Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Wawako Bukittinggi : Intervensi Terhadap Stunting Harus Dilakukan Secara Menyeluruh

×

Wawako Bukittinggi : Intervensi Terhadap Stunting Harus Dilakukan Secara Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bukittingi Ibnu Asis foto bersama peserta rakor TPPS

Bukittinggi, khazminang.id- Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, S.TP di Aula Balai Kota Bukittinggi, Selasa (21/10/2025) membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi melalui dinas kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.TP menyampaikan, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tapi isu multidimensi yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan bangsa.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Karena itu, intervensi terhadap stunting harus dilakukan secara menyeluruh, melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat sipil.

Pendekatan aksi konvergensi menekankan pentingnya keterpaduan program lintas sektor agar pelaksanaan upaya pencegahan dan penurunan stunting berjalan efektif dan berkelanjutan, ujarnya.

Lebih lanjut, Ibnu Asis menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat telah menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14,4% pada tahun 2029 dan 5% pada tahun 2045 sebagaimana tertuang dalam RPJPN 20252045. Untuk Kota Bukittinggi sendiri, angka stunting terus menunjukkan tren positif, di mana pada tahun 2024 telah menurun menjadi 16,8%, atau turun 3,3 poin dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Kembangkan Perikanan Budidaya untuk Kemandirian Keluarga Prasejahtera

Untuk mendukung kebijakan nasional tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi terus memperkuat kelembagaan TPPS, meningkatkan kapasitas kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta melaksanakan program berbasis masyarakat seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang membantu keluarga berisiko stunting, jelasnya.

Ibnu Asis juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat koordinasi, integrasi program, dan komitmen bersama dalam menurunkan prevalensi stunting. Ia menegaskan, pencegahan dan penurunan stunting merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi unggul, sehat dan produktif di masa depan. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.