Bukittinggi, khazminang.id- Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Balairuang rumah dinas Wali Kota. Kamis (26/3/2026).

Dalam Musrenbang ini, Kepala Bappelitbangda Kota Bukittinggi, Ade Mulyani, SE, M.Si., menjelaskan, proses penyusunan RKPD Kota Bukittinggi Tahun 2027, telah diawali dengan pelaksanaan tahapan persiapan penyusunan RKPD, salah satunya pelaksanaan kick off meeting penyusunan RKPD Tahun 2027 yang dilaksanakan pada tanggal 9 Januari tahun 2026 lalu. Selanjutnya telah dilaksanakan juga Forum Konsultasi Publik terhadap rancangan awal RKPD Tahun 2027 pada tanggal 12 Februari 2026, kemudian pelaksanaan Musrenbang tingkat tingkat Kecamatan pada tanggal 5 hingga 9 Maret 2026.
Musrenbang RKPD ini dilaksanakan untuk membahas prioritas daerah tahun 2027 guna mendapatkan masukan dan saran untuk penyempurnaan rancangan RKPD Kota Bukittinggi tahun 2027. Sehingga nanti disepakati hal-hal yang nantinya menjadi prioritas pembangunan Kota Bukittinggi pada tahun 2027.
Pembahasan serta kesekapatan yang dicapai nantinya, juga meliputi penyelarasan program dan kegiatan pembangunan Kota Bukittinggi dengan sasaran dan prioritas pembangunan Provinsi Sumatera Barat dan Nasional, sesuai dengan tema rencana kerja yang telah ditetapkan.
“Bappelitbangda telah menghimpun usulan pembangunan yang dihimpun dari setiap tahapan penyusunan RKPD tahun 2027, yaitu, belanja wajib dan mengikat Tahun 2027 yang perlu anggaran sebesar Rp657 miliar lebih, belanja 162 usulan Kelurahan dan musrenbang Kecamatan yang butuh anggaran sebesar Rp35 miliar lebih, belanja prioritas daerah yang membutuhkan anggaran sebesar Rp196 miliar lebih dan belanja pokok pikiran DPRD,” ungkapnya.

Sedangkan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menyampaikan perencanaan yang matang, sinergi lintas sektor, serta inovasi menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini perlu didukung dengan perencanaan yang terarah, terukur dan terintegrasi melalui penetapan prioritas pembangunan, penyelarasan program lintas sektor, serta penguatan peran seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong akselerasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Keunggulan dan potensi masing-masing daerah jika disinergikan secara terintegrasi akan mendorong perekonomian daerah ke level lebih tinggi. Bukittinggi punya potensi luar biasa. Kita telah mempersiapkan langkah percepatan melalui perencanaan yang terarah, terukur dan terintegrasi dengan penetapan prioritas serta penyelarasan program lintas sektor guna memacu pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi, H.Syaiful Efendi, Lc, MA menegaskan, Musrenbang RKPD 2027 bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi pembangunan. DPRD menjalankan fungsi representasi dengan memastikan kebutuhan masyarakat terakomodasi dalam kebijakan, melalui pokok-pokok pikiran yang menjadi landasan strategis agar program pembangunan tepat sasaran, berkualitas dan transparan.
“Empat pilar utama pembangunan meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta infrastruktur dan sarana prasarana publik. Di bidang pendidikan, peningkatan kualitas tidak hanya pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter. Di sektor kesehatan, penguatan SPM dan layanan RSUD menjadi prioritas. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 4,3% pada 2027 seiring penurunan kemiskinan dan pengangguran, didukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, ramah lingkungan dan berkelanjutan.” Ungkapnya.
Syaiful Efendi menambahkan, arah pembangunan Kota Bukittinggi 2025-2029 berlandaskan visi “Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya” yang diwujudkan melalui kolaborasi Pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media dan teknologi. Pembangunan juga harus seimbang antara fisik dan nonfisik, agar kemajuan kota berjalan seiring dengan kesejahteraan dan kualitas mental spiritual masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias, SH menyampaikan RKPD Tahun 2027 merupakan tahun rencana ketiga dari pelaksanaan RPJMD Kota Bukittinggi Tahun 2025-2029. Sesuai dengan tema rencanan pembangunan Kota Bukittinggi untuk tahun 2027, yakni Transformasi Kota Terintegrasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas, program pembangunan akan berfokus kepada serangkaian upaya yang saling terkait dan mendukung terhadap pengembangan kota, yang pada akhirnya akan memberi manfaat kepada peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi yang hendak dicapai adalah pertumbuhan ekonomi yang dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat yang tercermin melalui tingkat kemiskinan yang rendah dan rasio gini yang terjaga. Dengan kondisi tersebut, diharapkan juga akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Kota Bukittinggi.
Kota Bukittinggi memperoleh perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045 yang kemudian dipertegas kembali dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029, Kota Bukittinggi ditetapkan menjadi bagian dari pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif nasional untuk wilayah Sumatera Barat.
Lebih lanjut, Pemerintah Pusat melalui Kemendagri, Kementerian PU, dan Bapenas telah menetapkan Kota Bukittinggi menjadi Kota Pilot Pengembangan Perkotaan Terintegrasi melalui proyek Integrated City Planning (ICP). Melalui proyek ini, telah disusun perencanaan pengembangan kawasan perkotaan Bukittinggi yang difokuskan pada 2 lokasi strategis yaitu Koridor Jalan Sudirman dan Koridor Kawasan Pasar Simpang Aur.
“Sebagaimana amanat RPJPN, dalam kurun waktu kurang lebih 20 tahun ke depan dari sekarang, Kota Bukittinggi diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi regional, sekaligus sebagai episentrum aktivitas kepariwisataan dan perdagangan yang memberikan dampak akselerasi pembangunan bagi Kabupaten dan Kota di sekitarnya,” ungkap Ramlan.
Ramlan Nurmatias melanjutkan, visi Kota Bukittinggi 2025-2029 “Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya” telah dilaksanakan dalam bentuk program prioritas dan program unggulan daerah pada dua tahun ini. Beberapa program prioritas dan program unggulan daerah dalam rangka mencapai visi yang dikelompokan berdasarkan misi daerah, antara lain, misi pertama, meningkatkan kualitas SDM Kota Bukittinggi yang berdaya saing global, berakhlak dan berbudaya, dengan realisasi pemberian seragam sekolah gratis untuk pelajar Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, rehab sejumlah sekolah, pembangunan perpustakaan daerah, surau gemilang, peningkatan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), antar jemput pasien gratis, angkot gratis untuk pelajar, generasi gemilang dan sekolah keluarga gemilang.
Misi kedua, Membangun perekonomian masyarakat yang berkeadilan dengan mengembangkan ekonomi digital yang berbasis pada sektor unggulan pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan dan jasa. Misi Ketiga, Penyelenggaraan event-event untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus diwaktu yang sama bermanfaat meningkatkan kualitas SDM masyarakat Bukittinggi. Misi keempat, mengembangkan sistem perlindungan sosial yang berkeadilan. Misi kelima, mengembangkan tata kelola Pemerintahan yang baik, pungkas Ramlan Nurmatias. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






