Bukittinggi, khazminang.id- Ketika seorang pemerhati kota menaruh perhatian pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), fokus utamanya adalah memastikan pembangunan ekonomi tidak hanya menguntungkan korporasi besar, melainkan juga menyentuh dan memperkuat lapisan ekonomi akar rumput.
Hal tersebut disampaikan oleh tokoh intelektual sekaligus pemerhati Kota Bukittinggi, Fauzan Haviz, saat berbincang hangat dengan awak media di Kadai Katupek Gulai Paku Ni Len, Kamis (24/9/2026). Warung legendaris yang menjadi hidden gem kuliner ini berlokasi di kawasan Pasar Pagi Simpang Atas Ngarai (Simpang Ateh Ngarai), tidak jauh dari objek wisata Taman Panorama Bukittinggi dan Ngarai Sianok.
Kadai Ni Len sendiri sangat populer bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang mencari sarapan otentik Minang sebelum atau setelah menikmati pemandangan alam Ngarai Sianok. Menu andalan utamanya, Katupek Gulai Paku (ketupat dengan sayur pakis khas), dikenal memiliki kuah gulai yang gurih, kaya rempah, dan selalu disajikan hangat. Karena berada di area pasar pagi, lapak kuliner ini biasanya sudah ramai diserbu pembeli sejak subuh hingga pagi hari.
Fauzan Haviz, yang dikenal memiliki kepiawaian berbicara di depan publik, humoris, rendah hati, dan jauh dari kesan mengumbar kehebatan diri, menjelaskan bahwa UMKM di bidang kuliner merupakan urat nadi perekonomian yang digerakkan langsung oleh warga.
“Pelaku UMKM bidang kuliner ini adalah usaha yang digerakkan masyarakat agar mendapatkan penghasilan berkelanjutan. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan pendapatan taraf perekonomian keluarga serta mendorong kemajuan warga masyarakat secara luas,” ujar Ketua DPD Partai Ummat Kota Bukittinggi tersebut.
Kepedulian Fauzan Haviz terhadap sektor ekonomi rakyat bukan tanpa dasar. Selama menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Bukittinggi selama dua periode (2009–2014 dan 2014–2019) di Komisi B, ia terlibat aktif dalam fungsi pengawasan, pembahasan anggaran, serta penyusunan kebijakan dan peraturan daerah bersama Pemerintah Kota Bukittinggi. Sepanjang karier politiknya, ia juga banyak terlibat dalam dinamika kepemimpinan partai politik serta kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Bukittinggi.
Sosok Akademisi dan Pegiat Olahraga
Di samping rekam jejak politiknya yang matang, Fauzan Haviz adalah sosok yang tak pernah berhenti menuntut ilmu. Setelah menamatkan pendidikan Strata 1 (S1) di STEKPI Jakarta, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat untuk meraih gelar Strata 2 (S2) Master of Business Administration (MBA) di Southeastern University (1999) dan Master of Arts in Liberal Studies (MALS) di Georgetown University, Washington DC (2002). Tak berpuas diri, saat ini ia tengah melanjutkan pendidikan Strata 3 (S3) di dalam negeri.
Guna menyeimbangkan kapasitas intelektualnya, Fauzan Haviz juga senantiasa menjaga kebugaran tubuh dengan aktif berolahraga sejak usia muda hingga sekarang. Ia merupakan mantan atlet bola basket yang pernah mewakili Kota Bukittinggi pada ajang Porda tahun 1990 dan Kejurnas Basket Junior tahun 1990. Kiprahnya di dunia basket berlanjut saat dipercaya menjadi Ketua Pengcab Perbasi Bukittinggi (2005-2009) serta Binpres Pengprov Perbasi Sumatera Barat pada periode yang sama.
Tidak hanya basket, kecintaannya pada olahraga berkuda juga membawanya menduduki berbagai posisi strategis di Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi). Fauzan Haviz mengawali perannya sebagai Ketua Bidang Pacuan Pordasi Bukittinggi (2003-2007) hingga terpilih menjadi Ketua Umum Pengprov Pordasi Sumbar (2009-2013). Atas dedikasi dan keahliannya, pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu, ia bahkan ditugaskan oleh PP Pordasi sebagai Technical Delegate (TD) untuk cabang olahraga berkuda nomor pacuan kuda. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






