Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

Waspada Penipuan, BRI: Kenali Modus Link Palsu

×

Waspada Penipuan, BRI: Kenali Modus Link Palsu

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat edukasi kewaspadaan terhadap ancaman penipuan siber seiring tingginya laporan kejahatan sektor keuangan yang tercatat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Modus operandi utama yang diwaspadai adalah penyebaran tautan palsu dan situs web tiruan yang menggunakan teknik rekayasa sosial untuk mencuri data sensitif nasabah seperti PIN, kata sandi, hingga kode OTP.
  • BRI mengimbau nasabah untuk menerapkan prinsip "Think Before Click" dengan hanya mengakses layanan melalui kanal resmi serta segera menghubungi pusat kontak perusahaan jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta, Khazminang.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memberikan edukasi kepada masyarakat, agar mereka semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital, khususnya melalui tautan atau link palsu (phishing) yang kian marak. Transformasi digital di sektor keuangan membawa kemudahan bagi masyarakat, namun di sisi lain juga diiringi dengan meningkatnya risiko kejahatan siber.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti Scam Centre (IASC) mencatat, hingga 26 Februari 2026 telah menerima 477.600 laporan penipuan di sektor jasa keuangan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 243.323 laporan disampaikan melalui Pelaku Usaha Sektor Keuangan (PUSK), sementara 234.277 laporan lainnya dilaporkan langsung oleh korban ke sistem IASC.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Untuk itu, BRI mengingatkan masyarakat agar lebih waspada modus website tiruan yang seolah-olah merupakan situs resmi perusahaan. Modus ini merupakan bagian dari bahaya phishing yang dapat mengelabui nasabah untuk memasukkan data pribadi. Oleh karena itu, nasabah diimbau untuk selalu memeriksa kembali alamat situs (URL) resmi sebelum mengakses layanan digital guna menghindari ancaman phishing melalui website palsu.

Baca Juga:  Safari Ramadan di Pesisir Selatan, Sekda Sumbar Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Korban Bencana

Direktur IT BRI, Saladin D Effendi mengatakan, salah satu modus yang paling sering digunakan pelaku adalah penyebaran link palsu melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan. Tautan tersebut biasanya menyerupai tampilan resmi dan bertujuan mencuri data sensitif seperti user ID, PIN, password, hingga kode OTP melalui teknik social engineering.

“BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan yang mencurigakan. Pastikan selalu mengakses layanan melalui kanal resmi BRI dan tidak pernah membagikan data pribadi kepada pihak manapun,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, BRI mengajak masyarakat untuk hanya menggunakan dan mengakses layanan melalui kanal resmi perseroan, antara lain:

  • Website resmi BRI: https://bri.co.id
  • Aplikasi mobile banking BRImo
  • Internet Banking BRI (https://ib.bri.co.id)
  • Kantor cabang BRI di seluruh Indonesia
  • Contact Center BRI 1500017
  • Akun media sosial resmi BRI yang telah terverifikasi

“Kami tidak pernah meminta data sensitif nasabah seperti PIN, password, maupun kode OTP melalui tautan ataupun pihak yang tidak resmi,” tegasnya.

Selain itu, apabila nasabah menemukan indikasi tindakan social engineering atau aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan BRI, nasabah diimbau untuk segera menghubungi Contact Center BRI di 1500017 guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Kunjungan PB Paguyuban Pasundan ke Padang, Warga Sunda dan Minang Dipersatukan oleh Nilai yang Sama

Sebagai langkah sederhana, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip “Think Before Click”, yaitu memastikan keamanan tautan sebelum mengaksesnya serta melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, BRI berharap masyarakat semakin sadar dan tanggap terhadap berbagai modus kejahatan digital, sehingga dapat bersama-sama menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman, nyaman, dan terpercaya. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.