr. Devitra juga aktif berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan mengajar sebagai dosen guna menanamkan nilai kejujuran dan pemahaman hukum kepada generasi muda.
  • Setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Ekonomi dan Keuangan Kejati Sumatra Barat, Dr. Devitra kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Seksi Penyidikan pada Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Banten.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

 

Padang, Khazminang.id – Menjadi seorang jaksa merupakan impian yang sangat dinanti-nanti oleh lulusan S1 hukum ini. Pasalnya, baju seragam yang berwarna coklat dan memakai toga warna hitam ketika sidang di pengadilan itu, membuat seorang jaksa tampak berwibawa, tegas dan sangar ketika di balik meja persidangan.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Walaupun dikenal seram ketika di persidangan, tetapi ada sosok jaksa yang mencuri perhatian. Jaksa yang  murah senyum, baik, memiliki prestasi,  namun tetap tegas. Dia lah Dr.Devitra Romiza, S.H, M.H. Pria asal Kabupaten Pesisir Selatan (Pesel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ini, memiliki loyalitas tinggi terhadap tugas-tugas yang diembannya.

Disela-sela istirahatnya, usai melakukan rutinitas kesehariannya, alumni Fakultas Hukum Universitas  Andalas ini bertekad, akan berbuat yang terbaik untuk bangsa Indonesia, khususnya di bidang hukum. Dia selalu mengingatkan kepada generasi muda, agar mengenal hukum dan  menjauhi hukuman.

“Hal ini bertujuan agar tidak ada generasi muda yang terlibat hukum. Mereka para generasi muda ini tengah menuju Indonesia Emas,” katanya.

Baca Juga:  Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias Menerima Penghargaan Tingkat ASEAN Bidang Pariwisata

Dr.Devitra Romiza, S.H,M.H merupakan pencetus program jaksa mengajar tingkat SMA sederajat. Program jaksa mengajar ini kini diterapkan oleh seluruh Kejaksaan Negeri (Kejari) di Sumbar.

Tak hanya itu, Dr.Devitra Romiza,S.H, M.H yang menjadi  jaksa pada tahun 2008 dan mengawali tugas di Kabupaten Solok Selatan (Sosel), tampak senang dengan tanggung jawabnya sebagai jaksa.

“Banyak hal yang saya dapat waktu pertama kali saya bertugas disana dan itu saya jadikan pengalaman,” imbuhnya.

Dia juga inisiator Kawal Dana Nagari (Kawadaun). Lewat program ini dia berharap, penyelewengan dana desa, dapat dicegah dari sedini mungkin. Pasalnya, tidak semua wali nagari atau kepala desa berlatar belakang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Rata-rata mereka itu adalah swasta, maka dengan program tersebut, diharapkan wali nagari melek hukum, seperti tata cara pengelolaan keuangan dana desa yang tertib,” terang lulusan terbaik program doktor Universitas Islam Sutan Agung (UNISSULA) Semarang.

Ia menekankan, bila dana desa tidak dikelola dengan baik, apa lagi untuk kemajuan desa sehingga meningkatkan roda ekonomi, maka celah korupsi pasti ada.

Baca Juga:  Pemko Bukittinggi Gelar Bimtek Penilaian Mandiri CPPOB Untuk Pelaku IRTP

Sebagai jaksa yang bertugas untuk penegakan hukum terutama di bidang Tindak Pidana Korupsi, dia menegaskan penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada penghukuman pelaku tetapi juga pemulihan keuangan negara dengan pelacakan sset pelaku tipikor.

Devitra juga tak pelit berbagi ilmu. Dia meluangkan waktunya aktif mengajar sebagai dosen disalah satu universitas ternama di Kota Padang, hal tersebut bentuk  konsisten dalam Dharma Baktinya dalam dunia pendidikan. Devitea melakukan transfer ilmu hukum kepada mahasiswa di pergurguran tinggi, mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya kepada generasi emas.

“Saya ingin calon pemimpin dimasa depan, agar amanah dalam melakukan pekerjaan dan juga harus bertanggung jawab, dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, karena kejujuran ada kunci dari pencegahan korupsi,” imbuhnya.

Disebutkan, sesungguhnya, menjadi praktisi di perguruan tinggi sangatlah kongkrit,  selain teori juga diberikan contoh-contoh kasus kepada mahasiswa.

Dr.Devitra Romiza, S.H,M.H yang pernah masuk dalam bakal calon nominator penerima Adhyaksa Award 2025, kategori jaksa kreatif dalam edukasi hukum, menceritakan suka duka menjadi jaksa.

Baca Juga:  DPRD Kota Bukittinggi Gelar Rapat Kerja Banggar Bersama TAPD Bahas Lanjutan Ranperda Perubahan APBD 2025

“Salah satu sukanya yaitu bisa mengaktualisasikan diri sebagai penegak hukum dan untuk duka jauh dari keluarga,”

Pria yang mudah bergaul dengan siapa saja termasuk wartawan, juga dikenal  religius dan hoby berolah raga ini mendapat amanah baru bertugas sebagai kepala Seksi Penyidikan pada Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Banten yang sebelumnya ditugaskan di Kepala Seksi Ekonomi dan Keuangan pada bidang Intelijen di Kejati  Sumbar. (Murdiansyah Eko)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.