Padang, Khazminang.id — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Muhidi, MM menegaskan, anggaran pendidikan dalam komposisi APBD Sumbar Tahun 2026 tidak akan dikurangi, meskipun terdapat rencana pergeseran anggaran untuk penanganan dan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi.
“Pendidikan merupakan unsur strategis dalam mencetak generasi masa depan yang lebih baik dan berdaya saing,” ujar Muhidi saat kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Karena itu, tukuknya, DPRD Sumbar berkomitmen menjaga alokasi anggaran pendidikan agar tetap berkelanjutan dan tidak terganggu oleh kebutuhan sektor lain.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang daerah. Kami memastikan anggaran pendidikan tidak akan dikotak-katik, meskipun ada kebutuhan anggaran untuk pemulihan bencana,” ujar Muhidi.
Diakuinya, penanganan bencana memang membutuhkan dukungan anggaran yang besar dan respons cepat, namun hal tersebut tidak boleh mengorbankan sektor pendidikan yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Barat.
Ia menambahkan, DPRD akan mengawal pembahasan APBD 2026 agar setiap kebijakan pergeseran anggaran dilakukan secara selektif dan tetap berpihak pada program-program prioritas.
Pasalnya, tambah dia, generasi muda adalah aset daerah, sehingga menjaga keberlangsungan pendidikan berarti menjaga masa depan Sumatera Barat. (*)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






