Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Babak Belur Terdampak Bencana, Toke Beras Zico Tetap Tegar Bersama KUR Bank Nagari

×

Babak Belur Terdampak Bencana, Toke Beras Zico Tetap Tegar Bersama KUR Bank Nagari

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • Bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat mengakibatkan kelumpuhan usaha bagi 120 debitur UMKM Bank Nagari Cabang Siteba akibat kerusakan aset produksi dan terputusnya rantai pasok komoditas.
  • Bank Nagari Cabang Siteba mengimplementasikan kebijakan restrukturisasi kredit berdasarkan stimulus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna meringankan beban finansial nasabah serta menjaga reputasi perbankan para debitur terdampak.
  • Skema keringanan yang ditawarkan mencakup penundaan pembayaran cicilan selama enam bulan, perpanjangan jangka waktu kredit, hingga penyesuaian nominal angsuran bulanan yang disesuaikan dengan kemampuan pemulihan ekonomi nasabah.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Oleh : Devi Diany

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Ranah Minang pada November 2025 lalu, masih menyisakan duka di hati masyarakat. Betapa tidak. Mereka kehilangan orang-orang yang disayangi, mereka juga kehilangan rumah tempat berteduh, kehilangan tempat berusaha sebagai penopang hidup selama ini dan kehilangan harta benda lainnya.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Di antara ribuan korban banjir bandang tersebut, terdapat nasabah Bank Nagari Cabang Siteba Padang. Usaha yang mereka bangun dengan cucuran keringat di bawah terik matahari, luluh lantak dalam sekejap. Bahkan yang memilukan, mereka meminjam uang di Bank Nagari yang jumlahnya tak sedikit untuk bisa maju dan berkembang. Tetapi saat banjir, semuanya basah, semuanya hanyut dan tertimbun bersama lumpur yang tebal hingga nyaris menenggelamkan mereka.

Salah satu diantara nasabah Bank Nagari yang menjadi korban banjir bandang adalah Zico Adnan Yusuf, toke beras di Kota Padang. Pada akhir tahun2024 lalu, pria yang akrab disapa Zico ini meminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Nagari Cabang Siteba sebesar Rp 200 juta. Uang itu digunakannya untuk kelancaran usahanya dengan membeli armada pengangkut beras, berupa mobil pick up. Saat itu suami dari Monarika ini berpikir, bisnisnya bakal berjalan lancar sehingga cicilan kredit sebesar Rp 5 juta setiap bulan tidak akan terkendala.

Zico tidak terkena bencana secara langsung. Tetapi, usahanya seakan terhenti karena tidak mendapatkan pasokan beras untuk dijual. Banjir telah merusak areal sawah masyarakat di sekitar Pauh, Lubuk Kilangan dan Lubuk Minturun yang selama ini menjadi andalan Zico. Beberapa petani di daerah itu turut dibantu Zico setiap kali musim tanam dengan memberi modal kepada petani, baik untuk pembelian benih maupun pemupukan. Saat panen, Zico mendapat prioritas membeli padi mereka.

“Saya turut memberi modal kepada beberapa petani untuk mereka ke sawah. Saat panen, saya membelinya sesuai dengan harga pasar. Lalu padi itu saya giling di huller milik orangtua saya,” terang pria kelahiran Padang, 14 Desember 1984 ini.

Pekerjaan ini sudah dilakoni Zico sejak masih SMA. Kebetulan keluarga Zico memiliki huller atau penggilingan padi di Pauh V, tepatnya di depan perumahan dosen Unand. Ayah 2 orang putra ini sering membantu orangtuanya menggiling padi petani yang datang kepadanya. Setelah dewasa, dia melanjutkan usaha tersebut di bagian hilirnya, sebagai toke beras. Setelah padi yang dibelinya dari petani digiling menjadi beras, Zico menjual dan mengantarkannya kepada para pelanggannya.

