Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
BeritaHeadline

Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat: Kembalikan Pers ke Khittahnya sebagai Pemersatu Bangsa

×

Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat: Kembalikan Pers ke Khittahnya sebagai Pemersatu Bangsa

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengajak seluruh insan pers nasional untuk mengembalikan jati diri pers sebagai pemersatu bangsa dalam acara Malam Anugerah SMSI 2026.
  • Pers dituntut untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap komitmen kesejahteraan negara serta melindungi masyarakat dari ancaman disinformasi di era digital.
  • Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berkomitmen mendorong praktik jurnalistik yang sehat, profesional, dan beretika lewat lebih dari 3.000 media anggotanya demi menjaga harmoni bangsa.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazanah — Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mengajak seluruh insan pers nasional untuk mengembalikan pers kepada khittah atau jati dirinya sebagai pemersatu bangsa.

Seruan itu disampaikannya dalam acara Malam Anugerah SMSI 2026 yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis malam (18/6/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dalam pidatonya, Komaruddin menegaskan bahwa Indonesia memiliki karakter yang berbeda dengan sejumlah negara lain yang dibangun berdasarkan identitas etnis tertentu. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang berdiri di atas keberagaman komunitas, sehingga membutuhkan komunikasi yang mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan.

“Indonesia bukan negara etnis seperti Cina, Turki, atau Jepang. Indonesia adalah negara komunitas. Karena itu diperlukan komunikasi yang dapat mempersatukan,” ujar Komaruddin di hadapan para tamu undangan dan insan pers yang hadir.

Ia menambahkan bahwa semangat kebersatuan tersebut telah menjadi filosofi dasar pers Indonesia sejak masa awal kemerdekaan. Karena itu, pers tidak boleh terjebak dalam praktik-praktik yang justru memperuncing perbedaan dan memecah belah masyarakat.

Baca Juga:  Finorita Fauzi Lengkapi Iklim Berkesenian di Ranah Minang

“Kebersatuan inilah yang menjadi filosofi pers Indonesia sejak dulu. Pers menjadi pemersatu, bukan pemecah belah,” katanya.

Komaruddin juga menyoroti pentingnya kehadiran negara yang kuat dalam menjaga kehidupan berbangsa. Namun, menurutnya, kekuatan negara tidak semata-mata diukur dari besarnya kekuasaan yang dimiliki, melainkan dari kuatnya komitmen untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Negara komunitas mesti kuat, tetapi bukan kuat kuasanya. Yang lebih penting adalah kuat komitmennya untuk mensejahterakan rakyat. Perslah yang menjadi pengawal sekaligus pengawasnya,” tegasnya.

Selain menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan negara, Komaruddin menilai pers memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari berbagai bentuk disinformasi yang berkembang di era digital. Pers juga harus menjadi ruang yang memungkinkan suara rakyat tersampaikan secara sehat dan bertanggung jawab.

“Pers menjadi pengawal rakyat agar tidak menjadi korban informasi, sekaligus memberi ruang kepada rakyat untuk bersuara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Firdaus, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menjaga peran pers sebagai perekat kebangsaan.

Menurut Firdaus, SMSI yang saat ini memiliki lebih dari 3.000 perusahaan media anggota di berbagai daerah Indonesia akan terus mendorong praktik jurnalistik yang sehat, profesional, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

Baca Juga:  Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H.Syaiful Efendi, Lc, M.A. Berikan Materi Training Legislatif

“Sebagai bagian dari masyarakat pers Indonesia, SMSI memiliki komitmen melalui lebih dari 3.000 anggotanya untuk menjadi pemersatu bangsa, bukan menjadi pemecah belah,” kata Firdaus.

Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan dinamika media digital, pers nasional dituntut untuk tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik, akurasi informasi, serta tanggung jawab sosial dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

Malam Anugerah SMSI 2026 berlangsung meriah dan dihadiri berbagai tokoh nasional, insan pers, pimpinan organisasi media, serta pejabat pemerintah. Hadir di antaranya Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.
Acara tersebut menjadi momentum penting bagi komunitas pers nasional untuk meneguhkan kembali peran media sebagai pilar demokrasi, penjaga kepentingan publik, sekaligus perekat persatuan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Dengan semangat itu, pesan yang mengemuka dari Malam Anugerah SMSI 2026 adalah perlunya mengembalikan pers kepada khittahnya: menyampaikan kebenaran, menjaga ruang publik yang sehat, dan memperkuat persatuan bangsa.

Pada Malam Anugerah SMSI tahun 2026 diserahkan Anugerah Tokoh Pelopor Kemerdekaan Pers, Tokoh Inspiratif dan Tokoh Sahabat Pers Indonesia. Dari Sumatera Barat dua kepala daerah menerima Anugerah, yaitu Bupati Solok Dr (Hc) Jon Firman Pandu, SH menerima Anugerah Tokoh Inspiratif dan H. Hendri Arnis, BSBA menerima Anugerah Tokoh Sahabat Pers Indonesia. (Eko)

Baca Juga:  ATR/BPN Matangkan Penetapan Lahan Sawah Dilindungi di 12 Provinsi

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.