Bukittinggi, khazminang.id- Upaya pelestarian budaya Minangkabau melalui Pagelaran Alek Permainan Anak Nagari Kurai Bukittinggi Tahun 2026, Jumat-Sabtu (15-16/5/2026) berlangsung meriah di Lapangan Wirabraja, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Kegiatan ini didukung penuh melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Sumatera Barat, Hj. Nurna Eva Karmila,B.Sc sebagai implementasi nyata Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, S.TP Sutan Saidi menyampaikan apresiasi kepada ibu Nurna Eva Karmila atas dukungan dan konsistensinya mengangkat kegiatan budaya rakyat tersebut.
Menurut Ibnu Asis bahwa Bukittinggi sebagai kota wisata membutuhkan lebih banyak atraksi budaya agar wisatawan memiliki pengalaman yang beragam selama berkunjung.
Objek wisata di Bukittinggi perlu terus menghadirkan inovasi dan atraksi seperti ini sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan dan betah untuk singgah lebih lama,” ujarnya.
Sementara itu, Nurna Eva Karmila menegaskan bahwa dukungan pokok pikiran DPRD Sumatera Barat terhadap kegiatan ini merupakan bentuk komitmen menjaga identitas budaya Minangkabau di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan modernisasi telah membuat sebagian generasi muda mulai menjauh dari akar budaya dan sejarah daerahnya sendiri. Karena itu, kegiatan budaya berbasis masyarakat seperti Alek Permainan Anak Nagari sangat penting untuk membangun kembali kecintaan generasi muda terhadap adat dan tradisi.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum positif agar generasi muda kembali mengenal sejarah, adat istiadat, dan budaya Minangkabau.” Selain sebagai benteng budaya, kegiatan tersebut juga dinilai memiliki dampak strategis terhadap sektor pariwisata Kota Bukittinggi, jelasnya.
Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah., SP. MSM Datuak Marajo dalam sambutannya menyebut kegiatan Alek Permainan Anak Nagari bukan sekadar hiburan tradisional, namun merupakan bagian penting membangun identitas budaya generasi muda Minangkabau.
“Kegiatan ini adalah salah satu upaya mendorong budaya kearifan lokal / Civil Society yang ada di kebudayaan kita. Siapa lagi yang akan mengangkat kalau bukan kita? Melalui Dinas Kebudayaan, kita harus terus menjaga nilai-nilai luhur ini,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, permainan tradisional yang diwariskan turun-temurun memiliki nilai pendidikan, sportivitas, kebersamaan hingga pembentukan karakter sosial anak nagari.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong agar olahraga dan kesenian tradisional yang telah disertifikasi nantinya dapat diperlombakan secara berjenjang mulai tingkat Nagari, Kabupaten/Kota hingga Provinsi pada tahun 2028 mendatang.
Mahyeldi juga mengapresiasi keterlibatan penuh unsur niniak mamak Kurai Limo Jorong dalam kepanitiaan acara. Menurutnya, pelibatan tokoh adat menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat adat sebagai pemilik nilai-nilai tradisi tersebut, ungkapnya.
Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Dedi Patria,SH.MH Datuak Mangkuto Sutan mengatakan kegiatan yang telah memasuki tahun ketiga ini bertujuan menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan generasi muda.
“Anak-anak sekarang banyak yang tidak lagi mengenal permainan tradisional bahkan ada yang sama sekali belum pernah melihatnya. Karena itu kita ingin mengulang kembali warisan budaya yang dulu hidup di tengah masyarakat,” ungkap Dedi Patria Datuak Mangkuto Sutan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 orang peserta berasal dari pelajar se-Kota Bukittinggi itu mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah karena dinilai menjadi langkah nyata menjaga warisan budaya di tengah derasnya pengaruh digitalisasi dan modernisasi.
Beragam permainan tradisional khas Minangkabau ditampilkan dalam alek budaya tersebut, menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus edukasi budaya bagi ribuan pelajar yang hadir.
Pagelaran Alek Permainan Anak Nagari Kurai Bukittinggi 2026 pun menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, legislatif, tokoh adat dan masyarakat mampu menghadirkan gerakan pelestarian budaya yang hidup, edukatif, dan relevan bagi generasi muda Sumatera Barat masa kini. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






