Padang, Khazminang.id – Menempuh perjalanan darat yang sangat panjang untuk sampai di kampung halaman, tentu melelahkan. Lalu selama libur Lebaran, tak pula dapat istirahat yang cukup karena bersilaturahmi dengan kerabat dan berwisata mengunjungi berbagai objek wisata menarik di Ranah Minang tak mungkin dilewatkan begitu saja.
Tak mengherankan jika selama libur Lebaran 2026, jalan-jalan utama di Sumatera Barat dipenuhi oleh kendaraan lalu lalang dengan nomor polisi dari berbagai daerah di tanah air. Kendaraan mereka dapat dilihat saat parkir dengan rapi ketika mampir di sejumlah masjid yang berada di pinggir jalan.
“Saat lelah mengemudi, kami singgah di masjid yang kami lewati. Alhamdulillah, mesjidnya bersih dengan fasilitas air bersih yang banyak,” ucap Wilson Saputra, Advokat kondang di Sumbar yang dalam perjalanannya kembali ke Padang sempat singgah di Mesjid Hidayatullah di Lembah Anai dan Mesjid Al Hikmah di Rest Area Tol Kapalo Hilalang Sicincin, Rabu (25/03/2026).

Benar. Mesjid yang berada di sepanjang jalan utama yang dilintasi pemudik merupakan pilihan tepat bagi mereka untuk istirahat. Pemprov Sumbar juga sudah mengeluarkan edaran tentang Penyelenggaraan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, yang mengimbau pengurus masjid dan musalla yang berada di sepanjang jalur mudik agar membuka rumah ibadah tersebut selama 24 jam serta menyediakan fasilitas memadai bagi para musafir.
“Masjid dan mushalla diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik, sekaligus menjadi wujud pelayanan kepada sesama umat Islam yang sedang dalam perjalanan,” jelas gubernur sebelumnya.
Wilson berangkat ke Padang usai Salat Subuh untuk menghindari macet di perjalanan. Di Mesjid Hidayatullah Lembah Anai, dia mampir sejenak sambil menikmati udara pagi yang segar. Masjid itu berdiri tepat di pinggir sungai sehingga suara gemericik air terdengar jelas menyambut kedatangan para pemudik yang mulai bergerak meninggalkan Ranah Minang.
Mesjid Hidayatullah Lembah Anai dibangun oleh seorang pengusaha Padang Panjang, Ali Usman Syuib dibawah bendera Hidayah Grup. Dia membangun masjid di Lembah Anai berawal dari kisah perjalanan darat yang dilaluinya dari Padang Panjang menuju Jakarta beberapa tahun silam. Saat singgah rehat di sejumlah rest area, di situlah timbul niatnya untuk membangun masjid di lokasi tersebut.
Sesaat setelah memarkir kendaraannya, dia menyadari jika hanya kendaraannya saja yang menggunakan nomor polisi wilayah Sumbar (BA). Artinya, semua kendaraan yang parkir itu berasal dari luar Sumbar, ada dari Riau, Medan, Jakarta, Bandung dan dari daerah lainnya.
“Setelah saya perhatikan beberapa saat kemudian, ternyata dari sekian banyak kendaraan yang parkir itu, hanya kendaraan saya dengan nomor polisi BA,” ucap Wilson sambil tertawa.

Para pemudik lainnya terlihat sibuk dengan urusannya masing-masing, mereka membentuk beberapa kelompok. Beberapa orang tertidur di selasar masjid, ada juga yang tidur di dalam mesjid. Nyenyak sekali dan sedikitpun tak terganggu dengan aktivitas lain di sekitarnya. Ada pula yang sibuk dengan ponsel di tangan sambil merekam berbagai momen, saat pagi di kawasan Lembah Anai.
Pemandangan serupa dijumpainya pula di Mesjid Al Hikmah di Rest Area Tol Kapalo Hilalang Sicincin. Para pemudik sepertinya sangat menikmati libur Lebarannya di Ranah Minang. (*)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






