Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Pemerintah Kota Bukittinggi Evaluasi Status ODF dan Perkuat Implementasi STBM 2026

×

Pemerintah Kota Bukittinggi Evaluasi Status ODF dan Perkuat Implementasi STBM 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan dan instansi terkait foto bersama dengan peserta
Singkatnya Gini...
  • Pemerintah Kota Bukittinggi melaksanakan evaluasi status Bebas Buang Air Besar Sembarangan (ODF) dan penguatan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) guna meningkatkan standar kesehatan lingkungan.
  • Meskipun akses jamban sehat telah mencapai 89,39 persen pada 2026, verifikasi lapangan menunjukkan adanya kendala pengelolaan limbah yang belum memenuhi standar karena dialirkan langsung ke riol kota.
  • Pemkot Bukittinggi tengah mematangkan strategi percepatan pembangunan fasilitas Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) serta penguatan koordinasi lintas sektor demi menjamin keberlanjutan status ODF dan sanitasi aman.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Bukittinggi, khazminang.id- Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan gelar kegiatan Evaluasi Status Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kota Bukittinggi Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Kota, Rabu (29/4/2026) dihadiri Wali Kota Bukittinggi diwakilkan Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, S.STP., M.Si.

Pada sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga dan meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat. Kota Bukittinggi telah berhasil mencapai status Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF) pada 2022, dengan akses jamban sehat meningkat hingga 89,39 % pada 2026.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Namun, hasil verifikasi lapangan masih menemukan pengelolaan limbah yang belum memenuhi standar karena dialirkan ke riol kota, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Terkait IPLT, Pemerintah Kota Bukittinggi mematangkan strategi pembangunan fasilitas terpadu untuk mendukung kota bersih dan sehat. Satu unit tengah dibangun di Talao, namun kapasitasnya masih terbatas, sehingga ke depan direncanakan penambahan fasilitas melalui pembangunan mandiri, edukasi teknologi sanitasi, dan kerja sama dengan daerah lain.

Baca Juga:  Perluas Pasar UMKM Sumbar dengan Go Digital

Rismal Hadi menambahkan, STBM mencakup lima pilar utama: Stop BABS, CTPS, PAMM-RT, PS-RT, dan PLC-RT. Ke depan, Pemerintah Kota Bukittinggi mendorong penguatan lintas sektor, percepatan pembangunan IPLT, peningkatan akses sanitasi aman, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk menjaga keberlanjutan ODF dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, ucapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan evaluasi dan verifikasi capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam rangka mempertahankan status Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF) di Kota Bukittinggi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dengan melibatkan berbagai unsur terkait serta diikuti sekitar 100 peserta dari SKPD dan OPD terkait, pungkas Ramli Andrian. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.