Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Terapkan Budaya Belajar dan Budaya Kebermanfaatan, ParagonCorp Raih Dua Penghargaan Regional di ETHCA Southeast Asia 2026

×

Terapkan Budaya Belajar dan Budaya Kebermanfaatan, ParagonCorp Raih Dua Penghargaan Regional di ETHCA Southeast Asia 2026

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • ParagonCorp meriah dua penghargaan dalam ajang The Economic Times Human Capital Awards (ETHCA) Southeast Asia 2026 di Singapura atas keunggulan pengelolaan sumber daya manusia dan inisiatif sosial perusahaan.
  • Penghargaan yang diraih mencakup Gold Award kategori Excellence in ESG & CSR Initiatives melalui program "Paragonian Bergerak" dan Bronze Award kategori Excellence in Creating a Culture of Continuous Learning and Upskilling melalui "Human-Centric Continuum Growth Ecosystem".
  • Program Paragonian Bergerak berhasil menggerakkan lebih dari 14.000 karyawan di 45 lokasi operasional untuk menjalankan 151 inisiatif sosial, yang mengintegrasikan budaya belajar karyawan dengan aksi nyata bagi masyarakat.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazminang.id – ParagonCorp meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang The Economic Times Human Capital Awards (ETHCA) Southeast Asia 2026 yang diselenggarakan di One Farrer Hotel, Singapura, 24 Juli 2026.

Dua penghargaan yang diperoleh ParagonCorp adalah Gold Award Kategori Excellence in ESG & CSR Initiatives melalui program Paragonian Bergerak, serta Bronze Award Kategori Excellence in Creating a Culture of Continuous Learning and Upskilling melalui Human-Centric Continuum Growth Ecosystem.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

“Penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas praktik pengelolaan sumber daya manusia yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga menghubungkan proses pembelajaran dengan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Astri Wahyuni, Director Corporate Affairs ParagonCorp dalam siaran pers yang diterima, Rabu (29/07/2026).

Tahun ini, ETHCA Southeast Asia diikuti oleh ratusan organisasi dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Seluruh peserta melalui proses seleksi dua tahap yang meliputi evaluasi dokumen serta penilaian oleh Grand Jury yang terdiri atas para Chief Human Resources Officer (CHRO) dan pemimpin bisnis independen dari kawasan Asia Tenggara.

Membangun Manusia Melalui Budaya Belajar

Dijelaskan Astri Wahyuni, bagi ParagonCorp, pembelajaran bukan sekadar aktivitas mengikuti pelatihan, melainkan bagian yang menyatu dalam cara setiap Paragonian bekerja, berkolaborasi, dan bertumbuh. Keyakinan tersebut diwujudkan melalui Human-Centric Continuum Growth Ecosystem, sebuah ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan pengembangan individu, pengalaman kerja, mentoring, kepemimpinan, serta pemanfaatan teknologi ke dalam proses kerja sehari-hari.

Baca Juga:  Rais Satu Poin Atas Persikotas, Indra Yunaidi: Asa PSP ke 16 Besar Makin Besar

Melalui pendekatan ini, setiap Paragonian didorong untuk dream bigger, grow bigger, and contribute bigger. Filosofi tersebut mencerminkan komitmen ParagonCorp dalam membangun lingkungan kerja yang memungkinkan setiap individu terus mengembangkan kapasitas dirinya sekaligus memberikan kontribusi yang semakin besar bagi organisasi maupun masyarakat.

ParagonCorp percaya bahwa pembelajaran paling bermakna terjadi ketika seseorang memperoleh kesempatan mempraktikkan pengetahuan dalam situasi nyata. Karena itu, perusahaan menghadirkan berbagai pengalaman belajar melalui proyek lintas fungsi, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, pendampingan para pemimpin, hingga pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pengembangan kompetensi.

“Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, dan beradaptasi terhadap perubahan,” katanya.

