×

Iklan


Wali Nagari Muaro Paneh Angkat Bicara soal 'Mobil Ambulans Dipakai untuk Pergi Fitnes'

09 Jun 2021 | 17:03:45 WIB Last Updated 2021-06-09T17:03:45+00:00
    Share
iklan
Wali Nagari Muaro Paneh Angkat Bicara soal \
Wali Nagari Muaro Paneh, Ferry Effendi.

Padang, Khazminang.id-- Ferry Effendi, selaku Wali Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, angkat bicara terkait pemberitaan dirinya menggunakan mobil ambulans nagari untuk pergi latihan fitnes.

Ia membantah apa yang dikatakan Bupati Solok, Epyardi Asda yang menyebut dirinya tidak meminjamkan mobil ambulans kepada warga yang berlawanan dengannya, baik secara pribadi, keluarga dan sebagai Kepala Pemerintahan Nagari Muaro Paneh.

"Selaku Wali Nagari, saya mengkoreksi beberapa poin penting. Pertama, tidak benar apa yang disampaikan oleh Bupati Solok, Epyardi Asda bahwa saya selaku Wali Nagari tidak meminjamkan mobil ambulans kepada warga yang berlawanan dengan saya, baik secara pribadi, keluarga dan sebagai Kepala Pemerintahan Nagari Muaro Paneh," kata dia kepada Khazminang.id, Rabu (9/6).

    Dia juga mengaku siap dipertemukan dengan masyarakat yang merasa atau pernah dirugikan dengan tidak meminjamkan mobil ambulans. Menurutnya, ini hanyalah fitnahan keji terhadap dirinya.

    "Saya siap dipertemukan dengan masyarakat yang merasa atau pernah dirugikan dengan tidak meminjamkan mobil ambulans dan ini saya rasakan sangat merugikan dan menyerang nama baik secara pribadi, keluarga dan selaku walinagari," kata dia.

    Baca Juga: (Mobil Ambulans Dipakai Wali Nagari untuk Pergi Fitnes, Bupati Solok Geram )

    Kemudian, dirinya juga membantah tuduhan Bupati bahwa dia sok-sokan dan petantang-petenteng di nagari, jika dikaitkan dengan menggunakan mobil ambulans.

    "Tidak benar adanya tuduhan saya sok-sokan dan petantang-petenteng di nagari jika dikaitkan dengan menggunakan mobil ambulans. Dipandang perlu saya menjelaskan kronologis secara jujur dan terbuka saat menggunakan mobil operasional ambulans ketika mengikuti olahraga fitnes tersebut," bebernya.

    Dirinya menceritakan, dalam seminggu di luar jam kerja, ia berolahraga fitnes sebanyak enam kali dalam durasi waktu 1 hingga 2 jam untuk sekali kunjungan.

    "Seperti biasa untuk menuju tempat fitness menggunakan kendaraan roda dua, hanya saja pada saat itu cuaca dalam kondisi gerimis maka saya menggunakan mobil ambulans tersebut," sebutnya.

    Pada akhirnya, kata dia, mobil operasional ambulans itu ditarik oleh Bupati Solok. Naifnya, akibat perbuatannya, seluruh ambulans di pemerintahan nagari lainnya juga ikut ditarik.

    "Ini sangat merugikan masyarakat banyak. Idealnya, cukup saya yang dipanggil dan diproses oleh bupati ketika saya dianggap melanggar sesuai  aturan dan ketentuan yang berlaku. Kenapa harus nagari-nagari lain pula kena imbasnya? Ini suatu tindakan bupati yang tidak bijak dan populer di tengah masyarakat," pungkasnya. (red)