Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Pemko Bukittinggi Bersama Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Internasional Dalam Rangka Peringati 100 Tahun Jam Gadang

×

Pemko Bukittinggi Bersama Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Internasional Dalam Rangka Peringati 100 Tahun Jam Gadang

Sebarkan artikel ini
Foto bersama di depan Jam Gadang
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan Seminar Internasional peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang dihadiri Duta Besar Belanda serta berbagai tokoh nasional dan daerah.
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Dubes Belanda Marc Gerritsen mengapresiasi nilai historis Jam Gadang sebagai simbol persahabatan serta menegaskan posisi penting Bukittinggi dalam sejarah bangsa sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
  • Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memanfaatkan momentum sejarah ini dengan menawarkan berbagai usulan kerja sama internasional dengan Belanda, termasuk pengembangan arsip sejarah digital, pariwisata sejarah, dan forum kota bersejarah dunia.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bukittinggi, khazminang.id- Dalam rangka memperingati momentum bersejarah 100 Tahun Jam Gadang, Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Kebudayaan RI, gelar Seminar Internasional. Kegiatan ini berlangsung di Balai sidang Kota Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026) dihadiri Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, Ade Rezki Pratama, SE, MM anggota DPR RI Komisi IX, Menteri Kebudayaan RI, Prof. Fadli Zon, Wali Kota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias, SH, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.TP, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H.Syaiful Efendi, Lc, MA., Ninik Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, dan tamu undangan lainnya.

Pada sambutannya, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, termasuk sebagai bagian dari perjalanan PDRI. Menurutnya, hubungan Belanda dan Indonesia, khususnya Minangkabau, terus terjalin melalui pendidikan, budaya, dan ekonomi, sementara Jam Gadang menjadi simbol persahabatan yang telah menyaksikan berbagai peristiwa penting selama satu abad.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Prof. Fadli Zon, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperingati 100 Tahun Jam Gadang. Ia menilai peringatan ini tidak hanya memperkuat kesadaran sejarah dan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta berbagai dampak positif lainnya bagi masyarakat.

Baca Juga:  PWI Sumbar akan Gelar UKW, Kadis Kominfotik Dukung Peningkatan Kualitas SDM Wartawan

Menurutnya, Jam Gadang merupakan simbol perjalanan sejarah Minangkabau dan kemerdekaan Indonesia. Ia menegaskan bahwa Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah bangsa sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan mendorong agar identitas Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan terus dikedepankan.

Sedangkan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki posisi historis yang kuat dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pelajaran berharga sekaligus modal dalam membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara, termasuk Belanda.

Ramlan Nurmatias juga menawarkan sejumlah agenda kerja sama internasional, di antaranya pengembangan arsip digital sejarah Bukittinggi dan Indonesia-Belanda, jejaring penelitian internasional, pertukaran pelajar dan akademisi, pengembangan museum digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, wisata sejarah, serta forum tahunan kota bersejarah dunia di Bukittinggi, pungkasnya. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.