Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Gubernur Sumbar Dorong IMLA Perkuat Pembelajaran Bahasa Arab

×

Gubernur Sumbar Dorong IMLA Perkuat Pembelajaran Bahasa Arab

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong penguatan pembelajaran bahasa Arab melalui pengaktifan kembali kepengurusan IMLA Sumbar demi memperluas pemahaman keislaman, sains, dan peradaban.
  • Pemprov Sumbar membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi Islam serta siap memfasilitasi sarana daerah, termasuk Istana Bung Hatta, sebagai pusat kegiatan belajar bahasa Arab bagi generasi muda.
  • Penguatan literasi bahasa Arab disinergikan dengan komitmen peningkatan SDM keagamaan melalui program beasiswa "Hamka Muda" dari jenjang S1 hingga S3 guna melahirkan kader pembangunan daerah yang berakar pada falsafah Minangkabau.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bukittinggi, Khazminang.id — Penguatan pembelajaran bahasa Arab dinilai penting untuk memperluas pemahaman keislaman sekaligus membuka akses generasi muda terhadap khazanah ilmu pengetahuan dan peradaban. Karena itu, Ikatan Pengajar Bahasa Arab (IMLA) Sumatera Barat didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan kemampuan bahasa Arab di tengah masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri Seminar Nasional S2 PBD sekaligus pelantikan Pengurus IMLA Sumatera Barat di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sabtu (19/9/2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Mahyeldi menyambut baik kembali aktifnya kepengurusan IMLA Sumatera Barat setelah sempat vakum selama dua tahun. Kepengurusan baru tersebut akan menjalankan amanah hingga 2030.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya ucapkan selamat kepada Ketua dan IMLA Provinsi Sumatera Barat. Mudah-mudahan dengan telah dikukuhkannya kepengurusan IMLA Sumatera Barat, pengajaran bahasa Arab akan lebih terurus lagi,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, bahasa Arab tidak hanya penting untuk memahami Al-Qur’an dan berbagai literatur keislaman, tetapi juga menjadi pintu untuk mengenal perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban yang menggunakan bahasa tersebut.

Baca Juga:  Wali Kota Bukittinggi : Pelayanan Kesehatan Wujud Nyata Pengabdian Kepada Masyarakat

Mahyeldi menyebut Sumatera Barat sendiri memiliki sejarah panjang dalam pembelajaran bahasa Arab. Ia bahkan mengingat kembali pengalamannya belajar bahasa Arab ketika duduk di bangku SMA di Bukittinggi pada era 1980-an. Saat itu, pembelajaran bahasa Arab berkembang melalui masjid dan berbagai lembaga pendidikan di daerah tersebut.

“Bahasa Arab ini memang perlu kita kembangkan, kita tingkatkan, karena merupakan bagian dalam rangka untuk memahami Al-Qur’an dan sebagainya,” katanya.

Ia menilai penguatan bahasa Arab juga memiliki keterkaitan erat dengan karakter kehidupan masyarakat Minangkabau yang berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Karena itu, pengembangan kemampuan bahasa Arab diharapkan tidak berhenti pada aspek kebahasaan, tetapi ikut memperkuat pemahaman keagamaan dan proses kaderisasi generasi muda di Sumatera Barat.

Mahyeldi juga mendorong perguruan tinggi Islam dan madrasah untuk mengambil peran lebih aktif. Keberadaan tiga UIN di Sumatera Barat, yakni UIN Imam Bonjol Padang, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, dinilai menjadi modal penting untuk memperluas pembelajaran bahasa Arab.

Baca Juga:  Reses Masa Sidang I, Anggota Dewan Dapil ABTB Terima Aspirasi Warga

“Peradaban yang maju itu memang dengan banyak bahasa. Kita harapkan dengan mampu bahasa Arab, akan bisa menyelami segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa Arab dan peradaban,” tuturnya.

Dorong Lahirnya Generasi Hamka Muda

Selain penguatan bahasa Arab, Mahyeldi menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keislaman melalui program Hamka Muda.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada generasi potensial melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1, S2, dan S3. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan kembali dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Sumatera Barat.

“InsyaAllah kita sangat konsen dengan ini. Karena inilah backbone-nya Sumatera Barat. Memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga membuka peluang kolaborasi antara IMLA dan Pemprov Sumbar untuk menyusun berbagai program pengembangan bahasa Arab bagi generasi muda.

Bahkan, ia menawarkan fasilitas milik Pemprov Sumbar di Bukittinggi, termasuk Istana Bung Hatta, untuk dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan yang dapat menjadi ruang belajar sekaligus memotivasi generasi muda agar semakin tertarik mempelajari bahasa Arab.

Baca Juga:  PWS Sumbar Undang Gubernur pada HUT PWS Batang Anai

“Silakan mulai di Bukittinggi ini. Nanti untuk tempat, untuk biaya makan-minumnya di tempat, saya menanggung,” ujarnya.

Mahyeldi berharap kembalinya kepengurusan IMLA Sumatera Barat dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pembelajaran bahasa Arab secara lebih luas.

Menurutnya, penguatan tersebut membutuhkan keterlibatan bersama antara pengajar, ulama, perguruan tinggi, madrasah, dan pemerintah agar lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan bahasa, tetapi juga pemahaman agama dan wawasan yang lebih luas. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.