Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Perdana Gelar Persiapan Ujian PPAT, Labor Akta MKn Fakultas Hukum Unand Langsung Dapat Tawaran Kerja Sama

×

Perdana Gelar Persiapan Ujian PPAT, Labor Akta MKn Fakultas Hukum Unand Langsung Dapat Tawaran Kerja Sama

Sebarkan artikel ini
Ketua Prodi Magister Kenotariatan (MKn) Fakultas Hukum Unand, Dr. Yussy Adelina Mannas, SH, MH menyerahkan piagam kepada para instruktur.
Singkatnya Gini...
  • Prodi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Andalas menggelar Kelas Persiapan Ujian PPAT perdana yang diikuti oleh 32 peserta dari dalam dan luar Sumatera Barat.
  • Pelatihan selama dua hari tersebut membekali peserta dengan enam materi utama pertanahan serta simulasi ujian berbasis web yang sesuai dengan standar Kementerian ATR/BPN.
  • Program ini bertujuan mematangkan kesiapan mental, penguasaan materi, dan strategi pengelolaan waktu peserta guna menghadapi seleksi PPAT nasional yang sangat ketat.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang, Khazminang – Ruang aula Kampus Pancasila terasa begitu hening. Sebanyak 32 peserta yang mengikuti Kelas Persiapan Ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), terlihat serius mengerjakan soal-soal yang diberikan, Rabu (29/7/2026). Perhatian mereka fokus pada layar laptop masing-masing.

Program kelas persiapan itu digelar oleh Labor Akta Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) selama 2 hari, yaitu Selasa (28/7/2026) hingga Rabu (29/7-2026).

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Sehari sebelum ujian, para peserta yang merupakan lulusan Magister Kenotariatan (MKn) itu, sudah mendapatkan materi yang diberikan oleh para ahli di bidangnya, di antaranya Dr. Azmi Fendri, S.H., M.Kn, Meiven Indra, S.H., M.Hum., Notaris Helsi Yasin, S.H., M.Kn, Notaris Pasneliza Kharani,S.H., M.Kn., Notaris Alexander, S.H., M.Kn., Notaris Dr. Ressa R. Mannas, S.H.,M.Kn., serta Ketua Pengwil IPPAT Sumbar, Novrial Bahrun, S.H., M.Kn.

“Teknik ujian yang kita laksanakan hari ini, persis seperti ujian PPAT yang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN, berupa simulasi ujian PPAT menggunakan teknologi informasi berbasis sistem web,” terang Ketua Prodi Magister Kenotariatan (MKn) Fakultas Hukum Unand, Dr. Yussy Adelina Mannas, SH, MH.

Kelas Persiapan Ujian PPAT ini adalah yang pertama kali dilaksanakan oleh Prodi MKn Fakultas Hukum Unand. Dan ternyata program ini mendapat sambutan luar biasa dari para calon PPAT. Beberapa calon peserta bahkan tidak bisa dilayani karena terbatas tempat yang tersedia. Peserta yang ikut juga tak hanya berasal dari wilayah Sumbar tetapi juga dari luar Sumbar

Baca Juga:  Ikasmantri Padang Akan Bagikan Pabukoan Gratis

“Ada 2 orang peserta pada kelas perdana ini yang berasal dari luar Sumbar, masing-masing dari UIN Malang dan Universitas Padjajaran,” jelas Yussy.

Panitia kegiatan, Atika Wulandari menambahkan, program ini merupakan simulasi dari pelaksanaan ujian PPAT yang sesungguhnya. Melalui kelas persiapan ini diharapkan para peserta lebih dapat mempersiapkan diri, baik persiapan mental maupun penguasaan materi yang akan diuji, sebab mereka akan bersaing dengan peserta lain dari seluruh Indonesia.

“Ujian PPAT itu sangat ketat. Tak jarang peserta itu mengikuti berulang kali karena gagal pada ujian sebelumnya,” katanya.

Peserta Kelas Persiapan Ujian PPAT foto bersama instruktur dan Ketua Prodi MKN FH Unand, Dr. Yussy A. Mannas, SH, MH.

Materi Persiapan Ujian PPAT

Untuk mengikuti program ini, jelas Yussy Adelina Mannas, calon PPAT harus menguasai materi yang berkaitan dengan bidang PPAT. Pihak Prodi MKn Unand sendiri, telah melakukan diskusi dengan para PPAT dan akhirnya merangkum soal-soal lama sesuai pengalaman para PPAT dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan hukum terkini.

