Padang Panjang, Khazanah — Lansia Padang Panjang didorong untuk tetap aktif dan produktif, karena memasuki usia lanjut bukan berarti harus berhenti beraktivitas dan berkarya. Dengan menjaga semangat, mengembangkan keterampilan, serta terus belajar, para lanjut usia (lansia) tetap dapat menjalani kehidupan yang aktif, mandiri, dan produktif, sekaligus memberikan kontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.
Semangat tersebut menjadi pesan utama Bunda Literasi Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, saat memberikan materi bertajuk “Ibu Literat, Keluarga Berdaya: Mengubah Ide Kreatif Menjadi Cuan” dalam kunjungan Sekolah Lansia ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Rabu (14/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Audio Visual DPK.
Maria Feronika menekankan bahwa usia lanjut bukan alasan untuk berhenti belajar, berkreativitas, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Menurutnya, para ibu lansia tetap memiliki potensi besar untuk mengembangkan kemampuan, memanfaatkan pengalaman hidup, serta mengisi hari-hari dengan aktivitas yang menyenangkan dan produktif.
Ia mengajak peserta menjadikan literasi sebagai bekal untuk menjalani masa lanjut usia secara lebih berkualitas. Literasi, katanya, tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan mengolah informasi, mengembangkan gagasan, serta menemukan peluang dari lingkungan sekitar.
“Ibu lansia bisa menghasilkan melalui kegiatan ringan yang tidak rumit, seperti menjahit, merajut, dan kegiatan lainnya. Pemko bisa memberikan pelatihan untuk ibu lansia. Jika memang berminat, akan kita upayakan. Teruslah berbuat meskipun kita tidak mendapatkan penghargaan,” ujar Maria.
Menurutnya, aktivitas produktif bagi lansia tidak harus selalu berorientasi pada penghasilan. Kegiatan seperti berkebun, memasak, membuat kerajinan tangan, membaca, menulis, mengikuti kegiatan sosial, maupun berbagi pengalaman dengan generasi muda juga dapat menjadi cara untuk menjaga semangat, mengembangkan potensi diri, dan mempertahankan keterlibatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Meski demikian, kegiatan yang dilakukan perlu disesuaikan dengan kondisi fisik, minat, dan kemampuan masing-masing. Dengan aktivitas yang tepat, para lansia dapat tetap bergerak, bersosialisasi, dan merasa memiliki peran penting dalam keluarga maupun lingkungan tempat tinggalnya.
Maria Feronika juga mendorong pengembangan keterampilan sederhana yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi. Hasil kerajinan, olahan makanan, maupun produk rumahan dapat dikembangkan menjadi usaha kecil sesuai kemampuan masing-masing peserta. Pemasarannya pun dapat dilakukan secara bertahap, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital bagi mereka yang mampu dan berminat mempelajarinya.
Ia berharap Pemerintah Kota Padang Panjang dapat terus mendukung upaya pemberdayaan lansia melalui pelatihan keterampilan dan kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan dukungan tersebut, para lansia diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk tetap aktif, mandiri, percaya diri, dan produktif.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan DPK Kota Padang Panjang, Yeni Hernida, menyampaikan bahwa kunjungan Sekolah Lansia menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat peserta agar terus mengembangkan diri. Menurutnya, bertambahnya usia tidak seharusnya membatasi seseorang untuk belajar dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Kunjungan tersebut sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat yang terbuka bagi semua kelompok usia. Melalui pemanfaatan sumber pengetahuan dan kegiatan literasi, para lansia dapat memperluas wawasan, menemukan minat baru, serta memperoleh inspirasi untuk menjalani keseharian secara lebih bermakna.
Yeni juga menyampaikan materi bertema “Lansia Sehat, Ceria, dan Aktif”. Materi ini mengajak peserta menjaga semangat, menjalani aktivitas sesuai kemampuan, serta tetap membangun hubungan sosial yang positif.
Melalui kegiatan tersebut, DPK Kota Padang Panjang berharap Sekolah Lansia tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mengembangkan potensi para peserta.
Dukungan Bunda Literasi Padang Panjang terhadap penguatan literasi produktif di kalangan lansia diharapkan semakin membuka kesempatan bagi mereka untuk terus berkarya. Sebab, masa lanjut usia tetap dapat menjadi fase kehidupan yang penuh makna ketika seseorang memiliki ruang untuk belajar, beraktivitas, berbagi pengalaman, dan berkontribusi sesuai kemampuannya. (Eko)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






