Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Perkuat Pembauran Kebangsaan dan Ketahanan Sosial, FPK Sumbar Bangun Sinergi dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol

×

Perkuat Pembauran Kebangsaan dan Ketahanan Sosial, FPK Sumbar Bangun Sinergi dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol

Sebarkan artikel ini

Padang, Khazminang.id — Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sumatera Barat melakukan audiensi dengan jajaran Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Ketua FPK Sumbar, H. Maman Sudirman bersama jajaran diterima langsung oleh Aster Kasdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Inf. Candra, S.E., M.I.Pol mewakili Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari silaturahmi kelembagaan pasca pelantikan dan pengukuhan Pengurus FPK Sumatera Barat 2026–2031, sekaligus langkah awal membangun sinergi dengan unsur pembina FPK di daerah dalam rangka memperkuat pembauran kebangsaan dan ketahanan sosial masyarakat.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Wakil Ketua II FPK Sumatera Barat, Aminudin Supriyadi menyampaikan gambaran umum mengenai Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Pengurus FPK Sumbar mewakili berbagai elemen masyarakat dan etnis, di antaranya unsur Minang, Batak, India, Nias, Sunda dan unsur pembauran lainnya.

“FPK dibentuk dibentuk berdasarkan Permendagri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah, serta posisi Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol sebagai salah satu Pembina FPK Sumatera Barat,” terang Aminudin yang biasa disapa Amin Prabu.

Baca Juga:  Amrizal, A.Md Anggota DPRD Kota Bukittinggi Soroti Permasalahan Masyarakat

Selanjutnya, Ketua FPK Sumatera Barat memaparkan arah kebijakan dan program strategis FPK periode 2026–2031 yang berfokus pada penguatan kelembagaan, revitalisasi FPK Kabupaten/Kota, dialog lintas etnis dan budaya, pendidikan wawasan kebangsaan, penguatan ketahanan sosial, serta pengembangan sistem deteksi dini potensi konflik sosial berbasis masyarakat.

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut komunikasi dan silaturahmi yang sebelumnya telah dilakukan bersama Kabintel Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol,” ucap Maman Sudirman.

Diskusi berlangsung hangat, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta audiensi menyampaikan berbagai pandangan, gagasan, serta harapan mengenai peran FPK dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Barat. Keberagaman latar belakang yang hadir dalam forum tersebut justru memperlihatkan bahwa pembauran merupakan kekuatan sosial yang harus terus dirawat dan dikembangkan.

Mewakili Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Inf. Candra, S.E., M.I.Pol. menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan inisiatif FPK Sumatera Barat dalam membangun komunikasi lintas etnis dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Beliau menegaskan bahwa FPK dan TNI memiliki tujuan yang sama dalam menjaga keutuhan bangsa dan ketahanan wilayah.

Baca Juga:  Renggut Korban Jiwa, Pemprov Sumbar Akan Bangun Jembatan Permanen di Koto Rawang Pesisir Selatan

“FPK dan TNI memiliki tugas yang sama, dengan cara yang berbeda,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa meskipun memiliki fungsi dan pendekatan yang berbeda, FPK dan TNI sama-sama berperan dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan ketahanan bangsa.

Audiensi ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi penguatan kolaborasi antara FPK Sumatera Barat dan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol dalam berbagai program kebangsaan, pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, dialog sosial, serta penguatan deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan sosial di masyarakat.

FPK Sumatera Barat meyakini bahwa ketahanan bangsa tidak hanya dibangun melalui kekuatan pertahanan negara, tetapi juga melalui kuatnya persaudaraan, dialog, dan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“TNI menjaga batas negara, FPK menjaga batas-batas sosial agar tidak berubah menjadi konflik. Tugasnya berbeda, tetapi tujuannya sama: menjaga Indonesia tetap utuh,” katanya. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.