Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Ekonomi

Sumbar Tingkatkan Nilai Pinang Lewat Hilirisasi

×

Sumbar Tingkatkan Nilai Pinang Lewat Hilirisasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi meninjau proses peningkatan produksi pinang (hilirasi) di Akabuluru Limapuluh Kota

Payakumbuh, Khazanah – Sumbar berusaha meningkatkan nilai tambah dari produksi pinang yang selama ini hanya diekspor secara mentah, melalui proses hilirisasi.

Ketika berbagai komoditas hasil bumi Indonesia selama bertahun-tahun lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah, peluang untuk memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih besar kerap terabaikan. Kini, kesadaran akan pentingnya hilirisasi semakin menguat, yakni mengolah komoditas sebelum diekspor sehingga menghasilkan produk bernilai lebih tinggi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Hal itulah yang menjadi perhatian Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, saat meninjau kegiatan pengolahan pinang di PT Maju Kolpin Sejahtera yang berlokasi di Jorong Akabiluru, Nagari Koto Tangah Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, pekan lalu.

“Kalau seperti ini tentu sangat baik. Pinang tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan baku, melainkan telah melalui proses pengolahan yang meningkatkan kualitas dan nilai jualnya. Dengan demikian, manfaat ekonominya menjadi lebih besar, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Mahyeldi saat berdialog dengan manajemen perusahaan dan para pekerja.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program hilirisasi komoditas unggulan daerah berjalan optimal dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan itu, Gubernur meninjau secara langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari proses perebusan pinang selama sekitar dua jam, pengeringan menggunakan oven selama empat hari, hingga proses pendinginan sebelum produk siap dipasarkan.

Baca Juga:  PSLA Sicincin Kemungkinan ke Semifinal, Tokoh Ranah Minang Arisal Aziz Beri Bonus

Menurut pihak perusahaan, hasil olahan pinang yang diproduksi PT Maju Kolpin Sejahtera telah menembus pasar ekspor, terutama ke Vietnam. Di negara tersebut, pinang digunakan sebagai salah satu bahan baku industri makanan dan produk olahan berbasis pinang.

Mahyeldi menegaskan bahwa pengembangan industri pengolahan berbasis komoditas lokal merupakan langkah strategis yang harus terus didorong. Selama ini, banyak hasil pertanian Indonesia yang dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambah terbesar justru dinikmati oleh negara pengimpor yang mengolahnya menjadi produk jadi.

“Hilirisasi menjadi sangat penting karena mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing daerah, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mengapresiasi para investor yang menanamkan modalnya di daerah ini, khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota,” kata Mahyeldi.

Ia menambahkan, kehadiran industri pengolahan pinang tersebut tidak hanya memperkuat posisi pinang sebagai salah satu komoditas unggulan Sumatera Barat, tetapi juga mendukung visi pembangunan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai kawasan agrobisnis dan agroindustri yang berdaya saing.

Menurut Mahyeldi, keberadaan pabrik ini memberikan kepastian pasar bagi petani pinang karena mampu menyerap hasil panen dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Dengan adanya pasar yang jelas dan berkelanjutan, petani memperoleh jaminan harga yang lebih baik dibandingkan jika hanya menjual produk dalam bentuk bahan mentah kepada tengkulak atau pedagang perantara.

Baca Juga:  Pastikan Pembangunan JUT di Pasaman Berjalan Lancar, Anggota DPRD Sumbar Khairuddin Simanjuntak Turun ke Lapangan

Selain itu, industri pengolahan pinang juga memberikan dampak sosial yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja.

Saat ini, sekitar 600 tenaga kerja terlibat dalam aktivitas produksi di PT Maju Kolpin Sejahtera. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen merupakan masyarakat lokal Kabupaten Limapuluh Kota.

“Inilah investasi yang kita harapkan. Tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, menyampaikan bahwa kehadiran PT Maju Kolpin Sejahtera telah memberikan dampak positif bagi petani pinang di daerah tersebut.

“Dengan adanya industri pengolahan dan pasar yang jelas, nilai ekonomi hasil panen masyarakat menjadi lebih stabil dan meningkat. Petani memiliki kepastian untuk menjual hasil produksinya,” kata Ahlul.

Ia berharap kolaborasi antara investor, pemerintah nagari, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi dapat terus dipertahankan. Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan sektor industri pengolahan berbasis komoditas lokal.

Memahami Hilirisasi

Istilah hilirisasi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak pemerintah pusat menjadikannya sebagai salah satu strategi pembangunan ekonomi nasional. Kebijakan ini banyak mendapat perhatian setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel mentah dan mendorong pembangunan industri pengolahan nikel di dalam negeri.

Secara sederhana, hilirisasi adalah proses meningkatkan nilai tambah suatu komoditas melalui kegiatan pengolahan dan pemrosesan sebelum dipasarkan atau diekspor. Dengan kata lain, sumber daya alam tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, tetapi terlebih dahulu diolah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Baca Juga:  Harga Sawit di Sumbar Anjlok, Anggota DPR RI Rahmat Saleh Minta Negara Hadir Lindungi Petani

Kementerian Perindustrian mendefinisikan hilirisasi sebagai upaya memperpanjang rantai nilai industri melalui pengolahan bahan baku menjadi produk yang lebih bernilai. Strategi ini bertujuan meningkatkan daya saing, memperkuat struktur industri nasional, mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam konteks pertanian, hilirisasi dapat dilakukan melalui pembangunan industri pengolahan hasil perkebunan, pertanian, perikanan, maupun peternakan. Dengan adanya proses pengolahan, petani tidak hanya memperoleh keuntungan dari penjualan bahan baku, tetapi juga menikmati nilai tambah yang tercipta dari produk olahan.

Bagi daerah seperti Sumatera Barat yang kaya akan komoditas pertanian dan perkebunan, hilirisasi menjadi peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Selain meningkatkan pendapatan petani, strategi ini juga mampu menarik investasi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan penerimaan daerah.

Karena itu, keberadaan industri pengolahan pinang seperti PT Maju Kolpin Sejahtera dinilai menjadi contoh konkret bagaimana hilirisasi dapat dijalankan di tingkat daerah. Jika model serupa diterapkan pada komoditas unggulan lainnya, Sumatera Barat berpotensi menjadi salah satu pusat agroindustri yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi untuk pasar nasional maupun internasional. (eko)

 

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.