Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Sawah Jadi Ladang Jagung: 350 Hektar Lahan di Tiga Koto Silungkang Beralih Fungsi Akibat Krisis Irigasi

×

Sawah Jadi Ladang Jagung: 350 Hektar Lahan di Tiga Koto Silungkang Beralih Fungsi Akibat Krisis Irigasi

Sebarkan artikel ini
Beralih fungsi dari tanaman padi menjadi tanaman jagung akibat kerusakan infrastruktur, sehingga bandar air kering
Singkatnya Gini...
  • Sebanyak 350 hektare lahan persawahan di Nagari Tiga Koto Silungkang, Kabupaten Agam, dialihfungsikan menjadi perkebunan jagung akibat krisis air pascabencana galodo.
  • Alih fungsi komoditas darurat tersebut dilakukan lantaran hancurnya bendungan dan terputusnya jaringan irigasi utama, serta kondisi sawah yang rusak tertimbun material bebatuan.
  • Masyarakat dan penyuluh tani setempat mendesak pemerintah untuk segera merehabilitasi infrastruktur irigasi utama demi memulihkan penopang utama perekonomian warga.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Tigo Koto Silungkang, Khazminang.id– Sebanyak 350 hektar lahan pertanian di Nagari Tiga Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kini terpaksa beralih fungsi dari tanaman padi menjadi tanaman jagung. Langkah darurat ini diambil petani setempat sebagai solusi atas hancurnya infrastruktur irigasi pascabencana galodo yang melanda kawasan tersebut.

Semenjak musibah banjir bandang menimpa sebagian besar daerah di Kecamatan Palembayan pada akhir tahun 2025 lalu, banyak lahan pertanian padi tidak dapat difungsikan lagi. Kondisi sawah yang kini dipenuhi kerikil dan bebatuan besar membuat penanaman padi menjadi mustahil.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Ketua Perhimpunan Penyuluh Tani Kabupaten Agam, Maradona, menjelaskan bahwa pengalihan komoditas ke tanaman jagung merupakan jalan keluar paling logis di tengah krisis air yang melanda.

“Mengganti tanaman padi kepada tanaman jagung adalah salah satu solusi dari krisis irigasi yang kami hadapi. Sebab, 350 hektar lahan pertanian padi tidak bisa diairi akibat bendungan jebol dampak dari banjir dan galodo tersebut,” ujar Maradona saat memberikan keterangan di Silungkang, Palembayan, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Sumbar: Peran FKPT Sangat Penting untuk Pencegahan Radikalisme

Akibat kerusakan infrastruktur tersebut, aliran air dari beberapa sumber irigasi utama kini terputus total. Beberapa jaringan irigasi yang terdampak parah antara lain: Bandar Masjid, Banda Baluka Matua, Bandar Koto Alam, Beberapa bandar (saluran air) pendukung lainnya.

Maradona menambahkan keterangannya, meski sudah ada beberapa upaya perbaikan irigasi, hal tersebut baru menyentuh skala kecil. Jaringan irigasi utama yang menjadi urat nadi pertanian di Palembayan hingga kini belum tersentuh perbaikan sama sekali.

Masyarakat setempat sangat berharap adanya tindakan nyata dari Pemerintah dan pihak terkait. Perbaikan infrastruktur pertanian ini sangat mendesak, mengingat sektor pertanian merupakan sumber kehidupan dan penopang utama ekonomi masyarakat di Palembayan yang terdampak bencana, ungkapnya. (Heppy)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.