Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
KomunitasPolitik

Reses Ketua DPRD Sumbar di Lubuk Minturun Penuh Aspirasi Terutama  Menyangkut Longsor Hingga UMKM

×

Reses Ketua DPRD Sumbar di Lubuk Minturun Penuh Aspirasi Terutama  Menyangkut Longsor Hingga UMKM

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Sumbar Muhidi berpose dengan warga Lubuk Minturun jelang pertemuan

Padang, Khazminang.id – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Muhidi, MM menegaskan, masa reses merupakan momen penting bagi anggota dewan untuk turun langsung menyerap kebutuhan masyarakat dan mengungkapkan tiga fungsi utama DPRD, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Sebelum pengesahan anggaran, ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari RKPD, rembuk warga di tingkat RW, rakorbang, hingga Musrenbang kecamatan. Semua aspirasi itu kita kawal,” ujar Muhidi di hadapan warga Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah saat menggelar reses di dd daerah itu, Kamis (5/2/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme di Griya Syahlinar itu, warga berbondong-bondong menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga dukungan bagi UMKM.

Dalam pertemuan tersebut, Muhidi mengapresiasi kekompakan masyarakat Lubuk Minturun yang dinilainya menjadi modal utama dalam pembangunan daerah, dimana menurut dia kebersamaan di lingkungan RT, RW, hingga kelurahan menjadi kunci percepatan pembangunan.

“Kalau sudah bersama, tidak ada yang tidak bisa. Insya Allah setiap aspirasi masyarakat sudah kami catat dan tampung. Mana yang menjadi kewenangan DPRD akan kita tindak lanjuti,” tegasnya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sumbar Zuldafri Darma Tekankan Pentingnya Edukasi Tentang Bahaya Narkoba Sejak Dini

Kabar baik pun disampaikan Muhidi kepada warga Perumahan Griya Syahlinar. Ia memastikan pembangunan betonisasi jalan komplek akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026, mengingat pengajuannya telah masuk sejak 2025.

“Untuk betonisasi jalan ini, insya Allah dikerjakan tahun 2026. Aspirasi lainnya akan kita dorong masuk di anggaran 2027,” katanya.

Sementara itu, sesi dialog berlangsung dinamis. Warga menyampaikan sejumlah keluhan dan usulan, di antaranya penanganan longsor pasca bencana hidrometeorologi yang menyebabkan akses jalan dan drainase terputus. 

Warga juga berharap adanya bantuan bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor perikanan.

Tak hanya itu, kreativitas warga turut mencuri perhatian. Salah seorang warga memperkenalkan produk bakso rumahan khas Griya Syahlinar (GSR) yang diharapkan mendapat dukungan pembinaan agar bisa berkembang. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.