Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

ParagonCorp Suguhkan Kisah Petani Nilam, Pemasok 80℅ Kebutuhan Dunia ke Forum Global di London

×

ParagonCorp Suguhkan Kisah Petani Nilam, Pemasok 80℅ Kebutuhan Dunia ke Forum Global di London

Sebarkan artikel ini
Processed with VSCO with al3 preset
Singkatnya Gini...
  • ParagonCorp menjadi satu-satunya perusahaan kecantikan asal Indonesia yang menghadiri Partnership for Forests Conference (P4F) di London guna mempromosikan komoditas nilam nasional yang menyuplai sekitar 80 persen kebutuhan dunia.
  • Perusahaan memaparkan kisah rantai pasok nilam di Sulawesi yang melibatkan lebih dari 700 petani dalam jaringan tersertifikasi melalui pembinaan pertanian berkelanjutan dan jaminan keselamatan kerja.
  • Rantai pasok nilam tersebut menerapkan sistem budidaya regeneratif dengan metode rotasi tanaman dan pengomposan limbah penyulingan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta kesuburan tanah secara jangka panjang.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazminang.id — ParagonCorp hadir dalam iven Partnership for Forests Conference (P4F) yang berlangsung di Barbican Conservatory, London, pada 29 Mei 2026. Pada forum yang mempertemukan pelaku bisnis, investor, dan organisasi keberlanjutan dari berbagai negara tersebut, ParagonCorp menjadi satu-satunya perusahaan kecantikan Indonesia yang berpartisipasi tahun ini.

Tak sekedar hadir, ParagonCorp mengangkat kisah rantai pasok patchouli (nilam) dari Sulawesi yang melibatkan lebih dari 700 petani aktif dalam jaringan tersertifikasi For Life oleh Ecocert. Program tersebut mencakup pelatihan pertanian, dukungan kesehatan dan keselamatan kerja, serta praktik budidaya yang dirancang untuk membantu menjaga kualitas lahan dalam jangka panjang.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam rantai pasok patchouli dunia. Namun yang sering terlupakan adalah para petani yang berada di balik komoditas tersebut. Melalui forum ini, kami ingin membawa cerita mereka ke percakapan yang lebih luas,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp dalam siaran pers yang diterima, Kamis (4/6/2026)

Baca Juga:  Masyarakat Agar Waspada, Ada Potensi Peningkatan Curah Hujan di Sumbar

Hutan Indonesia tidak hanya menyimpan keanekaragaman hayati, tetapi juga menghubungkan masyarakat lokal dengan rantai pasok global. Salah satu contohnya adalah patchouli (nilam), komoditas yang telah menempatkan Indonesia sebagai pemasok sekitar 80% kebutuhan dunia sejak abad ke-19.

Patchouli merupakan salah satu komoditas alami yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena digunakan secara luas dalam industri parfum global. Namun keberlanjutan rantai pasoknya sangat bergantung pada kesehatan tanah, kesejahteraan petani, dan praktik budidaya yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, sistem budidaya yang diterapkan dalam rantai pasok patchouli yang didukung ParagonCorp menggunakan pendekatan regeneratif.

Setelah empat kali panen dalam periode sekitar 15 bulan, lahan diistirahatkan melalui rotasi tanaman untuk membantu memulihkan kesuburan tanah. Limbah hasil penyulingan juga dikomposkan dan dikembalikan ke lahan pertanian sebagai bagian dari siklus alami tanah.

“Dibutuhkan sekitar 250 kilogram daun patchouli segar untuk menghasilkan 1 kilogram minyak. Angka tersebut menunjukkan betapa besar kerja keras para petani dalam menghasilkan bahan yang kemudian digunakan dalam berbagai produk parfum di pasar global,” lanjut dr. Sari.

Baca Juga:  Rangkaian IMLF ke-4 : Ribuan Pelari Ikuti Jam Gadang Fun Run 2026

Kehadiran ParagonCorp di P4F Conference merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk terus membangun rantai pasok yang lebih transparan dan bertanggung jawab.
Bagi ParagonCorp, keberlanjutan bukanlah tujuan akhir yang sudah dicapai, melainkan perjalanan yang terus diupayakan melalui berbagai langkah nyata bersama para mitra dan komunitas yang terlibat di dalamnya.

Sebagai purposeful beauty tech company, ParagonCorp berupaya mengembangkan inovasi yang tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan di sepanjang proses pengembangannya.

“Kami menyadari perjalanan ini masih panjang. Namun kami percaya bahwa perubahan dimulai dari langkah-langkah yang dilakukan secara konsisten. Bagi kami, kemajuan lebih penting dari pada kesempurnaan,” tutup dr. Sari. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.