Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Peringati HKN ke-62, Bukittinggi Perkuat Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Profesional

×

Peringati HKN ke-62, Bukittinggi Perkuat Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Profesional

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.TP saat menggunting pita tanda dibuka acara peringatan hari kesehatan ke 62 tahun 2026

Bukittinggi, khazminang.id- Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 yang dibuka Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, STP, mewakili Wali Kota Bukittinggi, di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, Kamis (29/10/2026).

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.TP saat memberikan sambutan pada acara hari kesehatan ke 62 tahun 2026

Dalam sambutannya, Ibnu Asis menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan harus diiringi dengan peningkatan mutu pelayanan, profesionalisme tenaga kesehatan, serta pemerataan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Menurutnya, Pemerintah Daerah terus memberikan perhatian terhadap sektor kesehatan, salah satunya melalui peningkatan anggaran yang disebut mencapai Rp162 miliar. Dukungan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kota Bukittinggi.

“Peningkatan dukungan anggaran harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan, profesionalisme tenaga kesehatan, dan kemudahan akses bagi masyarakat,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam peringatan HKN tersebut.

Ia menekankan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas maupun besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan setiap fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan layanan yang cepat, tepat, aman, dan sesuai kebutuhan pasien.

Karena itu, seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga fasilitas pelayanan rujukan, didorong untuk terus berbenah dan meningkatkan standar pelayanan.

Baca Juga:  Rapat Bamus Menjadwalkan Agenda Kerja DPRD Masa Akan Datang

Stunting Jadi Tantangan Bersama

Selain peningkatan kualitas pelayanan, Ibnu Asis mengingatkan bahwa masih terdapat berbagai tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius, salah satunya persoalan stunting yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak dan kualitas generasi penerus.

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, keluarga, serta masyarakat.

Upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pola hidup sehat.

Di samping itu, langkah promotif dan preventif juga harus semakin diperkuat. Masyarakat perlu didorong untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan, rutin melakukan aktivitas fisik, serta memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan deteksi dini penyakit.

Pendekatan pencegahan dinilai penting untuk menekan risiko berbagai penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dorong Inovasi dan Digitalisasi Pelayanan

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Asis juga mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, sederhana, dan mudah dijangkau masyarakat.

Digitalisasi pelayanan diharapkan mampu memangkas prosedur birokrasi yang tidak diperlukan, memperkuat koordinasi antarfasilitas kesehatan, serta mempermudah masyarakat memperoleh layanan sejak tingkat pertama hingga pelayanan rujukan.

Baca Juga:  PTSL Terintegrasi ILASPP 2026 Mulai Disosialisasikan, Warga Nagari Desa Baru Barat Diajak Wujudkan Tertib Pertanahan

Meski demikian, penerapan teknologi harus tetap memperhatikan standar medis, keselamatan pasien, dan perlindungan data pribadi.

Peningkatan pemanfaatan teknologi juga harus berjalan seiring dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Tenaga kesehatan dituntut terus meningkatkan kompetensi, menjunjung tinggi etika profesi, serta mengedepankan empati dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Dengan sinergi antara teknologi, kompetensi tenaga kesehatan, dan tata kelola yang baik, pelayanan kesehatan di Bukittinggi diharapkan semakin responsif dan berkualitas.

Libatkan Berbagai Unsur Kesehatan

Peringatan HKN ke-62 tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi beserta jajaran, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), para direktur rumah sakit, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi terpilih periode 2026–2031, rektor dan direktur perguruan tinggi, Forum Kota Sehat, serta berbagai unsur tenaga dan institusi kesehatan di Kota Bukittinggi.

Turut hadir Ketua Yayasan Leny Masrizawati, SH, bersama jajaran staf, serta Wakil SMK Kesehatan GENUS Bukittinggi, Meswadi Hendra, JF.IB, selaku Koordinator Yayasan, yang mewakili Kepala Sekolah Dr. H. Defi Endri, MM, M.Pd.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan senam bersama yang melibatkan insan kesehatan di lingkungan SMK Kesehatan GENUS Bukittinggi. Kegiatan tersebut menjadi simbol pentingnya membangun budaya hidup sehat melalui aktivitas fisik dan pencegahan penyakit.

Baca Juga:  Kaprodi MKn Unand, Yussy: Kelemahan Permenkum No. 22 Tahun 2025 Perlu Penyempurnaan untuk Kepastian Hukum

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, peringatan HKN menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem kesehatan yang semakin tangguh.

Keterlibatan organisasi profesi, rumah sakit, perguruan tinggi, PMI, Forum Kota Sehat, dan institusi pendidikan kesehatan menunjukkan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan peran aktif berbagai pihak.

Pemerintah Kota Bukittinggi berharap seluruh insan kesehatan terus meningkatkan dedikasi, profesionalisme, serta semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui dukungan anggaran, kolaborasi lintas sektor, penguatan upaya promotif dan preventif, serta pemanfaatan teknologi, Bukittinggi berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan merata.

Momentum HKN ke-62 pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya fasilitas yang tersedia, tetapi juga dari kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan, kualitas penanganan yang diberikan, dan meningkatnya kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini.

“Pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat dan kemajuan daerah,” menjadi semangat yang perlu terus diwujudkan melalui kerja nyata seluruh insan kesehatan. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.