Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

RSUP Dr. M. Djamil Bakal Jadi Pusat Layanan dan Pembinaan Operasi Jantung Anak Wilayah Sumatera

×

RSUP Dr. M. Djamil Bakal Jadi Pusat Layanan dan Pembinaan Operasi Jantung Anak Wilayah Sumatera

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • RSUP Dr. M. Djamil Padang berkolaborasi dengan KSrelief Arab Saudi, Muslim World League, dan RS Harapan Kita dalam program proctorship untuk memperkuat kapasitas layanan dan alih teknologi operasi jantung anak di Sumatera Barat.
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti urgensi penanganan penyakit jantung bawaan di Indonesia, di mana sekitar 12.000 bayi membutuhkan operasi kritis setiap tahunnya namun kapasitas nasional sebelumnya baru mampu menangani 6.000 kasus.
  • Melalui kerja sama lintas negara ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang ditargetkan menjadi pusat rujukan dan pembinaan layanan kardiovaskular pediatrik utama di wilayah Sumatera.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang.id – RSUP Dr. M. Djamil Padang berkolaborasi dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) Arab Saudi, Muslim World League (MWL), serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita perkuat layanan operasi jantung anak.

Pemprov Sumbar menyampaikan selamat datang kepada seluruh tim medis dan delegasi dari Arab Saudi serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Kerja sama lintas negara ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak penderita penyakit jantung bawaan di Sumbar.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Kehadiran para ahli medis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di daerah,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat mendampingi Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin membuka kegiatan Proctorship Kasus Kardiovaskular Pediatrik di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026).

Pemprov Sumbar mendukung penuh penguatan kolaborasi lintas negara, lintas institusi, dan lintas profesi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan. Kerja sama tersebut tidak hanya memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus juga dapat meningkatkan kemampuan tenaga medis daerah dalam menangani penyakit jantung bawaan pada anak.

Baca Juga:  Pemko Bukittinggi dan DPRD Sumbar Gelar Sosialisasi Perda Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

“Penanganan penyakit jantung bawaan pada anak-anak tidak hanya menjadi tantangan medis, tetapi juga memberikan beban fisik, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar memandang kegiatan proctorship ini sangat strategis karena tidak hanya memperluas akses pelayanan berkualitas, tetapi juga meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di daerah melalui transfer ilmu pengetahuan,” ujar Arry.

Arry juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh dokter, perawat, dan tenaga kesehatan atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, para tenaga kesehatan tidak hanya berperan menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak beserta keluarga yang tengah berjuang menghadapi penyakit jantung.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyakit jantung bawaan masih menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan di Indonesia. Setiap tahun, sekitar satu persen atau sekitar 48 ribu bayi yang lahir mengalami kelainan jantung bawaan, dan sekitar 12 ribu di antaranya memerlukan tindakan operasi segera karena kondisinya kritis.

Menurut Budi, hingga tahun 2022 Indonesia baru mampu menangani sekitar 6.000 operasi jantung anak setiap tahun. Akibatnya, masih banyak anak yang belum mendapatkan tindakan medis tepat waktu karena keterbatasan kapasitas layanan.

Baca Juga:  Wawako Ibnu Asis : Aplikasi Ayo Pramuka Merupakan Modernisasi Gerakan Pramuka di Era Digital

“Karena itu pemerintah terus memperluas kemampuan rumah sakit yang dapat melakukan operasi jantung anak. Dari sebelumnya hanya sembilan rumah sakit di enam provinsi, kini telah berkembang menjadi 15 rumah sakit di 12 provinsi. Namun jumlah itu masih harus terus ditingkatkan agar seluruh provinsi memiliki layanan operasi jantung anak,” kata Budi.

Ia juga mengapresiasi dukungan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre yang secara konsisten mengirimkan tim ahli ke Indonesia. Selain membantu pelaksanaan operasi bagi pasien, program tersebut dinilai mempercepat alih pengetahuan kepada tenaga kesehatan Indonesia sehingga kemampuan rumah sakit daerah terus berkembang.

Melalui kegiatan proctorship ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang ditargetkan menjadi salah satu pusat layanan sekaligus pembinaan operasi jantung anak di wilayah Sumatera. Rumah sakit tersebut juga diharapkan mampu menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kardiovaskular pediatrik bagi rumah sakit-rumah sakit di Sumbar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI dr. Obrin Parulian, M.Kes., para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat atau yang mewakili, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbaf dr. Aklima, MPH., CMed., FISQua, Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil Padang, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang dr. Dovy Djanas, Sp.OG., Subsp.K.F.M., MARS., FISQua, unsur Forkopimda, perwakilan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre Arab Saudi, Muslim World League Indonesia, serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. (*)

Baca Juga:  Audiensi dengan Bupati Padang Pariaman, AMS Sumbar Perkenalkan Tiga Program AMS Inisiatif

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.