Simpang Empat, Khazminang.id– Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat mengikuti kegiatan Koordinasi Pembangunan dan Instalasi Stasiun Jaringan Referensi Satelit Pertanahan (JRSP) Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam mempercepat transformasi digital layanan pertanahan melalui pemanfaatan teknologi geospasial yang modern dan presisi.
Kegiatan koordinasi tersebut membahas pengembangan infrastruktur JRSP yang akan mendukung pelaksanaan survei dan pemetaan pertanahan secara lebih efisien, akurat, dan terintegrasi. Pengembangan jaringan ini juga menjadi bagian dari upaya ATR/BPN memperluas pembangunan stasiun Continuously Operating Reference Station (CORS) di berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kebutuhan data geospasial nasional.
Melalui pemanfaatan JRSP dan CORS, proses pengukuran bidang tanah akan semakin sederhana. Petugas ukur nantinya cukup menggunakan satu unit rover yang terhubung dengan jaringan referensi satelit tanpa memerlukan perangkat base station sebagaimana metode konvensional. Sistem tersebut memungkinkan proses pengumpulan data berlangsung lebih cepat dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat, Sarjono, mengatakan pengembangan JRSP merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pertanahan sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan ATR/BPN.
“Pemanfaatan JRSP akan meningkatkan efisiensi pekerjaan survei dan pemetaan karena proses pengukuran menjadi lebih cepat, akurat, dan terstandar. Hal ini tentu berdampak positif terhadap kualitas data pertanahan yang menjadi dasar dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan infrastruktur geospasial juga akan mempercepat berbagai layanan pertanahan, mulai dari pengukuran bidang tanah, penyusunan peta bidang tanah, hingga pelaksanaan program-program strategis nasional di bidang pertanahan.
Selain mendukung pelayanan pertanahan, pembangunan JRSP turut memperkuat integrasi data geospasial antara ATR/BPN dengan Badan Informasi Geospasial (BIG). Sinergi tersebut diharapkan menghasilkan data yang lebih akurat dan terstandar sehingga dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan, penataan ruang, mitigasi bencana, hingga pengambilan kebijakan berbasis data.
Melalui pengembangan teknologi JRSP, ATR/BPN terus berkomitmen menghadirkan layanan pertanahan yang modern, transparan, dan berbasis teknologi. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepastian hukum atas hak atas tanah melalui data pertanahan yang semakin presisi. (rel)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






