Scroll untuk baca artikel
Banner Harian Khazanah
Hukum

69 Mantan JI Sumatera Barat Ikuti Transformasi Ideologi

×

69 Mantan JI Sumatera Barat Ikuti Transformasi Ideologi

Sebarkan artikel ini
Para mantan anggota JI Sumbar dalam acara sosialisasi bahaya radikalisme di Bukittinggi (foto: iNews.id)

Bukittinggi, Khazanah —  Sebanyak 69 orang yang disebut sebagai mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat mengikuti kegiatan transformasi ideologi menuju pemahaman Islam yang moderat atau wasathiyah. Kegiatan tersebut berlangsung di Rocky Hotel, Kota Bukittinggi, Selasa (13/10/2026).

Program ini bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, menumbuhkan kesadaran kebangsaan, serta mendorong para peserta kembali menjalani kehidupan bermasyarakat secara damai tanpa kekerasan. Kegiatan diselenggarakan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama pemerintah daerah dan sejumlah elemen masyarakat.

Iklan
Scroll Untuk Baca Artikel

Dikutip dari laman iNews.id, salah seorang peserta, Fathur Rabbani, yang memperkenalkan diri sebagai mantan anggota JI wilayah Sumatera Barat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses perubahan pemahaman yang telah berlangsung selama sekitar dua tahun.

“Harapan kami, melalui kegiatan transformasi ideologi ini, pemahaman yang sebelumnya keras dan menggunakan cara-cara keras dapat berubah menuju ideologi wasathiyah atau jalan tengah,” kata Fathur.

Baca Juga:  Diduga Simpangkan Dana Desa, Kantor Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan Digeledah Tim Penyidik Kejaksaan Setempat

Ia menyebutkan, sekitar 90 persen anggota JI di Sumatera Barat telah mengikuti kegiatan tersebut, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 69 orang.

Fathur berharap pembinaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar para peserta semakin memahami dan mendalami Islam moderat. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat kembali berinteraksi dengan masyarakat serta berpartisipasi dalam kegiatan dakwah dan organisasi kemasyarakatan.

Menurutnya, proses perubahan pemahaman membutuhkan waktu, pendalaman ilmu, dan penyampaian materi secara berkesinambungan.

“Kami berharap, melalui proses pembinaan dan penyampaian ilmu secara terus-menerus, kawan-kawan semakin memahami dan mendalami Islam moderat, kemudian dapat kembali bergabung dengan masyarakat, mengikuti kegiatan dakwah, serta berpartisipasi dalam organisasi kemasyarakatan untuk berdakwah dengan cara yang lebih moderat,” ujarnya. (Iwin SB)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News Khazminang.id. Klik tanda bintang untuk mengikuti.