Bukittinggi, khazminang.id- Jam Gadang (Jam Besar) dibangun pada 20 Juni 1926 pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Jam Gadang bukan sekadar menara jam, melainkan representasi identitas Sumatera Barat yang terus hidup dari generasi ke generasi. Jam Gadang merupakan ikon Kota Bukittinggi Sumatera Barat bertransformasi menjadi destinasi wisata utama di Sumatera Barat. Lokasinya yang berada di pusat Kota Bukittinggi, mudah diakses wisatawan dari berbagai daerah.
Bagi wisatawan Nusantara maupun mancanegara berkunjung ke Sumatera Barat dan belum berkunjung ke Kota Bukittinggi terasa belum lengkap melihat dan berfoto di depan Jam Gadang, Jam Gadang menjadi simbol yang langsung mengingatkan Kota Bukittinggi di Provinsi Sumatera Barat.
Selain menjadi objek wisata sejarah, kawasan Jam Gadang juga menjadi pusat berbagai kegiatan budaya, festival seni Minangkabau, pertunjukan tari tradisional, hingga perayaan tahun baru yang menarik ribuan pengunjung setiap tahun.

Dalam rangka menyambut peringatan 100 Tahun Jam Gadang, ORARI Lokal Bukittinggi Agam-YH5AK menyelenggarakan kegiatan Special Event Station (SES) dengan callsign 8C100JGD.
Kegiatan SES 8C100JGD secara resmi dibuka Wali Kota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias,SH diwakili Staf Ahli Wali Kota Bukittinggi, Drs. Efriadi, M.M., Minggu (14/6/2026) di sekretariat Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK dihadiri Wakil Ketua Orlok Bukittinggi Agam, Dedi Fatria, SH, MH-YC5AWC didampingi Ketua Pelaksana SES 8C100JGD, Muhammad Haris.S.Pd-YC5AOI, pengurus dan anggota Orlok Bukittinggi Agam serta panitia.
Pembukaan kegiatan ini menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Bukittinggi terhadap peran radio amatir dalam mendukung komunikasi dan promosi daerah. Dalam sambutannya, Efriadi mengatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap ORARI Lokal Bukittinggi–Agam dapat terus berperan sebagai mitra strategis Pemerintah, khususnya sebagai cadangan komunikasi pada situasi darurat, kegiatan kebencanaan, maupun berbagai kegiatan Pemerintah dan masyarakat. Pemerintah Kota Bukittinggi juga menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program dan kegiatan ORARI yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan SES 8C100JGD ini, ORARI Lokal Bukittinggi Agam-YH5AK turut memperkenalkan dan mempromosikan peringatan 100 Tahun Jam Gadang kepada komunitas radio amatir di tingkat Nasional maupun Internasional, sekaligus mempererat silaturahmi antar anggota radio amatir, ucap Efriadi.
Sementara itu, Wakil Ketua Orlok Bukittinggi Agam, Dedi Fatria, SH, MH-YC5AWC, mengatakan kegiatan SES 8C100JGD ini merupakan kegiatan yang bersejarah dalam merayakan 100 tahun Jam Gadang. Dedi Fatria menyerukan “Ayo ramaikan SES 8C100JGD” yang diadakan dari tanggal 14 hingga 16 Juni 2026 pada frekuensi yang telah ditentukan.
Lebih lanjut disampaikannya, tujuan dari kegiatan ini, selain merayakan 100 tahun Jam Gadang, juga mempromosikan Kota Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan. Disamping itu meningkatkan kemampuan, keterampilan dan latih diri amatir radio dalam komunikasi dengan menggunakan operating prosedur yang benar dengan menggunakan radio komunikasi, serta menjalin semangat kekeluargaan, mempererat tali persaudaran dan menjunjung tinggi sportivitas sesama amatir radio.
Dalam konteks Pemerintahan, ORARI berkedudukan sebagai mitra strategis Pemerintah yang bersifat mandiri, sosial, non-komersial, dan non-politik. Salah satu peran dan fungsi Orari dalam Pemerintahan membantu Pemerintah mensosialisasikan program pembangunan dan kebijakan publik kepada masyarakat luas, ungkap Dedi Fatria.
Sedangkan Penanggung Jawab Station, Suhardedi-YB5DDE, mengatakan, peserta SES 8C100JGD adalah Anggota Amatir Radio yang mempunyai Izin Amatir radio yang masih berlaku.
Adapun pelaksanaan kegiatan ;

Pertukaran report dengan mengucapkan 8C100JGD + callsign + report + ucapan selamat, seperti contoh ini ; 8C100JGD (Eight Carly One Zero Juliet Golf Delta) disini YB5DDE report 59….. Selamat Memperingati 100 Tahun Jam Gadang ….. 73.
Dan Ketua Pelaksana SES 8C100JGD, Muhammad Haris.S.Pd-YC5AOI, menyampaikan peserta wajib mentaati tata cara berkomunikasi yang baik dan benar dengan bahasa yang santun dan bersabar jika belum terdengar oleh operator yang bertugas. Peserta cukup menyebutkan callsign secara lengkap pada saat transmisi untuk check-in di setiap roli/sesi panggilan oleh operator yang bertugas, serta memberikan kesempatan kepada stasiun lain untuk memanggil.
Peserta tidak diperkenankan melakukan panggilan berulang-ulang sehingga mengganggu jalannya kegiatan. Setiap peserta dilarang melakukan komunikasi melalui relay/repeater dengan media apapun dan hanya diperkenankan komunikasi secara langsung (point to point).
Setiap peserta yang berhasil melakukan QSO tdak perlu mengirimkan OSL Card kepada panitia, dan peserta dapat mengunduh Special OSL Card setelah kegiatan dilaksanakan pada situs Orari Lokal Bukittinggi – Agam http://yh5ak.org, pungkas Muhammad Haris. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






