Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Tiga Orang Warga Kabupaten Agam Penyandang Disabilitas Ikuti Pelatihan Vokasional di Bogor

×

Tiga Orang Warga Kabupaten Agam Penyandang Disabilitas Ikuti Pelatihan Vokasional di Bogor

Sebarkan artikel ini
Dari ki-ka, Rori Rofia Dinata, Muhammad Rauf, Habbynusa Fernanda Kifli
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Kabupaten Agam memfasilitasi tiga penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan vokasional di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Bogor, guna mendorong kemandirian dan akses kerja inklusif.
  • Para peserta akan menjalani pelatihan intensif di bidang layanan digital, desain grafis, dan komputer dengan peluang penyaluran kerja ke instansi BUMN maupun sektor swasta.
  • Inisiatif yang didukung oleh pendanaan Baznas Agam ini bertujuan untuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh hak dan kesempatan yang setara dalam aspek pendidikan serta pekerjaan tanpa diskriminasi.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Lubuk Basung, khazminang.id- Komitmen Pemerintah Kabupaten Agam dalam membuka jalan kemandirian bagi penyandang disabilitas melalui program pelatihan dan akses kerja yang inklusif. Hal ini diwujudkan secara nyata dengan memberangkatkan tiga orang warga disabilitas untuk mengikuti pelatihan vokasional di Sentra Terpadu Kementerian Sosial Inten Soeweno, Bogor.

Adapun ketiga orang tersebut yang diberangkatkan berasal dari latar belakang disabilitas dan Kecamatan berbeda, yaitu, Habbynusa Fernanda Kifli, penyandang tunadaksa asal Kecamatan Palembayan, mengikuti pelatihan contact center dan pelayanan berbasis digital. Muhammad Rauf, penyandang rungu wicara dari Kecamatan Ampek Koto, mengikuti pelatihan desain grafis dan Rori Rofia Dinata, penyandang tunadaksa asal Kecamatan Lubuk Basung, mengikuti pelatihan komputer.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, mengatakan ketiga peserta akan menjalani pelatihan berbasis asrama selama enam bulan atau lebih, sesuai perkembangan masing-masing. Program tersebut tidak hanya membekali keterampilan praktis, tetapi juga membuka peluang kerja karena peserta berkesempatan difasilitasi masuk ke perusahaan BUMN, swasta, maupun mitra Kementerian Sosial. Kegiatan ini dimulai pada Jumat (1/5/2026), ucapnya.

Baca Juga:  Musprov PSSI Sumbar, Tokoh Politik Medaftar, Tokoh-tokoh Sepakbola Malas Bersaing

Sedangkan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Agam Hasneril didampingi pekerja sosial Hafid di ruang kerjanya Sabtu (2/5/2026) menjelaskan bahwa masing-masing peserta memiliki latar belakang perjuangan yang tidak ringan. Habbynusa harus kehilangan pekerjaan setelah mengalami amputasi kaki akibat penyempitan pembuluh darah, sehingga kesulitan menjalankan fungsi sosialnya.

Rori Rofia Dinata juga mengalami hal serupa setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan amputasi. Kondisi tersebut sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri dan menarik diri dari lingkungan, hingga akhirnya mendapatkan pendampingan intensif dan kembali bangkit.

Dan Muhammad Rauf yang merupakan penyandang rungu wicara sejak lahir, masih menghadapi tantangan dalam interaksi sosial meski telah menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA di SLB. Melalui program ini, Ia diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian, jelas Hasneril.

Lebih lanjut Hasneril menambahkan bahwa program pelatihan vokasional ini diharapkan dapat memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial tanpa diskriminasi. Ia mengatakan, seluruh biaya keberangkatan peserta turut dibantu oleh Baznas Kabupaten Agam. (Heppy)

Baca Juga:  Pedagang Pasar Gaung Andalkan BRILink Yevva Syofyan untuk Dapatkan Kredit UMi

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.