Dari Budaya Belajar Menjadi Aksi Nyata

Tidak hanya berhenti pada budaya belajar, di dalam budaya yang di bangun oleh ParagonCorp untuk mewujudkan kebermanfaatan juga diwujudkan melalui kontribusi langsung karyawannya pada program Paragonian Bergerak, sebuah gerakan yang mengajak seluruh Paragonian untuk menggunakan satu hari kerjanya untuk melakukan kegiatan kebermanfaatan, mengajak Paragonian untuk mengalami secara langsung makna memberi melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Menurut Astri Wahyuni, program ini berangkat dari filosofi ParagonCorp sejak didirikan pada tahun 1985, yaitu menghadirkan kebermanfaatan dan bertumbuh secara berkelanjutan. Melalui Paragonian Bergerak, nilai tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman yang dapat dirasakan oleh seluruh Paragonian, tanpa memandang fungsi maupun jenjang jabatan.

Baca Juga:  ATR/BPN Targetkan Penurunan Backlog Berkas Layanan Pertanahan di Kuartal I 2026

Program yang berlangsung pada Agustus hingga Desember 2025 ini melibatkan lebih dari 14.000 Paragonian di 45 lokasi operasional, meliputi kantor pusat, pabrik, serta 43 kantor cabang yang tersebar dari Aceh hingga Ternate. Seluruh Paragonian, termasuk karyawan frontline, operasional, hingga tenaga alih daya, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Sebanyak 151 inisiatif dijalankan melalui Paragonian Bergerak pada tahun 2025. Berbagai program tersebut mencakup edukasi pencegahan stunting, pendampingan UMKM, pemetaan potensi siswa dari keluarga prasejahtera, rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove, hingga dukungan kesehatan mental bagi anak-anak panti asuhan. Setiap program dirancang bersama mitra lokal melalui proses seleksi yang komprehensif guna memastikan kebutuhan masyarakat tervalidasi, target dampak terukur, tata kelola berjalan baik, serta manfaat program dapat berkelanjutan.

Berbeda dengan pendekatan CSR yang umumnya berpusat pada perusahaan, Paragonian Bergerak menempatkan karyawan sebagai penggerak utama perubahan. Pengalaman memimpin proyek sosial, membangun kolaborasi lintas fungsi, mengelola sumber daya, dan mengambil keputusan dalam situasi nyata menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkuat kepemimpinan, karakter, serta rasa memiliki terhadap tujuan perusahaan.

Dua Penghargaan, Satu Komitmen

Baca Juga:  Kemnaker Apresiasi Putusan MK yang Perkuat Pelindungan Hak Pekerja

Bagi ParagonCorp, kedua penghargaan ini merupakan cerminan dari satu pendekatan yang saling terhubung. Human-Centric Continuum Growth Ecosystem membangun kapasitas manusia melalui pembelajaran berkelanjutan, sementara Paragonian Bergerak menjadi ruang bagi setiap Paragonian untuk mengimplementasikan pembelajaran tersebut melalui kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Di Paragon, kami percaya bahwa kebermanfaatan dan pembelajaran merupakan dua hal yang saling menguatkan. Kami ingin setiap Paragonian tidak hanya terus berkembang melalui pengalaman, kolaborasi, dan pendampingan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Ketika seseorang merasakan bahwa pekerjaannya terhubung dengan tujuan yang lebih besar, ia tidak hanya bertumbuh sebagai individu, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan. Pengakuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat budaya belajar dan budaya kebermanfaatan sebagai bagian dari perjalanan Paragon untuk bertumbuh bersama masyarakat,” ujar Astri Wahyuni, Director Corporate Affairs ParagonCorp.

Pengakuan melalui The Economic Times Human Capital Awards (ETHCA) Southeast Asia 2026 semakin memperkuat keyakinan ParagonCorp bahwa pertumbuhan organisasi dibangun melalui pengembangan manusia yang berkelanjutan. Ke depan, ParagonCorp akan terus memperkuat budaya belajar, kepemimpinan, dan kolaborasi sekaligus memperluas ruang bagi setiap Paragonian untuk berkontribusi menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.