Padang, Khazminang.id – Salat Jumat (24/07/2026), di aula Lantai 3 BRI Regional 3 Padang, terasa berbeda. Para karyawan pria terlihat sangat antusias dan bergegas menuju aula begitu panggilan waktu salat berkumandang. Ternyata hari itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah didapuk menjadi khatib.
Dalam tausiahnya, orang nomor satu di Sumbar itu mengajak umat Islam menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup dengan meneladani jalan yang telah ditempuh para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
Dikatakan, doa ihdinash shirathal mustaqim yang dibaca umat Islam dalam setiap rakaat salat bukan sekadar bacaan rutin, melainkan permohonan agar Allah SWT membimbing hamba-Nya menuju jalan yang benar.
“Sedikitnya 17 kali sehari kita membaca Surat Al-Fatihah. Pada ayat Ihdinash Shirathal Mustaqim, kita memohon kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang lurus. Jalan itu adalah jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, makna “jalan yang lurus” dijelaskan secara rinci dalam Surah An-Nisa ayat 69. Ayat tersebut menerangkan bahwa orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya akan dikumpulkan bersama golongan yang memperoleh nikmat dari Allah.
“Allah menjelaskan bahwa mereka adalah para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh. Merekalah teladan yang telah lebih dahulu menempuh jalan yang lurus,” katanya.
Mahyeldi menekankan, jalan tersebut bukan jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang dimurkai Allah maupun mereka yang tersesat. Karena itu, setiap muslim dituntut menjaga ketaatan kepada Allah dan Rasul sebagai bekal menjalani kehidupan.
“Jalan yang lurus bukan jalan orang yang dimurkai Allah dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Maka siapa pun yang ingin berada di jalan itu harus berpegang teguh kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya,” tegasnya.
Dalam khutbahnya, Mahyeldi juga menjelaskan bahwa predikat orang saleh tidak hanya diukur dari ibadah pribadi, tetapi juga dari kepeduliannya dalam memperbaiki kehidupan masyarakat.
“Orang saleh adalah mereka yang membenarkan ajaran para nabi dan rasul, kemudian berusaha melakukan perbaikan serta mengajak manusia menuju jalan Allah. Itulah karakter yang harus kita bangun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Surah Al-Fatihah dan Surah An-Nisa ayat 69 tidak berhenti sebagai bacaan dalam salat, tetapi menjadi pedoman dalam bekerja, memimpin, bermuamalah, serta membangun kehidupan yang penuh kejujuran, amanah, dan kemaslahatan.
Usai menunaikan Salat Jumat, Mahyeldi bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan dan karyawan BRI Regional Office Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh insan perbankan untuk terus mengedepankan integritas, profesionalisme, serta semangat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. (*)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






