Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Ekonomi

Gubernur Sumbar: Sertifikasi Halal Kuatkan Daya Saing UMKM

×

Gubernur Sumbar: Sertifikasi Halal Kuatkan Daya Saing UMKM

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya sertifikasi halal sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing produk UMKM dan ekonomi daerah menjelang pemberlakuan kewajiban halal nasional pada 17 Oktober 2026.
  • Pengembangan industri halal di Sumatera Barat ditopang oleh kekuatan budaya lokal berbasis falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah serta regulasi daerah terkait penyelenggaraan pariwisata halal.
  • Capaian sertifikasi halal di Sumatera Barat mencatatkan tren positif dengan penerbitan 110.114 sertifikat halal yang mencakup 246.332 produk dari 72.385 pelaku usaha.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazanah — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan sertifikasi halal kini tidak lagi sekadar menjadi kewajiban menjalankan syariat Islam, tetapi telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing daerah, melindungi konsumen, serta memperluas akses pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga ke tingkat global.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan sosialisasi dan penguatan ekosistem halal yang turut dihadiri Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI Ahmad Haikal Hasan di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Padang, pekan ini.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Menurut Mahyeldi, pentingnya sertifikasi halal semakin mengemuka menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal secara nasional pada 17 Oktober 2026.

“Halal bukan lagi sekadar kewajiban menjalankan syariat Islam. Halal telah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing daerah, memperkuat perlindungan konsumen, memperluas akses pasar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai,” kata Mahyeldi.

Ia menjelaskan, Sumatera Barat memiliki modal sosial yang kuat dalam mengembangkan industri halal karena nilai-nilai kehalalan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Baca Juga:  Satgas TMMD ke-127 Pesisir Selatan Terus Percepat Progres Rehabilitasi RTLH Milik Irdawati di Bayang

Komitmen tersebut, lanjutnya, juga telah dituangkan dalam berbagai kebijakan daerah, di antaranya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pariwisata Halal.

Mahyeldi berharap kekuatan budaya dan regulasi tersebut dapat menjadi fondasi bagi Sumatera Barat untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan industri dan ekosistem halal di Indonesia.

Sementara itu, capaian program sertifikasi halal di Sumatera Barat terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, sebanyak 72.385 pelaku usaha telah mengikuti program sertifikasi halal. Dari jumlah tersebut telah diterbitkan 110.114 sertifikat halal yang mencakup 246.332 produk.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya jaminan halal sebagai nilai tambah produk sekaligus peluang untuk memperluas pemasaran, baik di pasar domestik maupun internasional.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap percepatan sertifikasi halal dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak produk lokal yang memenuhi standar jaminan produk halal dan mampu bersaing di pasar global, seiring mulai diberlakukannya kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026.(Eko)

Baca Juga:  Ketika Sayur Pun Ikut Naik

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.