Baca Juga:  Pengguna Kendaraan Bermotor Hindari Melintasi Daerah Bencana Banjir Bandang Untuk Keselamatan

“Biasanya saya bisa  mendapatkan 30 karung padi dari petani. Dalam 1 karung padi isi 60 Kg, saya beli dari petani sesuai harga pasar berkisar Rp 400 ribuan. Setelah ditumbuk maka berat bersihnya menjadi 33 Kg beras per karung atau total seluruhnya sekitar 990 Kg,” terang pria yang tinggal bersama keluarga kecilnya di Padang Sarai, Kota Padang ini.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya, beras 990 Kg itu tentu tak mencukupi. Maka ayah dari Razik dan Ganim ini, mencari padi ke produsen lainnya, bahkan sampai ke Pariaman dan Solok. Setiap bulan, tak kurang 10 ton padi dikumpulkan Zico dari berbagai petani dan diolahnya menjadi beras. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan usahanya, para pelanggan merasa puas bekerja sama dengan Zico.

Tetapi usai bencana, padi susah diperoleh karena petani tidak ke sawah. Banyak lahan persawahan yang rusak akibat bencana, tertimbun material longsor. Untuk pemulihan tentu butuh waktu yang lama. Begitu pula akses menuju lokasi pertanian, seperti jembatan Gunung Nago yang putus, menyebabkannya tidak bisa menjemput hasil panen petani di daerah itu.

Tak putus asa. Zico melebarkan sayap pencariannya berkeliling ke berbagai daerah. Hanya saja hal ini tak banyak membantu. Cuaca ekstrem yang melanda sejak beberapa waktu lalu, turut mempengaruhi hasil pertanian. Bahkan untuk mendapatkan padi 5 ton saja sangat susah. Zico pun termenung, teringat kreditnya di Bank Nagari yang jangka waktunya masih panjang. Kredit itu baru berjalan efektif 1 tahun, masih tersisa waktu 3 tahun lagi. Sang istri ikut gundah melihat suaminya yang kebingungan.

“Saya sudah sering ambil kredit di Bank Nagari. Alhamdulillah, lancar. KUR kali ini adalah pinjaman saya yang kesekian kalinya. Tetapi apa daya, saya tak bisa berpikir lagi untuk mencarikan cicilannya. Istri saya ikut cemas memikirkan saya,” ucap Zico nelangsa.

Akhirnya dengan dukungan penuh sang istri, Zico mendatangi Bank Nagari. Dia menyampaikan permasalahan yang dihadapinya. Walau berat, hal ini harus diutarakannya. Usahanya macet. Padi dan beras yang diangkut tidak sebanyak dulu, karena banyak petani yang tidak bikin sawah lagi. Dia berharap solusi dari Bank Nagari agar diberi keringanan untuk membayar utangnya setiap bulan yang besarnya mencapai Rp 5 juta. Dia tidak sanggup.

Baca Juga:  Perbaikan Jembatan Kembar Padang Panjang Ditargetkan Rampung Jelang Lebaran

Saat itu, katanya, petugas kredit Bank Nagari bertanya tentang berapa kesanggupannya untuk membayar cicilan. Setelah berpikir sejenak, dengan kondisinya saat ini maka kesanggupannya membayar cicilan kredit hanya Rp 2 juta per bulan. Dia masih berharap, dalam waktu 1 tahun perekonomiannya bisa pulih kembali sehingga mampu membayar cicilan seperti semula. Tetapi jika dalam waktu 1 tahun perekonomiannya masih belum pulih, maka Zico diminta untuk kembali melaporkan dan akan dilakukan perpanjangan kembali.

“Alhamdulillah, Bank Nagari sangat memahami kesulitan saya. Saya diberi kemudahan melalui skema kredit apa gitu.. saya tidak mengerti betul. Yang jelas, cicilan saya berkurang menjadi Rp 2 juta per bulan,” ucap Zico bersyukur.

Pemimpin Seksi Kredit Bank Nagari Cabang Siteba Padang, Nico Afriando,SP.

Kemudahan Bagi Nasabah Korban Bencana

Bank Nagari sangat peduli dengan masalah yang dihadapi para nasabahnya, apalagi yang menjadi korban bencana. Tentu tidak ada yang menginginkan musibah itu terjadi. Semua merupakan kuasa Yang Maha Kuasa. Para nasabah yang melaporkan tentang duka dan nestapa yang dialaminya, langsung ditindaklanjuti Bank Nagari dengan menerjunkan tim analis kredit untuk melihat kondisi yang dialami.

