Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Politik

Seiring Musrenbang RKPD 2027, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ingatkan Pentingnya Sinergi dan Efektivitas

×

Seiring Musrenbang RKPD 2027, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ingatkan Pentingnya Sinergi dan Efektivitas

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Sumbar, Drs. H. Muhidi, MM
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan Musrenbang RKPD 2027 guna menyusun arah kebijakan pembangunan di tengah keterbatasan ruang fiskal akibat ketidakpastian ekonomi global serta tingginya beban anggaran untuk pemulihan pascabencana tahun 2025.
  • RKPD Sumbar 2027 menetapkan tiga fokus utama, yakni akselerasi transformasi ekonomi, inklusi sosial, dan ketahanan pangan yang akan diimplementasikan melalui penguatan sektor pertanian, pariwisata berbasis budaya, serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Nagari Creative Hub.
  • DPRD Sumatera Barat menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan asli daerah melalui sektor perpajakan serta efisiensi belanja daerah yang diprioritaskan untuk mitigasi bencana, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terukur.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Musrenbang RKPD 2027 sebagai forum strategis untuk menyusun arah kebijakan pembangunan daerah sekaligus menyelaraskan program prioritas dengan kebijakan nasional dan kebutuhan riil masyarakat, Rabu (8/4/2026).

Ketua DPRD Sumbar, Muhidi secara tegas mengingatkan, perencanaan pembangunan tahun 2027 tidak bisa lagi dilakukan dengan pola biasa, karena ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik telah memberi tekanan serius terhadap APBN, yang berimbas langsung pada kemampuan keuangan daerah.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Ruang fiskal kita semakin sempit. Ini menuntut kecermatan, inovasi, dan keberanian dalam mengambil terobosan kebijakan,” ujar Muhidi.

Ditambahkannya, di saat bersamaan, Sumbar masih dibayangi kebutuhan besar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana hidrometeorologis 2025. Dari total kerugian Rp33,5 triliun, kebutuhan anggaran pemulihan diperkirakan mencapai Rp22 triliun—angka yang menjadi tantangan berat bagi pemerintah daerah.

“Kondisi ini membuat sinergi lintas sektor menjadi harga mati. Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga dunia usaha dan masyarakat diminta bergerak bersama untuk menjaga stabilitas pembangunan,” ujarnya.

Baca Juga:  Masyarakat Terlihat Antusias, Anggota DPRD Sumbar Irsyad Syafar Serap Aspirasi Warga Padang Tiakar Payakumbuh

Secara nasional, RKP 2027 memasuki fase percepatan peletakan fondasi transformasi dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi berkualitas berbasis produktivitas, investasi, dan industrialisasi. 

Selaras dengan itu, RKPD Sumbar 2027 mengusung tiga fokus utama: akselerasi transformasi ekonomi, inklusi sosial, dan ketahanan pangan.

“Arah ini akan diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian, transformasi ekonomi nagari, pengembangan industri kecil, serta pariwisata berbasis budaya lokal,” katanya.

Namun, DPRD menegaskan bahwa strategi tidak cukup hanya pada program, tetapi juga pada kekuatan fiskal. Optimalisasi Pajak Air Permukaan menjadi sumber PAD sekaligus instrumen pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, kemudian mendorong pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

“Selain itu, kebijakan opsen pajak dinilai strategis untuk memperkuat hubungan fiskal antara provinsi dan daerah. Meski demikian, implementasi kebijakan ini menuntut integrasi data, digitalisasi sistem, serta pengawasan yang konsisten,” ujarnya.

Dari sisi belanja, DPRD menekankan pentingnya efektivitas anggaran. Setiap alokasi harus tepat sasaran dan berdampak nyata, terutama untuk pemulihan pascabencana dan penguatan ekonomi masyarakat. 

“Prioritas pembangunan diarahkan pada penguatan ekonomi berbasis nagari melalui Program Nagari Creative Hub, peningkatan kualitas SDM, serta pengembangan sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, dan UMKM,” katanya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sumbar Ali Muda: Kabupaten Pasaman Barat Miliki Potensi Besar di Bidang Perkebunan

Tak kalah penting, tukuknya, penguatan ketahanan bencana dan perlindungan lingkungan menjadi agenda strategis di tengah meningkatnya potensi risiko bencana di Sumbar. RKPD 2027 harus menjadi dokumen yang realistis, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu ia juga berharap, Musrenbang ini dapat menghasilkan kebijakan yang implementatif dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.