Jakarta, Khazanah — Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki hubungan yang sangat erat dengan media, khususnya media siber yang kini berkembang pesat di era digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Teuku Riefky Harsya saat menghadiri Malam Anugerah SMSI 2026 yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis malam (18/6/2026).
Menurutnya, perkembangan industri kreatif nasional tidak dapat dipisahkan dari peran media sebagai sarana promosi, distribusi informasi, sekaligus ruang bagi tumbuhnya berbagai karya kreatif masyarakat.
“Industri kreatif mesti ditopang oleh media. Namun media, terutama media berbasis digital, juga merupakan bagian dari industri kreatif itu sendiri,” ujar Teuku Riefky.
Ia menjelaskan bahwa transformasi digital telah melahirkan berbagai profesi baru yang sebelumnya tidak dikenal dalam ekosistem media konvensional. Kehadiran kreator konten, influencer, podcaster, hingga berbagai profesi digital lainnya menjadi bukti bahwa media kini telah berkembang menjadi salah satu subsektor penting dalam ekonomi kreatif.
“Konten kreator, influencer, dan berbagai profesi digital lainnya merupakan perkembangan baru dari dunia media yang kini menjadi bagian dari industri kreatif,” katanya.
Teuku Riefky menilai, perkembangan tersebut telah membuka peluang ekonomi yang sangat besar, terutama bagi generasi muda. Dalam lima tahun terakhir, sektor ekonomi kreatif berbasis digital telah menjadi salah satu sumber lapangan kerja baru yang terus tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja dari kalangan Generasi Z.
“Dalam lima tahun terakhir, perkembangan ini telah memberikan peluang kerja yang luas kepada Gen Z. Mereka tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten dan pelaku ekonomi kreatif yang menghasilkan nilai tambah,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai program pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan literasi digital, serta dukungan terhadap pelaku usaha kreatif yang memanfaatkan teknologi digital sebagai platform utama.
Ia juga mengajak media siber untuk terus berperan dalam menciptakan ruang digital yang sehat, produktif, dan inovatif sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional secara berkelanjutan.
“Kami melihat media dan ekonomi kreatif sebagai dua sektor yang saling menguatkan. Ketika media tumbuh sehat dan profesional, maka industri kreatif juga akan berkembang lebih baik,” tuturnya.
Acara Malam Anugerah SMSI 2026 dihadiri para tokoh pers nasional, pimpinan perusahaan media, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang komunikasi dan ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi sekaligus refleksi atas peran media dalam mendukung pembangunan ekonomi kreatif dan penguatan demokrasi di Indonesia.(eko)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






