Batusangkar, Khazanah — Bertahun-tahun mengeluhkan kondisi jalan rusak tanpa perbaikan yang memadai, warga Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, akhirnya memilih turun tangan sendiri. Mereka bergotong royong menimbun jalan berlubang di ruas jalan provinsi penghubung Batusangkar–Payakumbuh sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan, Senin (25/12).
Aksi swadaya itu dilakukan setelah masyarakat menilai kerusakan jalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak kunjung mendapat penanganan serius. Warga mengaku sudah terlalu lama menunggu perbaikan, sementara kecelakaan akibat jalan berlubang terus berulang.
Kepala Jorong Ganting Atas, Nagari Tanjung Alam, Irwan, mengatakan inisiatif tersebut muncul karena pemerintah belum juga memperbaiki ruas jalan yang kondisinya semakin memburuk.
“Karena tidak kunjung diperbaiki, kami bersama masyarakat Tanjung Alam berinisiatif mengisi lubang menggunakan pecahan semen dan tanah agar kendaraan masih bisa melintas,” ujarnya.
Menurut Irwan, kerusakan jalan provinsi di kawasan itu telah berlangsung sekitar lima tahun. Sejumlah lubang bahkan memiliki kedalaman yang membahayakan sehingga menyulitkan kendaraan, terutama mobil angkutan barang, untuk melintas.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Hampir setiap pekan selalu terjadi kecelakaan tunggal akibat kendaraan masuk ke lubang atau saat pengendara berusaha menghindari lubang di badan jalan.
“Jalan rusak seperti ini sudah lima tahun. Hampir setiap minggu ada dua sampai tiga orang yang jatuh karena masuk lubang atau menghindari lubang,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera melakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh agar ruas jalan penghubung Batusangkar–Payakumbuh kembali aman dan nyaman dilalui.
“Kami mewakili masyarakat dan seluruh pengguna jalan berharap pemerintah segera mengaspal ulang ruas jalan ini agar layak dilalui kendaraan,” ujar Irwan.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebenarnya telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp16,3 miliar melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) untuk pembangunan dan perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Tanah Datar.
Kepala Dinas BMCKTR Sumatera Barat, Armizoprades, menjelaskan anggaran tersebut digunakan untuk beberapa paket pekerjaan, di antaranya rehabilitasi ruas Batas Batusangkar (Bukik Gombak)–Guguak Cino dengan pagu Rp2,13 miliar berupa pekerjaan patching menggunakan hotmix dan pengendalian tanaman di bahu jalan. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp4,01 miliar untuk rehabilitasi ruas Baso–Batas Batusangkar (Balai Selasa)
Sementara itu, rekonstruksi jalan pada ruas Guguak Cino–Sitangkai memperoleh anggaran Rp1,69 miliar, termasuk dukungan pokok pikiran anggota DPRD Sumatera Barat Roni Mulyadi sebesar Rp600 juta. Secara keseluruhan, nilai anggaran yang dikucurkan pemerintah provinsi untuk pembangunan dan perbaikan jalan di Tanah Datar mencapai lebih dari Rp16 miliar.
Pengerjaan sejumlah ruas tersebut dikebut menjelang Hari Raya Idulfitri lalu untuk mengantisipasi meningkatnya arus mudik di wilayah Tanah Datar.
Namun demikian, kondisi jalan provinsi di kabupaten itu masih menjadi sorotan. Saat melakukan kunjungan kerja ke Tanah Datar pada Januari 2026, Menteri Pekerjaan Umum menerima laporan bahwa ruas jalan provinsi Sitangkai–Batusangkar sepanjang sekitar 25 kilometer masih mengalami kerusakan berat.
Sebelumnya, Bupati Tanah Datar Eka Putra juga menyampaikan terdapat sedikitnya tujuh ruas jalan provinsi di daerahnya yang berada dalam kondisi rusak parah dan membutuhkan penanganan segera.
Aksi gotong royong warga Nagari Tanjung Alam menjadi potret nyata kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan infrastruktur jalan. Meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk sejumlah ruas jalan di Tanah Datar, warga berharap perbaikan dapat segera menjangkau titik-titik kerusakan yang selama ini menjadi penyebab kecelakaan dan mengganggu aktivitas masyarakat. (Eko)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.


