Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Terima Audiensi Bupati Solsel, Sekda Sumbar: Periode 2026–2028, Rp 18 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana

×

Terima Audiensi Bupati Solsel, Sekda Sumbar: Periode 2026–2028, Rp 18 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyelaraskan rencana pembangunan tahun 2027 bersama pemerintah kabupaten/kota guna mengakselerasi transformasi ekonomi, inklusi sosial, dan ketahanan pangan regional.
  • Pemerintah pusat berkomitmen menyalurkan dana pemulihan pascabencana sebesar Rp18 triliun secara bertahap untuk periode 2026–2028 guna mengatasi kerusakan infrastruktur di Sumatera Barat yang mencapai Rp33,55 triliun.
  • Pemprov Sumbar mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,4 miliar pada tahun 2026 untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Solok Selatan, dengan prioritas pada proyek Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar tengah menyiapkan akselerasi pembangunan tahun 2027 antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Agar nantinya pembangunan itu berjalan lebih efektif dan saling mendukung, maka sebelumnya perlu dilakukan harmonisasi program.

“Pemerintah provinsi hadir untuk memfasilitasi dan mengayomi seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat. Berbagai usulan yang menjadi kebutuhan daerah akan kita tampung dan sesuaikan dengan rencana pembangunan provinsi, prioritas program, serta kemampuan anggaran yang tersedia,” ujar Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi saat menerima Bupati Solok Selatan Khairunas dan jajaran, di ruang rapat Istana Gubernuran, Padang, Selasa (9/6/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Arry juga memaparkan kondisi Sumbar pascabencana hidrometeorologi  pada akhir tahun 2025. Menurutnya, bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, tetapi juga memberi tekanan besar terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah diajukan kepada pemerintah pusat, total kerusakan dan kerugian akibat bencana mencapai Rp33,55 triliun, sementara kebutuhan anggaran pemulihan mendesak tercatat sebesar Rp21,44 triliun.

Baca Juga:  Punya Rumah dengan Status HGB? Kini Bisa Naik Jadi SHM dengan Mudah

Untuk mendukung proses pemulihan tersebut, pemerintah pusat telah memberikan komitmen pendanaan sekitar Rp18 triliun yang akan dialokasikan secara bertahap pada periode 2026–2028. Selain itu, dukungan juga diberikan melalui penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026, Kabupaten Solok Selatan memperoleh tambahan dukungan anggaran sebesar Rp80,9 miliar.

Saat ini Pemprov Sumbar telah mengalokasikan berbagai kegiatan pembangunan di Solok Selatan dengan total nilai sekitar Rp7,4 miliar melalui sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, Dinas Pangan, serta Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Salah satu program prioritas yang sudah mulai dikerjakan pada tahun 2026 ini adalah pembangunan ruas Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dengan alokasi anggaran tahap awal sebesar Rp4,3 miliar. Menurut Arry, pembangunan ruas tersebut menjadi langkah awal untuk membuka akses yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat.

“Pembangunan ruas jalan ini kita mulai sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi untuk membuka akses yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ke depan, ruas ini akan menjadi salah satu prioritas pembangunan guna meningkatkan konektivitas Solok Selatan dengan daerah sekitarnya,” katanya.

Baca Juga:  Rapat Kerja Pansus III Soroti Pembangunan dan Lingkungan Hidup

Selain pembangunan jalan, Pemprov Sumbar juga mengalokasikan sekitar Rp2,9 miliar untuk rehabilitasi infrastruktur irigasi, meliputi rehabilitasi Irigasi Bandar Bangko, rehabilitasi jaringan irigasi Bandar Bangko, serta rehabilitasi jaringan irigasi Sawah Padang guna mendukung produktivitas sektor pertanian masyarakat.

“Kemudian juga ada sejumlah program lainnya. Secara akumulasi total anggaran keseluruhannya mencapai Rp7,4 miliar,” ungkap Arry.

Terkait arah pembangunan tahun 2027, Arry menyampaikan Pemprov Sumbar telah menetapkan tema pembangunan “Akselerasi Transformasi Ekonomi, Inklusi Sosial dan Ketahanan Pangan” yang akan diwujudkan melalui berbagai fokus pembangunan, di antaranya peningkatan produktivitas pertanian, transformasi ekonomi desa berbasis koperasi dan BUMNag, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, peningkatan akses layanan dasar, pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu Bupati Solok Selatan, Khairunas menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemprov Sumbar terhadap pembangunan daerahnya. Ia berharap pembangunan ruas Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dapat terus menjadi prioritas karena memiliki peran strategis dalam membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Rapat Paripurna DPRD Kota Bukittinggi LKPJ Wali Kota Bukittinggi Tahun Anggaran 2024, Ranperda SPBE dan RPPLH

“Kami berharap pembangunan Jalan Abai–Sungai Dareh dapat terus dilanjutkan. Jika belum memungkinkan diselesaikan pada tahun 2026, kami berharap dapat kembali menjadi prioritas pada tahun 2027. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah,” ujar Khairunas.

Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Sumbar dapat terus memperjuangkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat, termasuk melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, guna mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur strategis di Solok Selatan. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.