Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Daerah

Ekonomi Bangkit, Pemkab Pasaman Pacu Transformasi Infrastruktur Hingga Pelosok

×

Ekonomi Bangkit, Pemkab Pasaman Pacu Transformasi Infrastruktur Hingga Pelosok

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Kabupaten Pasaman memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan melalui program "Transportasi Lancar, Ekonomi Tumbuh" guna membuka keterisolasian wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat nagari hingga pelosok.
  • Pemkab Pasaman mengalokasikan anggaran pembangunan jalan sebesar Rp41 miliar pada tahun 2026 untuk meningkatkan kemantapan jalan kabupaten menjadi 57,77 persen, melanjutkan tren positif stabilitas infrastruktur dari tahun-tahun sebelumnya.
  • Percepatan pembangunan ini didukung oleh kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat melalui kucuran dana gabungan puluhan miliar rupiah untuk program rekonstruksi jalan strategis, pemeliharaan rutin, serta pembangunan jembatan.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Lubuk Sikaping, Khazminang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman dibawah kepemimpinan duet Welly Suhery dan H. Parulian menjadikan pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi strategi membangkitkan ekonomi rakyat dari nagari hingga pelosok terpencil.

Melalui program unggulan “Transportasi Lancar, Ekonomi Tumbuh”, akses yang selama ini terisolasi mulai dibuka, dengan harapan jangka panjang agar distribusi hasil pertanian dipercepat, biaya transportasi ditekan, dan pelayanan pendidikan serta kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dalam strategi kebijakannya, pola ini difokuskan agar pembangunan diarahkan pada pemerataan konektivitas antarwilayah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Pasaman. 

Dengan dukungan RPJMD 2025–2029 dan regulasi penetapan ruas jalan kabupaten, pemerintah daerah ingin memastikan setiap pembangunan infrastruktur benar-benar memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan warga.

Program ini juga dipandang sebagai langkah transformasi besar Pasaman menuju daerah yang lebih maju, di mana jalan mantap menjadi urat nadi kebangkitan ekonomi masyarakat, terutama bagi petani, pelaku UMKM, dan warga di kawasan terpencil.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Pasaman terus memperkuat jaringan transportasi demi memperlancar konektivitas antar kecamatan hingga membuka jalur strategis menuju kabupaten tetangga. 

“Infrastruktur jalan diyakini menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi sektor pertanian, perdagangan, pendidikan, dan pelayanan dasar lainnya,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Choiruddin Batubara saat jumpa pers di Ruang Media Center, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pasaman, Selasa (19/5/2026).

Dikatakan Choiruddin, Langkah besar itu diawali dengan penguatan regulasi melalui pemutakhiran Surat Keputusan jalan kabupaten yang kini mencakup legalitas pengelolaan sebanyak 317 ruas jalan dengan total panjang mencapai 795,918 kilometer. 

Hasilnya pun mulai terlihat nyata. Berdasarkan survei PKRMS, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Pasaman terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2023, kemantapan jalan berada di angka 53,27 persen, kemudian meningkat menjadi 55,77 persen pada tahun 2024. 

Memasuki tahun 2025, capaian tersebut tetap mampu dipertahankan secara stabil di angka 55,11 persen, meski daerah dihadapkan pada tantangan pascabencana alam serta kebijakan efisiensi anggaran.

“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman mampu menjaga stabilitas pembangunan infrastruktur di tengah berbagai keterbatasan,” ujarnya.

Choiruddin menyampaikan, komitmen peningkatan kualitas jalan pun terus menjadi prioritas utama demi menghadirkan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga:  Reses ke Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, M. Yasin Jaring Banyak Aspirasi Masyarakat

Tak berhenti di situ, memasuki tahun 2026 Pemkab Pasaman kembali menyiapkan lompatan besar dengan mengalokasikan anggaran pembangunan jalan hingga sekitar Rp41 miliar. Anggaran tersebut ditargetkan mampu meningkatkan tingkat kemantapan jalan kabupaten menjadi 57,77 persen.

