Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Berita

PMI Salurkan Bantuan Non-Tunai untuk 858 Keluarga Penyintas Bencana di Sumatera Barat

×

PMI Salurkan Bantuan Non-Tunai untuk 858 Keluarga Penyintas Bencana di Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
Singkatnya Gini...
  • PMI Provinsi Sumatera Barat menyalurkan Bantuan Non-Tunai (BNT) senilai Rp858 juta kepada 858 keluarga penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Agam dan Kota Padang.
  • Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan dana sebesar Rp1 juta yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia setelah melewati proses asesmen dan verifikasi ketat untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan.
  • Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak pascabencana, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri.
Penafian: Poin utama ini diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

 

PMI Salurkan Bantuan Non-Tunai untuk 858 Keluarga Penyintas Bencana di Sumatera Barat

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Padang, Khazminang.id – Selain Huntara, Palang Merah Indonesia (PMI) juga menyalurkan Bantuan Non-Tunai (BNT) untuk masyarakat yang terdampak Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatera Barat, Jum’at (13/3/2026).

Bantuan tersebut disalurkan PMI Provinsi Sumatera Barat secara serentak kepada masyarakat terdampak di dua wilayah yang terdampak cukup parah, yaitu Kabupaten Agam dan Kota Padang.

“Untuk penyaluran bantuan ini, PMI bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia, “ucap Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar disela-sela penyerahan BNT untuk warga kota Padang di Palanta Walikota Padang.

Jumah bantuan mencapai Rp 858 juta yang disalurkan untuk 858 keluarga penyintas bencana di dua wilayah tersebut, masing-masing di Kabupaten Agam sebanyak 544 KK dan 314 KK di Kota Padang. Masing-masing keluarga mendapatkan BNT senilai Rp 1 juta rupiah.

Penyerahan Bantuan Non-Tunai ini, lanjut Aristo, telah melalui proses yang cukup panjang. Sebelumnya telah dilakukan melalui penilaian bersama antara masyarakat terdampak, pemerintah setempat, kecamatan, PMI, serta IFRC, sehingga data penerima benar-benar valid.

Baca Juga:  Sahabat Mulia Madani Padang Berbagi Kebahagiaan bersama Anak Yatim dan Dhuafa

“Mulai dari assessment dampak bencana terhadap calon penerima manfaat, hingga verifikasi data pemerintah daerah melalui KTP dan Kartu Keluarga (KK),” katanya.

Beberapa kriteria juga harus dipenuhi oleh calon penerima manfaat, tambahnya, yaitu untuk masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir bandang dan tanah longsor. PMI juga memastikan rumah tersebut merupakan rumah milik pribadi calon penerima manfaat.

Selain itu, calon penerima BNT adalah masyarakat yang belum mendapatkan bantuan hunian sementara atau hunian tetap dari pemerintah. Terakhir, tidak bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pejabat pemerintah, polisi maupun militer.

“Kami juga menilai kerentanan calon penerima manfaat BNT ini, seperti kelompok lansia, ibu hamil, anak-anak, disabilitas, dan perempuan sebagai kepala keluarga, ” jelas Aristo.

Walikota Padang, Fadly Amran, yang turut hadir dalam seremonial penyerahan BNT, juga menyampaikan apresiasi yang begitu tinggi atas dukungan yang diberikan oleh PMI.

Kehadiran PMI saat ini telah meringankan beban ekonomi masyarakat, apalagi sebentar lagi menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.B antuan PMI, diakui Fadly sudah dirasakan sejak awal kejadian bencana November tahun lalu.

Baca Juga:  Berbagai Aspirasi Warga Masyarakat Disampaikan Pada M.Taufik,S.Ag, M.M. Dalam Reses Perorangan

“Mulai dari sembako, kebutuhan rumah lainnya, hingga dukungan membersihkan rumah. Bahkan sampai saat ini bantuan air bersih untuk masyarakat dari PMI juga masih berjalan,” ucap Fadly.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah berdonasi bersama PMI selama ini.

Rasa haru dan syukur juga disampaikan oleh Widya (45), warga Tabiang Banda Gadang, salah satu wilayah terdampak bencana yang cukup parah di Kota Padang. Bantuan yang ia terima hari ini, bagi Widya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan menyambut lebaran juga membayar sewa rumah yang ia tempati sementara ini.

“Sekarang masih ngontrak, karna rumahnya sudah tidak bisa dihuni. Alhamdulillah,bisa nambah bayar uang sewanya, ” tutur Widya. (*)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.