Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Politik

Didik Rachbini Nilai Safari Politik Jokowi Berpotensi Ganggu Stabilitas Ekonomi

×

Didik Rachbini Nilai Safari Politik Jokowi Berpotensi Ganggu Stabilitas Ekonomi

Sebarkan artikel ini
  1. .PSI: Untuk Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jakarta, Khazanah – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menilai safari politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berpotensi memengaruhi dinamika politik nasional sekaligus berdampak terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Didik J Rachbini

Namun, pandangan tersebut berbeda dengan penjelasan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut agenda safari Jokowi justru bertujuan memperkuat dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Didik mengatakan rangkaian safari politik yang telah dimulai dari Lampung dan direncanakan berlanjut ke sejumlah daerah berlangsung di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan pasar modal.

Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya memiliki dimensi politik menuju Pemilu 2029, tetapi juga berpotensi memengaruhi persepsi pelaku ekonomi karena Jokowi dinilai masih memiliki pengaruh politik yang besar.

“Jokowi pernah berjanji pulang ke Solo menjadi rakyat biasa dan berkumpul dengan cucu, tetapi janji etis itu tidak pernah terjadi. Dari dulu publik, apalagi pesaing politiknya, tidak percaya dan kemudian terbukti sekarang melakukan gerakan politik vulgar sebagai tanda koalisi dengan pemerintahan Prabowo akan mulai tutup buku,” ujar Didik dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6).

Baca Juga:  Dilantik Sebagai Ketua, Rudi Horizon: Nasdem Makin Besar di Kota Solok

Ia menilai safari politik tersebut merupakan langkah politik yang berdiri sendiri dan berpotensi meningkatkan persaingan di kalangan elite. Menurut Didik, intensitas aktivitas politik juga terlihat dari berbagai kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah daerah sehingga perhatian elite politik dikhawatirkan bergeser dari upaya menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat.

“Gerakan politik yang terlalu dini ini akan menjadi hama, yang akan mengganggu dan bisa menggerogoti pemerintahan. Pengaruh politiknya jelas masih ada dan bahkan masih cukup kuat serta terus akan memperkuatnya dengan cantolan pada jabatan anaknya sebagai Wakil Presiden,” katanya.

Dalam perspektif ekonomi politik, Didik menilai hubungan antara presiden dan mantan presiden yang masih memiliki pengaruh politik dapat menciptakan ketidakpastian bagi dunia usaha dan investasi.

“Saya pastikan pengaruh tersebut negatif, buruk, dan akan menjadi faktor ketidakpastian politik bagi investasi, dunia usaha, dan lingkungan bisnis. Semua pihak, terutama pengusaha, pemilik modal, dan yang memiliki kepentingan terhadap Indonesia, pasti akan melihat dinamika baru persekutuan sebagai persaingan elite politik, yang meningkatkan risiko dan pada gilirannya pasti memengaruhi institusi, birokrasi, kebijakan, dan ekspektasi ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kapasitas, Komisi Gabungan DPRD Kabupaten Dharmasraya Berkunjung ke DPRD Sumbar

Meski demikian, Didik mengakui indikator fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan kondisi yang relatif baik. Inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, dan pertumbuhan ekonomi dinilai masih berada pada level yang cukup positif. Namun, menurutnya, tekanan terhadap ekonomi nasional lebih banyak dipengaruhi oleh faktor non-ekonomi, terutama dinamika politik.

“Jadi Jokowi dengan safari politiknya tidak ada hubungan dengan kesejahteraan dan kepentingan rakyat, bahkan menjadi faktor negatif dan buruk di dalam ekonomi nasional,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus membantah anggapan bahwa safari politik Jokowi akan mengganggu pemerintahan. Menurut dia, agenda tersebut justru membawa pesan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Saya yakin Pak Jokowi pasti juga menyampaikan pesan kepada masyarakat sebagaimana disampaikan kepada PSI yaitu apa, dukung program Prabowo-Gibran ke depan bahkan sukseskan sampai dua periode beliau bilang,” kata Bestari dalam Podcast Gaspol! Kompas.com, dikutip Minggu (21/6).

Bestari menjelaskan, kunjungan Jokowi ke berbagai daerah bukan semata memenuhi undangan masyarakat dan tokoh-tokoh setempat, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen yang sebelumnya disampaikan Jokowi kepada PSI.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sumbar Sri Kumala Dewi Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Batang Kapas, Pesisir Selatan

“Memenuhi itu iya, memenuhi undangan privat iya, tokoh-tokoh juga iya, tentu akan disaring oleh timnya beliau. Nah PSI dapat slot untuk tadi pemenuhan janji,” ujarnya.

Menurut Bestari, Jokowi juga memiliki perhatian besar terhadap perkembangan PSI setelah menyatakan komitmennya untuk mendukung partai tersebut.

“Beliau mungkin ingin mengecek sampai di mana sudah ini kendaraan ini, begitu cintanya beliau dan perhatiannya beliau terhadap PSI setelah menyatakan bahwa akan mendukung dan bekerja keras untuk PSI,” katanya.

Ia menambahkan, safari Jokowi ke daerah tidak dilakukan secara singkat. Dalam satu provinsi, Jokowi diperkirakan berada selama dua hingga empat hari untuk menghadiri berbagai agenda dan bertemu masyarakat.

“Memang di satu wilayah itu nanti bukan kayak datang beracara terus balik lagi ke airport pulang. Bisa dua tiga empat hari satu provinsi, dua tiga hari lah,” ujar Bestari.(eko)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.