Sungai Batang, Khazminang.id- Bencana galodo dan banjir bandang yang menerjang Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada akhir tahun 2025 lalu meninggalkan dampak yang mendalam. Salah satu ikon spiritual warga, Masjid Al Ihsan yang terletak di Jorong Labuah, kini kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak lagi bisa digunakan.
Masjid yang awalnya berdiri megah, kokoh, dan selalu ramai oleh jemaah tersebut kini telah rata oleh material alam. Dari kejauhan, bangunan tempat ibadah ini hampir tak bersisa dan hanya menyisakan bagian kubahnya saja yang masih terlihat di atas permukaan tanah.
Wali Jorong Labuah, Elbama, mengonfirmasi bahwa seluruh area dalam dan luar masjid sudah tertimbun rapat oleh batu dan kerikil pascabencana.
“Kami tidak bisa beribadah di masjid ini lagi karena tertimbun material batu dan kerikil. Sebagai solusinya, kami membangun masjid baru di lokasi yang berbeda, yang jaraknya lebih kurang satu kilometer dari masjid yang lama,” ujar Elbama kepada Khazminang.id saat ditemui di Labuah Sungai Batang, Sabtu (22/10/2026).
Langkah berat ini terpaksa diambil demi memastikan warga jorong tetap memiliki tempat ibadah yang layak dan aman dari ancaman bencana serupa di masa depan, ucapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Masjid Al Ihsan, Dzul Ishwan Adelnov, menuturkan bahwa pihak pengurus dan masyarakat harus berjuang keras mendirikan tempat ibadah baru dari awal.
“Akibat bencana akhir tahun 2025 lalu, kami harus membangun masjid baru mulai dari nol di tempat yang berbeda. Lahan baru yang disiapkan adalah di atas tanah seluas 1.648 meter persegi,” jelas Dzul Ishwan di lokasi dan waktu yang sama.
Perjalanan untuk mewujudkan kembali Masjid Al Ihsan yang baru masih sangat panjang. Dzul Ishwan mengestimasikan total dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan ini mencapai lebih dari Rp1,2 miliar.
“Saat ini pembangunannya baru berjalan sekitar 10 persen. Untuk pendanaan, sejauh ini kami menghimpun sumbangan dari masyarakat perantauan dan warga yang berada di kampung halaman,” tambahnya berharap uluran tangan dari berbagai pihak agar pembangunan bisa dipercepat.
Kini, masyarakat Jorong Labuah berharap proses pembangunan masjid baru ini dapat berjalan lancar agar lantunan ayat suci dan aktivitas keagamaan yang sempat terputus akibat galodo bisa segera menggema kembali secara normal, pungkas Dzul Ishwan. (Heppy)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






