Bukittinggi, khazminang.id- Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Bukittinggi dan sekitarnya berdampak pada kesehatan, sehingga memicu aksi gerak cepat dan tanggap dari organisasi Orari lokal (Orlok) Bukittinggi Agam-YH5AK.
Menanggapi situasi yang berakibat pada kesehatan masyarakat, Tim Communication in Rescue and Emergency (CORE) Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK menggelar gerakan kemanusiaan dengan membagikan ribuan masker kepada pelajar, tenaga pendidik, dan warga masyarakat, Sabtu (19/9/2026).
Aksi peduli ini diinisiasi oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Tim CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Muhammad Haris-YC5AOI, bersama para anggota. Gerakan dimulai dengan membuka donasi secara swadaya. Melalui kepedulian para donatur, tim berhasil mengumpulkan ribuan masker serta dana yang langsung dikonversikan menjadi alat pelindung diri.
Meskipun Kota Bukittinggi diguyur hujan sejak pagi hari, puluhan anggota Tim CORE tetap bergerak turun ke lapangan demi menjalankan misi kemanusiaan. Langkah ini selaras dengan jargon yang diusung: “CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK Peduli Kemanusiaan” dan “CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK Tangguh”.

Aksi pembagian masker pelindung asap ini menyasar beberapa sekolah di sekitar lingkungan Sekretariat Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, di antaranya SDN 01 Benteng, SDN 02 Percontohan, dan SMPN 4 Bukittinggi. Tidak hanya siswa, masker juga dibagikan kepada tenaga pendidik, orang tua murid, serta warga masyarakat di lingkungan sekolah. Kehadiran tim disambut hangat oleh para Kepala Sekolah yang mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian nyata ini.

Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Syahrul Junaidi-YB5AJO, yang mendampingi langsung kegiatan ini bersama DPP, jajaran pengurus seperti Masri-YC5AFK (Ketua Bidang Organisasi), Tegar Adrian-YD5ATI, Taufik Akbar-YC5AOG, Nuswirsyah-YC5AKI dan pengurus lainnya, menyatakan bahwa aksi ini merupakan panggilan hati nurani.
“Ini adalah sentuhan hati nurani demi menjaga anak bangsa dan tenaga pendidik agar terhindar dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Masker pelindung ini menjadi APD krusial untuk menyaring partikel berbahaya dan polusi asap yang mengotori udara,” ujar Syahrul Junaidi.
Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan bahwa Tim CORE memiliki tugas pokok yang vital dalam kebencanaan. Selain bergerak cepat dalam satu komando untuk menolong korban sejak masa tanggap darurat hingga pascabencana, mereka juga bertugas memberikan Dukungan Komunikasi (Dukom) Darurat menggunakan jalur radio amatir ketika jaringan seluler atau listrik lumpuh. Tim juga aktif melakukan piket Siaga Posko secara bergantian serta bersinergi di lapangan bersama Pemerintah, TNI, Polri, BPBD, dan PMI.
“Fungsi utama kami adalah menjadi penghubung informasi (relay) dari lokasi bencana ke instansi berwenang, melakukan manajemen posko dengan pelaporan data yang akurat tanpa asumsi, serta menyediakan teknologi komunikasi alternatif berbasis mandiri seperti panel surya pada situasi darurat ekstrem,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Bidang Operasi dan Teknik Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Suhardedi-YB5DDE, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sikap siaga dan antisipasi dini dinilai sangat krusial untuk melindungi diri dari bahaya polusi udara yang kian berdampak pada kesehatan.
“Fokus utama kita adalah perlindungan kesehatan, terutama mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan memburuknya penyakit kronis seperti asma,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar perhatian ekstra diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru.
Untuk menghadapi situasi tersebut, Suhardedi-YB5DDE menyampaikan beberapa langkah kewaspadaan yang bisa dilakukan masyarakat: lihat informasi indeks pencemaran udara secara berkala melalui sumber resmi, kurangi kegiatan fisik di luar rumah saat kabut asap tebal. Gunakan Pelindung Diri jika beraktivitas di luar ruangan dan jaga udara bersih di Rumah.
Andalkan Radio Amatir di Daerah Blank Spot
Lebih lanjut, Suhardedi-YB5DDE menjelaskan bahwa dalam situasi kedaruratan bencana, Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK selalu siap membantu proses penyelamatan. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa perangkat gelombang radio amatir, tetapi juga penyediaan peralatan penunjang seperti solar sel dan genset untuk menjaga pasokan aliran listrik.
Ketika bencana melanda daerah blank spot (titik kosong) yang kehilangan akses komunikasi internet, Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK hadir menjadi jembatan komunikasi darurat menggunakan perangkat gelombang radio amatir.
“Seperti halnya bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Agam, Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi Agam-YH5AK langsung bergerak cepat membantu dengan membagi kelompok ke masing-masing titik bencana,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Tim CORE berkomitmen penuh untuk bergerak cepat memberikan pertolongan dan bantuan kepada masyarakat, baik dalam penanganan bencana alam maupun bencana non-alam, di wilayah Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, hingga ke luar daerah tersebut, ungkapnya.
Komandan Satgas CORE Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Muhammad Haris-YC5AOI, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur. Ia menjelaskan bahwa teknis pembagian dilakukan secara interaktif dengan mendatangi langsung para siswa di dalam maupun di luar kelas untuk memastikan masker segera dipakai.
“Gerakan ini juga menjadi bagian dari Program ORARI Go to School. Kami menyisipkan sosialisasi dan edukasi agar para siswa disiplin memakai masker serta mengikuti arahan mitigasi kesehatan, mengingat indeks kualitas udara Bukittinggi saat ini berada pada kategori kurang sehat,” kata Muhammad Haris.
Senada dengan itu, pengurus Orlok lainnya, Jhon Hendri-YC5ACR, menekankan pentingnya mengambil peran sosial dalam edukasi mitigasi bencana sejak dini kepada generasi muda dan kami selalu ikut berperan pada dukungan komunikasi radio saat kondisi darurat. Ia mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan di tengah paparan kabut asap di wilayah Bukittinggi dan Agam sekitarnya, ungkapnya.
Sebelum masker dibagikan secara merata, pengurus Tim CORE, Akmal Musyarif, juga memberikan edukasi singkat di SDN 01 Benteng mengenai pengertian kabut asap serta tata cara pemakaian masker yang benar dan efektif kepada siswa dan guru. (Iwin SB)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





