Padang, Khazminang.id– Di tengah subur dan menjamurnya usaha kuliner di Kota Padang, sebuah brand baru pastry bernama Roses Bake, secara diam-diam telah mencuri perhatian warga Kota Bingkuang. Padahal, usianya belum genap satu bulan. Outletnya, juga tersuruk jauh di daerah pinggiran.
Lah, kok bisa? Yuk, simak wawancara khazminang.di dengan owner Roses Bake, Amellenia Roses, saat media ini menyambangi tempat usahanya di bilangan Jl. M. Hatta, Pasar Baru Pauh, Senin (29/6).
Dari dalam sebuah ruangan kecil berukuran sekira 3×4 meter, seorang wanita muda tampak tengah serius mengemas beberapa potongan cake permintaan pelanggannya. Sementara dua orang wanita lainnya, juga terlihat sibuk mencatat pesanan pembeli yang sudah mengantre sejak setengah jam lalu.
“Silahkan, Kakak,” sapa sang owner dengan ramah, saat dara cantik berusia 25 tahun ini menyodorkan dua bungkusan cake kepada salah seorang pembeli. Seulas senyum manis, tak henti-henti tersungging dari bibirnya, sebagai bentuk penghormatan dan pelayanan prima kepada setiap pelanggannya.

Sore menjelang Maghrib itu, stok aneka cake yang tersusun di dalam dua unit showcase, tampak sudah mulai menipis. Padahal, Amel mengaku setiap harinya baru membuka outletnya sekitar pukul 13.00 WIB.
“Alhamdulillah, sejak mulai launching awal Juni lalu, customer dan pelanggan terus bertambah. Semua jenis varian yang kita produksi, habis terjual setiap harinya,” kata Amel, panggilan akrab Amellenia.
Ya, meski baru mulai beroperasi sejak sebulan lalu, namun kehadiran Roses Bake di dunia kuliner Kota Padang, langsung ramai diperbincangkan, terutama di media sosial seperti TikTok dan Instagram.
“Di sini, kami memang memanfaatkan betul semua platform media sosial untuk promosi dan membangun personal branding. Alhamdulillah viral, respon masyarakat juga sangat bagus,” ujar Amel.
Sarjana Manajemen yang hanya butuh 3,5 tahun untuk menamatkan bangku perkuliahannya di Universitas Putra Indonesia (UPI) pada 2023 silam itu, mengaku tidak menyangka jika masyarakat dan pelanggan begitu antusias merespon aneka varian cake yang diproduksinya.

“Dengan bekal keyakinan dan niat sungguh-sungguh untuk bangkit dari kegagalan sebelumnya, Alhamdulillah, Allah SWT beri kemudahan,” kata anak pertama dari dua bersaudara buah hati pasangan Syailendra dan Farida itu.
Saat ini cerita Amel, ia telah memproduksi tiga jenis cake setiap harinya. Selain cheescake yang memang menjadi primadona Roses Bake, di outletnya juga sudah tersedia cheeskuit dan brownies dengan aneka toping dan ukuran.
Tidak hanya melayani pelanggan yang datang langsung ke outletnya, Roses Bake sebut Amel, juga tersedia di layanan pesan antar makanan online seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.
“Pokoknya pelanggan Roses Bake tak akan pernah kecewa dengan produk kami. Selain mengutamakan kualitas dan cita rasa, semua produk yang kami tawarkan selalu baru. Artinya, dibuat pagi, dijual siang, habis malam harinya,” pungkas Amel.
Antara Passion dan Keturunan
Keputusan Amellenia untuk menekuni dunia kuliner, sebenarnya bukan pilihan coba-coba atau iseng semata. Selain memang telah menjadi passionnya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, lingkungan keluarga juga menjadi salah satu pemantik semangatnya untuk terjun ke dunia bisnis makanan.
Ya, Amel adalah anak pertama dari Syailendra, bos roti mentega meses dua ribuan yang terkenal dengan brand Aceang Bakery. Sebuah produk makanan yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi warga Sumatera Barat.
“Passion adalah modal utama saya dalam merintis dan membangun usaha ini. Meski tidak berlatar pendidikan di bidang kuliner, tapi saya yakin dunia ini (bisnis kuliner) adalah masa depan saya,” kata Amel optimis.
Amel menceritakan, saking kuatnya hasrat dan keinginannya untuk menekuni bisnis kuliner, maka atas izin orang tua dan dukungan penuh dari keluarga, ia memilih untuk mengikuti kursus singkat selama 1 tahun di Akademi Royal Asia, tak berselang lama setelah dirinya menyelesaikan kuliah.
“Setahun saya kursus. Sempat juga magang selama tiga bulan di Hotel Axana bagian pastry dan 6 bulan di salah satu hotel di Jakarta,” cerita Amel.
Berbekal ilmu yang diperolehnya itulah, akhirnya Amel memantapkan hatinya untuk memulai pertaruhan di dunia bisnis kuliner.

“Bismillah saja. Karena prinsip saya sangat sederhana. Apapun itu pilihan dan jenis usaha yang akan ditekuni, kuncinya adalah keyakinan, keberanian untuk memulai dan konsisten dalam menjalani. Karena seberat-beratnya tantangan ketika sudah berjalan, akan lebih berat jika kita sendiri tidak pernah memulainya,” ujar Amel diplomatis.
Meski kini masih berskala kecil dengan kapasitas produksi yang juga masih terbatas, namun Amellenia yakin dan optimis jika suatu saat usahanya akan terus berkembang. Setidaknya, Amel sudah berencana akan mewujudkan sebuah outlet representatif, dan perluasan toko di sejumlah kawasan di Kota Padang.
“Insha Allah, doakan. Kalau memang ini passion, pasti selalu ada jalan. Dan yakinlah, dengan kesungguhan, Allah SWT akan selalu beri kemudahan,” harap Amellenia.
Sang ayah, Syailendra, yang tak pernah putus memberikan support dan dukungan untuk buah hati tercinta, mengaku bangga dengan capaian Amellenia saat ini. Meski baru dalam tahap merintis, namun Amel kata Syailendra, sudah menunjukkan tanda-tanda menuju capaian yang jauh lebih besar.
“Saya support, tapi tidak full. Karena saya ingin lihat dia (Amel) berproses sendiri, tumbuh, berjuang, sampai nantinya besar sendiri. Karena saya yakin, Amel adalah sosok yang gigih, konsisten dan pantang menyerah,” kata Syailendra sembari menyebut, bahwa kesibukan dapur telah membuat lupa anak kebanggaannya itu pada dunia kantoran di luar sana.
Terlepas apakah ini benar-benar passion Amellenia atau secara tak langsung faktor keturunan dari orangtuanya yang memang sudah cukup lama menggeluti bisnis bakery, namun kisah bos muda cantik ini setidaknya telah memberikan bukti bahwa kesuksesan tidak akan pernah hadir jika seseorang tak pernah berani untuk memulainya. Ryan Syair
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.




