Bukittinggi, khazminang.id- Sekjen Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia, Deni Abdi, memfasilitasi pertemuan Pemerintah Kota Bukittinggi dan International Minangkabau Literacy Festival-(IMLF-4) dengan Dirjen Amerika Eropa, Duta Besar Belanda dan Duta Besar Jerman, Senin (30/3/2026) di ruang VIP, Rumah Makan Natrabu, Jakarta.

Pada pertemuan tersebut dihadiri Dirjen Amerika dan Eropa, Sekjen Kemlu Grata Wredaningtyas, Duta Besar Laos, Duta Besar Belanda Marc Geritssen, Wakil Duta Besar Jerman Minister Thomas Graf, Minister Counsellor Kedubes Inggris dan Direktur Diplomasi Publik Anie Nigerawati, Wali Kota Bukittingi Ramlan Nurmatias, Ketua IMLF-4 Sastri Bakry dan Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Rismal Hadi selaku Ketua Umum Peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
Pertemuan ini guna mengundang pembicara dari negara Belanda, Inggris dan Jerman pada seminar utama tentang Jam Gadang yang digelar IMLF-4, atas dukungan Pemerintah Kota Bukittinggi pada tanggal 4 Juni 2026 mendatang di Kota Bukittinggi.
Para Duta Besar yang hadir tersebut menyampaikan apresiasi setelah presentasi Soni Drestiana, wakil ketua Panitia IMLF atas penyelenggaraan IMLF-4 dan 100 Tahun Jam Gadang yang membahas literasi dalam berbagai bidang. Terutama Duta Besar Belanda yang memiliki hubungan kesejarahan dengan berdirinya Jam Gadang dan Duta besar Jerman tempat dibuatnya mesin Jam Gadang.
Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu Republik Indonesia, Grata Wredaningtyas yang membuka pembicaraan sebagai tuan rumah pertemuan, mengatakan “Jam Gadang memang menjadi daya tarik tersendiri bagi Bukittinggi. Saya sampai mencari informasi lengkap tentang Jam Gadang untuk pertemuan ini,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan terima kasih pada Kemlu dan Panitia IMLF-4 Sastri Bakry yang sudah memberikan ruang untuk bertemu dengan para Duta Besar meminta dukungannya dalam memeriahkan 100 Tahun Jam Gadang. “Mudah-mudahan kehadiran Duta Besar tersebut akan semakin semarak dan pentingnya peringatan 100 Tahun Jam Gadang ini,” ucap Ramlan Nurmatias.
Lebih lanjut dikatakannya, “Saya ingin tahu kenapa kerajaan Belanda membangun monumen di Bukittinggi, kenapa bukan di Jogya, atau daerah lainnya. Yang jelas kehadiran Jam Gadang itu sekarang menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan lokal dan mancanegara ke Sumatera Barat,” ujar Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias saat mempresentasikan bentuk dan perubahan Jam Gadang sejak zaman Belanda, zaman Jepang hingga kemerdekaan Republik Indonesia.
Sedangkan Ketua IMLF-4 Sastri Bakry, menjelaskan, “Seminar Internasional Jam Gadang Bukittinggi adalah ikon sejarah dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Minangkabau dan Indonesia.” Dalam rangka perayaan Satu Abad Jam Gadang Bukittinggi. Kami menyelenggarakan seminar internasional yang akan membahas Jam Gadang dalam berbagai perspektif, melibatkan delegasi dari IMLF ke-4.
Sastri Bakry mengatakan, IMLF-4 direncanakan berlangsung pada tanggal 3 hingga 7 Juni 2026 mendatang di Kota Bukittinggi. IMLF-4 diselenggarakan bersamaan dengan perayaan 100 Tahun Jam Gadang, jelas Ketua IMLF-4 Sastri Bakry.
Pada kesempatan tersebut, Sekjen Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia, Deni Abdi, berharap Pemerintah Kota Bukittinggi dan panitia menyiapkan acara besar ini dengan sungguh-sungguh, memperhatikan kenyamanan, kebersihan dan keamanan delegasi termasuk menyiapkan dan mengedukasi masyarakat sebagai tuan rumah yang baik untuk mempromosikan pariwisata Bukittinggi secara komprehensif, ungkap Deni Abdi.
Acara ditutup dengan penyerahan Miniatur Jam Gadang kepada para Dubes, Sekjen Kemlu dan Dirjen Amerika Eropa. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