Kekuatan pembangunan infrastruktur Pasaman juga semakin kokoh berkat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Melalui koordinasi aktif dan kolaborasi lintas pemerintahan, Pemprov Sumbar siap mengucurkan total anggaran gabungan sebesar Rp52,6 miliar untuk berbagai program rekonstruksi jalan dan jembatan serta pemeliharaan rutin ruas jalan strategis provinsi.

Beberapa ruas vital yang menjadi prioritas penanganan di antaranya adalah ruas Padang Sawah–Kumpulan, ruas Simpang Tanjung Air–Muaro Sei Lolo Gelugur, serta ruas Panti–Simpang Empat melalui dukungan dana TKD.

Selain itu, kolaborasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional juga berhasil menghadirkan program Inpres Jalan Daerah Tahun 2026. Melalui program tersebut, pembangunan besar akan dilaksanakan pada ruas Simpang III Rumbai–Muara Tais dengan nilai anggaran mencapai Rp34,06 miliar dan panjang penanganan sepanjang 7,42 kilometer.

Tak hanya itu, percepatan penanganan ruas Lanai–Batang Kundur sepanjang 4 kilometer juga tengah dipersiapkan dengan alokasi anggaran mencapai Rp20 miliar.

Sementara Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Djoko Rifanto mengtakan, seluruh capaian dan percepatan pembangunan tersebut tidak lepas dari kuatnya koordinasi dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Balai Jalan Nasional, anggota DPRD Provinsi, hingga anggota DPR RI dalam mengawal percepatan anggaran pusat masuk ke daerah.

Program “Transportasi Mantap, Ekonomi Tumbuh” kini mulai dirasakan langsung manfaatnya seperti pembangunan dan pengaspalan ruas jalan Sungai Ranyah Hilir menuju Lubuk Layang yang telah dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut,” ujarnya.

Ia mengatakan Jalan tersebut kini menjadi akses penting penghubung Kecamatan Rao Utara dan Rao Selatan yang sangat membantu aktivitas ekonomi serta pendidikan masyarakat.

“masyarakat sangat berterima kasih atas pembangunan pengaspalan jalan tersebut, Jalan itu membuka akses ekonomi dan pendidikan masyarakat, harapannya dapat melanjutkan pengaspalan sekitar 900 meter lagi yang masih rusak,” ujar Djoko Rifanto.

Dikatakan Djoko Rifanto, dengan semangat pembangunan yang terus bergerak maju, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas PUPR terus menghadirkan infrastruktur transportasi yang mantap demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga ke pelosok nageri dan kejorongan.

Baca Juga:  Akhiri Masa Reses, Anggota DPRD Sumbar Ali Muda Tinjau Sungai Batang Naliak Kaciak Pasaman

Djoko Rifanto juga menyampaikan jika Berbagai langkah percepatan pembangunan infrastruktur terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Pasaman demi membuka keterisolasian wilayah, memperkuat konektivitas antar nagari, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga ke pelosok daerah. 

Di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery, pembangunan jalan, jembatan, drainase hingga transportasi perintis dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat.

Salah satu upaya strategis dilakukan melalui rekonstruksi Jalan Silang IV–Lanai yang disertai pengalihan trase serta pembangunan drainase. Proyek yang didukung dana Banpres tersebut menjadi jawaban atas keresahan masyarakat akibat longsor yang memutus akses jalan. Aspirasi warga akhirnya diwujudkan pemerintah melalui penanganan langsung di lapangan.

“Masyarakat Jorong Bandar Padang, Pembangunan, Jorong Sinuangon, Jorong Batang Kundur dan Jorong Pembangunan sangat berterimakasih,” kata Djoko Rifanto.

Ia juga menyampaikan tidak hanya itu, pemeliharaan Ruas Jalan Watas–Simpang juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dengan anggaran sebesar Rp198,8 juta, penanganan dilakukan melalui pembuangan material longsor, normalisasi saluran air, hingga packing badan jalan agar akses transportasi tetap aman dilalui masyarakat. 

