Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Akad Massal KUR 1.000 UMKM, BRI Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

×

Akad Massal KUR 1.000 UMKM, BRI Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkolaborasi dengan jajaran kementerian dalam menyelenggarakan Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif di Bali untuk memperkuat permodalan pelaku usaha kreatif nasional.
  • Pemerintah tengah menyiapkan sistem pelayanan terpadu berbasis digital bernama "Sapa UMKM" serta memperluas skema pembiayaan KUR ke 13 subsektor ekonomi kreatif guna mempercepat transformasi dan pemberdayaan pelaku usaha.
  • Hingga April 2026, BRI selaku penyalur KUR terbesar telah merealisasikan pembiayaan senilai Rp65,95 triliun kepada 1,3 juta debitur, dengan porsi mayoritas sebesar 66,47 persen dialokasikan pada sektor produksi.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bali, Khazminang.id – Luar biasa. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia turut ambil bagian pada Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali 2026, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan yang digelar di Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali itu, dihadiri Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, serta para pemangku kepentingan dari unsur kementerian/lembaga, perbankan, akademisi, dan pelaku UMKM.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (23/05/2026) mengatakan, pemerintah terus memperkuat dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada ribuan pengusaha UMKM ekonomi kreatif di Bali.

Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas kementerian, perbankan, pemerintah daerah hingga perguruan tinggi dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha kreatif di Indonesia.

“UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global saat ini. Melalui BRI dan bank-bank lainnya, pemerintah terus berusaha memberikan akses permodalan dan keuangan kepada para UMKM kita,” ujar Muhaimin.

Baca Juga:  Siddiq, Amanah dan Fathanah Pemimpin Kota Bukittinggi 2025-2030

Muhaimin menambahkan, kolaborasi antara kementerian, lembaga keuangan, pemerintah daerah hingga perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar pelayanan terhadap UMKM semakin optimal. Menurutnya, Bali menjadi salah satu daerah yang berhasil membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Selain memperluas akses permodalan, pemerintah juga mendorong pelaku UMKM menjaga kualitas produk dan jasa kreatif agar mampu bersaing di pasar. “UMKM tidak sekadar difasilitasi, tetapi juga harus tumbuh dengan kemampuan riset. Kampus diharapkan membuka akses riset yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk menelusuri langkah sukses,” jelas Muhaimin.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan sistem pelayanan terpadu berbasis digital bernama “Sapa UMKM” yang dirancang sebagai layanan satu pintu untuk berbagai kebutuhan pelaku usaha.

“Dalam sistem ini, seluruh UMKM di Indonesia nantinya bisa mendapatkan pelayanan pembiayaan, pemasaran, pelatihan hingga pendampingan usaha dalam satu platform,” ujar Maman Abdurrahman.

Menurutnya, saat ini sistem “Sapa UMKM” telah memasuki tahap uji coba ketiga dan sebagian besar modul layanan telah siap digunakan. Platform tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi layanan dan memperluas akses pemberdayaan UMKM secara nasional.

Baca Juga:  Perbaikan Jembatan Kembar Padang Panjang Ditargetkan Rampung Jelang Lebaran

Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai program akad massal KUR menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses pendanaan bagi pelaku UMKM ekonomi kreatif.

Teuku Riefky menambahkan bahwa saat ini terdapat 13 subsektor ekonomi kreatif yang telah masuk dalam skema pembiayaan KUR dari total 21 subsektor ekonomi kreatif nasional. Selain pembiayaan, pemerintah juga terus mendorong penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus mendukung akses pembiayaan.

BRI Fokus Berdayakan UMKM

Sebagai bank dengan fokus pemberdayaan UMKM, Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam menyalurkan pembiayaan produktif melalui KUR. Hingga April 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia. Mayoritas penyaluran tersebut diarahkan ke sektor produksi dengan porsi mencapai 66,47%, meliputi pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di berbagai sektor produktif.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis : Kunci Untuk Percepatan Penurunan Stunting Adalah Komitmen, Kolaborasi dan Konsistensi

“BRI terus berkomitmen memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM agar mampu tumbuh lebih kuat dan naik kelas. Melalui dukungan pada program Akad Massal KUR ini, kami berharap para pelaku usaha, khususnya di sektor ekonomi kreatif, dapat meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Akhmad.

Ditambahkan Akhmad, KUR menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

“KUR merupakan instrumen pembiayaan BRI untuk mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif. BRI senantiasa memperluas akses permodalan yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah,” tambah Akhmad Purwakajaya.

Melalui sinergi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, BRI optimistis UMKM Indonesia mampu semakin kompetitif, inovatif, dan berdaya saing global. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.