Padang, Khazanah — Kuota haji tiap tahun juga bertambah di Sumatera Barat, karena itu mendaftar pada usia muda akan sangat membantu penantian panjang yang melelahkan itu. Musim haji 2026 kuota awal/dasar 3.928 jemaah (lebih kecil dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 4.613 jemaah). Kuota akhir setelah penambahan menjadi 3.959 jemaah.
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya penguatan literasi haji, pemberdayaan generasi muda, serta pemanfaatan ruang digital untuk menyebarkan konten edukatif dan positif.
“Seluruh umat muslim tentu mempunyai keinginan yang begitu besar untuk melaksanakan ibadah haji. Tapi kalau kuotanya tidak bisa kitga atur sendiri, maka kita harus menyesuaikan dengan ketentuan yang diberlakukan oleh pemerintah Saudi,” kata Gubernur Mahyeldi.
Menurut penjelasan dari Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumbar, meskipun angka kuota dasar terlihat lebih kecil, penyesuaian sistem baru ini dinilai lebih adil dan proporsional
Sementara tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447H/2027M di Sumatera Barat mulai bergulir. Hal in seiring dengan diterbitkannya daftar jemaah yang masuk kuota keberangkatan. Sama dengan tahun 2026, estimasi kuota haji 2027 berjumlah 3.928 jemaah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, belum lama ini menyebutkan memasuki tahapan penyelenggaraan haji 2027, daftar jemaah yang masuk kuota keberangkatan telah disampaikan ke seluruh provinsi, termasuk Sumatera Barat.
Oleh karena itu, calon jemaah dengan nomor porsi hingga 030094885 diminta segera berkoordinasi dengan Kantor Kemenhaj kabupaten dan kota sesuai domisili untuk mengikuti proses verifikasi data.
Verifikasi tersebut, jelasnya, bertujuan memastikan seluruh data calon jemaah telah sesuai dengan kondisi terkini sehingga proses penetapan keberangkatan dapat berjalan lancar.
Selain melengkapi administrasi, Rifki mengingatkan bahwa masa tunggu menjelang keberangkatan hendaknya dimanfaatkan untuk mempersiapkan kondisi fisik.
Masa tunggu atau antrean haji reguler di Sumatera Barat saat ini berkisar antara 24 hingga 29 tahun, tergantung pada kebijakan pembaruan kuota dan kabupaten/kota tempat mendaftar.
Estimasi rata-rata berdasarkan data resmi Kementerian Haji dan Umrah, antrean tercatat hingga sekitar 29 tahun, sementara beberapa catatan daerah atau pemangku kepentingan menyebutkan kisaran 24 hingga 26 tahun.
Waktu tunggu bisa berbeda di setiap kabupaten/kota. Sebagai contoh, Kota Padang memiliki jumlah pendaftar terbesar di Sumbar dengan masa tunggu rata-rata di kisaran 24 tahun.
Rencakan Sejak Muda
Sementara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Yayasan Harika untuk Kemanusiaan juga mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, mulai mempersiapkan ibadah haji sejak usia dini sebagai salah satu upaya untuk mengurai antrean ibadah tersebut.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan perencanaan haji sejak usia muda penting untuk meningkatkan peluang masyarakat menunaikan ibadah haji pada usia produktif.
“Yang terjadi kini, masa tunggu haji yang panjang di sejumlah daerah membuat banyak orang harus menunggu bertahun-tahun lamanya. Nah, lalu dari usia muda sudah dimulai, maka saat menjalani usia dewasa, badan lagi sehat-sehatnya, kesempatan haji pun datang,” katanya, Sabtu (19/9/2026) sebagaimana dilansir laman bisnis.com.
Menurut Harry, persiapan dan pendaftaran sejak usia muda perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan masyarakat. Literasi keuangan haji juga perlu berjalan seiring dengan kesiapan spiritual agar masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan haji secara lebih terencana.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Haji Muda dan Workshop Dai Sejuta Mimbar. Dalam kegiatan itu, BPKH juga mendorong generasi muda menjadi kreator konten yang edukatif dan produktif, khususnya mengenai haji. Menurutnya, literasi haji dan keuangan diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai persiapan haji, tetapi juga mendorong mereka mengambil langkah sesuai kemampuan masing-masing.
“Bagi masyarakat yang memiliki cita-cita berhaji, langkah tersebut dapat dimulai dengan menyusun perencanaan keuangan, dan kami punya aplikasi yang bisa diakses oleh masyarakat, seperti estimasi keberangkatan dan nilai manfaat,” jelasnya.
BPKH mengajak masyarakat Sumatra Barat untuk mulai merencanakan pendaftaran dan pembiayaan haji sejak dini dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan masing-masing. Sebagai bagian dari upaya literasi tersebut, BPKH juga menyelenggarakan Kompetisi Digital Dai Sejuta Mimbar.
Kompetisi tersebut membuka kesempatan bagi generasi muda untuk membuat dan menyebarkan pesan keagamaan melalui karya digital. BPKH mendorong masyarakat mengambil peran sesuai kapasitasnya, mulai dari merencanakan haji sejak dini, meningkatkan literasi haji dan keuangan, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan konten edukatif.
“Jadi, gaji dipersiapkan sejak muda. Dakwah diperluas melalui karya digital, dan dengan demikian generasi muda bisa berkarya, dan berkontribusi. Nah, ini lah yang kami dorong,” ucapnya. (eko/bc)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