Ada 6 antara materi yang harus dikuasai peserta calon PPAT yaitu :

  1. Hukum Pertanahan Nasional, meliputi :
  • Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) yang didalamnya menyangkut dasar-dasar Hukum Agraria dan penguasaan tanah.
  • Hak Atas Tanah, terkait jenis dan jangka waktu hak atas tanah (Hak Milik, HGU, HGB, Hak Pakai, Hak Pengelolaan)
  • Peralihan dan Pembebanan Hak.
  • Subjek dan Objek Hak terkait pembaruan hak, kepemilikan tanah oleh WNA dan Hak Milik atas Satuan Rumah Susun
  1. Hak Atas Tanah dan Pendaftaran Tanah, meliputi :
  • Dasar hukum Pendaftaran Tanah (PP No. 24 Tahun 1997 dan turunannya) dan Tahapan kegiatan pendaftaran tanah
  • Proses pendaftaran tanah pertama kali dan pemeliharaan data pendaftaran tanah (balik nama, pemisahan, dll).
  • Update kebijakan pertanahan terkini
  1. Organisasi & Kelembagaan Kementerian ATR/BPN.
Baca Juga:  Organisasi Perempuan di Sumbar Dituntut Bertansformasi Jadi Penggerak Pemulihan Pasca-Bencana
Wakil Dekan I FH Unand, Dr. Nani Mulyati, SH., MCL membuka Kelas Persiapan Ujian PPAT.

4.   Peraturan Jabatan PPAT

  • Dasar Hukum PPAT meliputi kedudukan, tugas pokok dan wewenang PPAT.
  • Larangan dan Sanksi, meliputi daerah kerja, larangan, dan sanksi pelanggaran jabatan serta mekanisme pengawasan
  • Majelis Kehormatan PPAT dan tata cara cuti PPAT
  1. Pembuatan Akta PPAT (Teori & Praktik)
  • Format dan anatomi akta, meliputi cara menyusun dan mengisi klausula dalam akta otentik (Komparasi, Premis, Isi, Penutup).
  • Pemahaman 8 (delapan) jenis akta pokok, yaitu AJB, Tukar Menukar, Hibah, APHT, SKMHT, dll.
  1. Kode Etik Profesi PPAT
  • Ketentuan Umum & Organisasi IPPAT
  • Etika Jabatan : Kewajiban Jabatan, Larangan Jabatan, dan sanksi menurut Kode Etik IPPAT.
  • Penegakan Etika meliputi peran organisasi dalam pengawasan profesi, Majelis Kehormatan
  • Tata cara pemeriksaan
Sambutan Ketua Pengwil IPPAT Sumbar, Novrial Bahrun, S.H., M.Kn.

“Setiap materi yang diberikan, langsung setelahnya diadakan posttest untuk mengetahui sejauh mana penguasaan peserta terhadap materi tersebut. Hasil posttest menjadi evaluasi terhadap peserta dan memberikan penajaman pada materi yang belum sepenuhnya dipahami peserta,” terang Yussy.

Melalui program kelas persiapan ini, pihaknya berharap nantinya ketika mengikuti ujian PPAT di Kementerian ATR/BPN, para peserta tidak merasa canggung atau grogi lagi karena sudah terbiasa mengikuti ujian berbasis teknologi informasi. Selain itu, peserta juga harus bisa mengelola waktu ujian yang tersedia.

Baca Juga:  Serahkan 1.032 Sertifikat Wakaf, Menteri Nusron Ajak Penerima Jadi Pelopor Pengamanan Aset Umat

“Ujian PPAT itu ada kategori ringan, sedang dan berat, masing-maasing dengan sistem pinalti atau minus, yaitu sistem penilaian dengan pengurangan nilai untuk jawaban yang salah,” katanya.

Melihat begitu pentingnya program kelas persiapan tersebut untuk melahirkan PPAT yang andal, Ketua Pengwil IPPAT Sumbar, Novrial Bahrun, S.H., M.Kn langsung menawarkan kerja sama. Tentunya ke depan, program ini menjadi salah satu prioritas bagi Prodi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Unand.

“Alhamdulillah, program kita ini mendapat sambutan luar biasa dari berbagai pihak, tak hanya dari para calon PPAT tetapi juga dari Pengwil IPPAT Sumbar,” ucap Yussy. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.