Painan, Khazminang.id – Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa Combine Harvester secara simbolis kepada kelompok tani di daerah itu, di halaman kantor Dinas Pertanian daerah setempat, Senin (4/5/2026).
Bantuan dua unit alsintan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI tahun 2026 itu diserahkan pada dua kelompok tani, yakni kelompok tani Bungo Padi, Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang dan kelompok tani Kampai Saiyo, Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir.
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan bantuan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung modernisasi sektor pertanian di daerahnya.
Hendrajoni menyampaikan bahwa penggunaan combine harvester diharapkan dapat membantu petani dalam mempercepat proses panen serta mengurangi kehilangan hasil pertanian.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada petani. Saya berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil pertanian,” harapnya.
Disamping itu, Bupati juga menekankan pentingnya perawatan terhadap alsintan yang telah diberikan.
Menurut Bupati, keberlanjutan penggunaan alat sangat bergantung pada komitmen kelompok tani dalam menjaga dan merawatnya.
“Jadi, saya berharap penerima (kelompok tani) dapat merawat alat ini dengan baik dan tidak monopoli agar bisa digunakan dalam jangka panjang dan memberi manfaat bagi lebih banyak petani,” ujarnya.
Hendrajoni menambahkan dengan adanya bantuan combine harvester ini, diharapkan sektor pertanian di Pesisir Selatan semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani setempat.
“Mudah – mudahan pesisir selatan menjadi penyuplai beras terbesar di Sumatera Barat,” ungkapnya.
Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan Hamdi didampingi Sekretaris Hendro Kurniawan menjelaskan bantuan alsintan Combine Harvester besar dari Kementan RI itu sebanyak dua unit pada dua kelompok tani dengan kapasitas panen mencapai 3 ton per jam.
“Bantuan alsintan ini dapat menyelesaikan 1 Hektare dalam waktu 4 – 6 jam, dan mampu menghasilkan kebersihan gabah hingga 96 persen – 99,5 persen serta efisiensi biaya dari panen konvensional 1,5 – 2 jt per hektare,” ujarnya. (Milhendra Wandi)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