Kala itu, pihaknya menyaksikan sendiri kondisi memilukan yang terjadi di lapangan. Nasabah yang meminjam uang untuk mengelola kolam ikan, maka ikan dalam kolam sudah hanyut tak bersisa. Kolam sudah rata dengan tanah. Begitu pula nasabah yang bertani menanam jagung, kebun jagungnya sudah tenggelam oleh air dengan lumpur yang tinggi. Dapat dipastikan panen ikan dan panen jagung gagal total. Dampak berikutnya, tentu pada kewajiban rutin mereka sebagai penerima kredit.

“Musibah ini terjadi diluar kendali kita. Oleh sebab itu, untuk para nasabah yang terdampak bencana, kami berikan berbagai kemudahan agar mereka bisa bangkit dan tumbuh kembali seperti harapan kita bersama,” jelas Pemimpin Seksi Kredit Bank Nagari Cabang Siteba Padang, Nico Afriando,SP saat ditemui di ruang kerjanya.

Bank Nagari Cabang Siteba wilayah kerjanya meliputi seluruh Kota Padang. Nasabah yang terdampak bencana pada Bank Nagari Cabang Siteba ini berjumlah 120 pelaku usaha. Mereka umumnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan berbagai bidang usaha yang memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Peduli Usaha Mikro (KPUM).

Baca Juga:  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi Gerak Cepat Mengevaluasi Pekerjaan Pemerintahan Daerah

 

Dari hasil analisis tim kredit setelah mencermati kondisi di lapangan, maka Bank Nagari memberikan program restrukturisasi kredit kepada para nasabah terdampak bencana. Di antaranya, penundaan pembayaran kredit, yaitu nasabah boleh tidak membayar cicilannya selama waktu 6 bulan dan fokus untuk membenahi usahanya.

Bentuk lainnya adalah penambahan jangka waktu kredit, yaitu nasabah diberi kelonggaran membayar cicilannya dengan memperpanjang masa kredit, misalnya dari 5 tahun menjadi 6 tahun. Ada pula pengurangan cicilan bagi nasabah, misalnya setiap bulan harus mencicil Rp 5 juta maka dikurangi cicilannya menjadi Rp 3 juta.

“Dengan program restrukturisasi ini, para nasabah korban bencana  tetap memiliki nama yang baik dan tidak tercoreng di dunia perbankan,” katanya.

Ini merupakan stimulus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi korban bencana, lanjut Nico, terutama berupa kebijakan dengan memberikan perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan nasabah. Kebijakan ini tujuannya untuk meringankan beban finansial nasabah yang terdampak bencana dan mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah terdampak

Ada juga nasabah yang tidak melaporkan musibah yang dialaminya. Tim kredit Bank Nagari mengetahuinya ketika pembayaran cicilan nasabah tersebut jatuh tempo, tetapi mereka tidak menunaikan kewajibannya. Menyadari hal itu, petugas menghubungi nasabah tersebut untuk menanyakan penyebabnya. Saat itu diketahui jika nasabah tersebut menjadi korban banjir dan longsor.

“Ternyata mereka bukan tidak mau melapor, tetapi tidak ada waktu untuk datang ke Bank Nagari  karena kondisi rumah dan lokasi usaha mereka yang porak poranda dengan lumpur yang tinggi. Mereka sibuk membersihkannya,” terang Nico.

Komunikasi para petugas di Bank Nagari Cabang Siteba ini patut diacungi jempol. Mereka selalu menjalin hubungan baik dengan para nasabah. Bahkan solusi yang ditawarkan tak hanya suatu hal rutin yang sudah lazim diterapkan di dunia perbankan. Salah satunya memfasilitasi nasabah yang tengah bermasalah dalam pengembangan usahanya. Agar mereka tetap tumbuh dan berkembang, petugas kredit akan menyarankan mereka untuk berbagi ilmu dengan nasabah yang memiliki usaha sejenis dan telah sukses.

“Ini salah satu yang kita lakukan untuk membantu nasabah. Nasabah sukses juga tak pelit berbagi ilmu dengan nasabah lainnya,” terang Nico. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.