Jalur ini diketahui merupakan akses alternatif penting yang menghubungkan Kabupaten Pasaman menuju Kota Padang melalui ruas provinsi Kumpulan–Padang Sawah.

Selain itu, pembangunan kembali Jembatan Aia Sonik pada ruas Pasar Mapun–Simpang KKN, jembatan ini sebelumnya mengalami kerusakan sehingga mengganggu aktivitas warga.

Tidak itu saja, Djoko Rifanto juga menyampaikan jika pemerintah juga terus memperkuat akses masyarakat di wilayah terpencil melalui pembangunan Jembatan Gantung Equator pada ruas Equator–Sungai Limau, Kecamatan Bonjol.

Jembatan tersebut menjadi akses vital masyarakat menuju pusat pemerintahan dan fasilitas pendidikan. Pembangunannya dilakukan oleh TNI AD melalui program Presiden untuk pembangunan 300 ribu jembatan pejalan kaki di seluruh Indonesia.

Begitu juga pembangunan Jembatan Bailey Kampuang Tongah–Muara Tais juga menjadi solusi penting bagi mobilitas masyarakat. Jembatan yang dibangun TNI tersebut ini menjadi jalur utama penghubung masyarakat menuju pusat pemerintahan, sekolah, hingga jalur distribusi logistik hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.

Komitmen pemerintah membuka keterisolasian daerah juga terlihat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025–2026 pada Ruas Simpang III Rumbai–Muara Tais. Penanganan sepanjang 7,42 kilometer itu menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama puluhan tahun kesulitan mengakses wilayah mereka.

Baca Juga:  Meski Hujan, Anggota DPRD Sumbar Ali Muda Tetap Semangat Tampung Aspirasi Warga Nagari Padang Metinggi

Saat ini, masyarakat Nagari Muaro Tais sangat bersyukur. Setelah puluhan tahun akses jalan dari Jorong Rumbai menuju Muara Tais sangat sulit bahkan tidak bisa ditempuh kendaraan roda dua maupun roda empat. Dulu hasil karet masyarakat dibawa menggunakan kuda beban. 

Pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga aktif melakukan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. 

Dalam rapat koordinasi tersebut dibahas dukungan dana pusat melalui Inpres Jalan Daerah, DAK, hingga DBH Sawit, termasuk percepatan pembangunan Jalan dan Jembatan Bidan Dona yang menghubungkan Lanai–Batang Kundur–Sinuangon.

Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun terus diperkuat. Dalam rapat koordinasi bersama Pemprov Sumbar, dibahas percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di wilayah Pasaman.

Bahkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dikabarkan mengalokasikan anggaran sekitar Rp52 miliar pada tahun 2026 untuk pembangunan dan perbaikan jalan rusak akibat bencana alam di Kabupaten Pasaman.

Di sisi lain, peningkatan Ruas Jalan Simpang Tanjung Air–Sei Lolo–Gelugur tahun 2025 dengan anggaran Rp8,1 miliar juga mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sebagai bentuk respon cepat terhadap bencana, Bupati Pasaman juga turun langsung meninjau berbagai infrastruktur rusak di Kecamatan Simpati dan Kecamatan Bonjol.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan dan akses masyarakat tetap berjalan.Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga memperkuat aspek keselamatan transportasi melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Perhubungan. 

Salah satunya melalui layanan angkutan perintis rute Pasaman–Lubuk Sikaping–Panti–Simpang Empat Pasaman Barat yang hadir untuk membantu mobilitas masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga memasang delapan unit lampu penerangan jalan LED pada ruas Kumpulan–Padang Sawah tahun anggaran 2025 guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.

“Dengan transportasi yang aman, jalan yang terang dan sistem lalu lintas yang tertata, maka mobilitas masyarakat dan distribusi barang akan semakin lancar. Kondisi ini akan mendorong peningkatan produktivitas, mempercepat aktivitas perdagangan, menarik investasi serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya. (yunefrizal)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.