Arosuka, Khazanah – Upaya pencarian satu dari dua korban yang yang hilang akibat Galodo di ibu Kabupaten Solok, Arosuka berhasil. Seorang korban ditemukan dalam sungai di perbatasan Nagari Koto Gaek dan Jawi-Jawi Kecamatan Guinung Talang.
“Ya sudah ditemukan satu orang di sungai siang ini,” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Solok Yodi Triyanto yang dihubungi dari Padang.
Para relawan bersama tim SAR berhasil mengevakuasi korban yang sudah tidak bernyawa lagi itu dari sunbgai. Tapi sejauh ini belum ada laporan identitas, yang mana dari dua korban itu yang ditemukan.
Keterangan Kepala Kantor Basarnas Padang, Abdul Malik yang dikutip dari laman kompas.com mengatakan tim gabungan telah menemukan salah satu korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (22/9/2026) siang.
“Kami laporkan pada pukul 13.30 WIB, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di aliran Sungai Batu Agek, perbatasan Jawi-Jawi,” ujar Abdul Malik.
Korban langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulans ke fasilitas kesehatan terdekat, sementara identitas lengkapnya akan disampaikan setelah proses verifikasi selesai. Abdul Malik menambahkan, pencarian melibatkan sekitar 600 personel tim gabungan yang disebar di titik-titik lokasi sepanjang aliran sungai. “Total masih ada satu korban lagi yang masih dalam proses pencarian,” jelasnya.
Banjir bandang melanda dua nagari di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Selasa (22/9/2026) dan kini ditetapkan oleh Pemkab Solok berstatus Darurat Bencana.
Kata Bupati Jon Pandu, status itu mulai berlaku hari ini (Selasa-red).”Kita masih mencari dua warga yang dilaporkan hilang saat banjir ini terjadi,” ujar dia kepada pers di Arosuka.
Sebelumnya kedua warga yang dinyatakan hilang itu dalam pencarian oleh BPBD, PMI, TNI, Polri dan masyarakat setempat. Selain dua warga yang disebutkan hilang itu, empat warga juga harus menjalani perawatan di rumah sakit, satu diantaranya dibawa ke Kota Padang.
Sementara itu puluhan warga kini sudah berada di posko pengungsian yang sementara waktu didirikan di rumah dinas Wakil Bupati. “Jumlah rumah rusak belum kita pastikan, masih proses pendataan,” ujar Bupati.(Eko)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






